Shining Ice [Part 1] + [Intro] by miazzura

request_shining_ice

Judul : Shining Ice

Author : miazzura

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae

Genre : Romance, Fantasy, Kingdom

Length : Chapter

Notes : Annyeonghaseyo^^ *bow* Aku author baru disini^^ Namaku Namira Azzura, 12 yo. Tapi nama author ku miazzura^^ Aku suka semua pairing Jessica, tapi yang paling kusuka ya ini. HaeSica!!^^ Semoga kalian gak bosen ya sama aku, hehehe…

Dan aku mau ngasih tau ni, di FF ini Donghae cahaya nya warna putih ya^^ Bukan kuning^^b Gomawo^^ Happy Reading… Jangan lupa RCL nya ya\(^o^)/

Poster by http://graphicsfamily.wordpress.com/

“How Can It Be?”

Flashback 10 years ago…

Donghae POV

Aku menutup kedua telingaku kuat, tak mau mendengar jeritan kesakitan dari penduduk Ice Castle ini. Appa ku memang kejam, sangat kejam malah. “Donghae-ah! Lemparkan tongkat itu ke appa, ne?”aku mengangguk takut lalu melemparkan sebuah tongkat yang baru saja dicuri oleh appaku. Yang kutau, tongkat ini adalah milik Ice Castle yang dapat membekukan seseorang. Tapi hebatnya, orang yang sudah membeku tetap dapat tumbuh seperti biasanya.

“Ani-yo! Appa! Eomma! AAAAA!!!”aku mendongak saat mendengar teriakan anak perempuan kecil. Asataga! Anak itu menghalangi appaku untuk membekukan kedua orang tuanya. Dan bodohnya, malah dirinya lah yang terbekukan akibat tongkat itu.

Baiklah, aku memang bocah berumur 8 tahun yang bodoh. Tapi aku tau ini salah! Tidak seharusnya appa melakukan itu semua! “JESSICA!!!”teriak kedua orang paruh baya di hadapanku ini. “Jessica… Nama yang cantik.”gumamku pelan. Yang aku yakini adalah anak itu berumur beberapa tahun lebih muda dariku. “Aku akan menyelamatkanmu… Aku berjanji… Tunggu aku suatu hari nanti, ne…”ujarku pelan lalu berjalan mengikuti appa dan eomma yang sudah lebih dulu berjalan menuju kereta dengan tawa sinis yang menggelegar.

3 years later…

“Akh! Apa-apaan ini?! Bagaimana bisa Ice Castle bodoh itu dapat membuatkan kalung aneh bagi anak mereka?! Kalung itu harus kuhancurkan! Harus!”aku menunduk takut mendengar teriakan appaku. Ya, aku tau kalau Ice Castle membuatkan sebuah kalung yang dapat membuat anak mereka yang bernama Jessica itu berubah menjadi manusia lagi dengan sihir yang mereka punya.

Aku adalah putra mahkota di Shining Castle. Tidak menyenangkan, tidak juga menyedihkan. Biasa-biasa saja. Tapi kekejaman appa ku lah yang membuatku jadi tidak nyaman di istana ini.

“Hae-ah! Kau ikut kami, ne?”aku menatap eomma ku malas sebelum akhirnya berbicara, “Jika hanya untuk melakukan perampasan hak manuasia seperti ini, lebih baik aku tunggu disini saja.”aku lihat eomma ku mengernyit bingung mendengar nada bicaraku yang bisa dibilang cukup dingin. “Ini bukannya merampas, sayang. Hanya saja kau harus belajar menjadi pemimpin seperti appa mu. Sudah eomma tidak mau mendengar alasan lagi! Ppali!”eomma menarik tanganku lembut untuk segera mengikutinya.

Tidak begitu lama, kami tiba di ‘bekas’ kerajaan Ice Castle. “Wow… Yeopponda..”kagum ku saat melihat seorang anak yang kuketahui bernama Jessica sudah tumbuh menjadi anak yang sangat cantik.  “Annyeong, little girl. Wah… Ternyata kau sangat cantik ya. Tapi sayangnya kecantikanmu itu tidak akan bertahan lama, sayang.”aku terbelalak kaget melihat appaku yang tengah mencengkram kuat kalung berbandul biru milik Jessica, tentunya dengan teriakan setiap penghuni Ice Castle yang ada disana.

“AAAA!!! Shireo! Lepaskan aku! AAAA!!!”teriakan Jessica terdengar jelas ditelingaku, dan… PRANG!! Aku terlonjak kaget melihat appa membanting lalu menginjak kasar kalung milik Jessica. Aku melihat sekelilingku ragu, orang-orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

“Mianhe… Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku janji, suatu hari nanti aku pasti akan menyelamatkanmu. Kau bisa pegang janjiku. Untuk sementara, biarkan aku memperbaiki ini.”aku berjalan beberapa langkah untuk mengambil sisa-sisa kalung Jessica lalu menyimpannya. Entah mengapa, aku merasa kalau aku harus melindungi gadis ini. Entah mengapa.

Flasback END

Author POV

“Donghae-ah, appa lihat kau sangat lemah belakangan ini. Ada apa, eoh?”tanya appa Donghae yang hanya dijawab dengan senyuman getir dari anak semata wayangnya itu. “Sudahlah, lebih baik kau tidak usah kut berperang dulu hari ini. Kami semua akan pergi berperang melawan Fire Castle. Tugasmu hanya satu, ingat yang appa katakan padamu dulu. Kubur anak bernama Jessica itu dalam-dalam di tumpukan salju, arraseo? Sudahlah, kami pergi.”Donghae mencibir appa nya pelan lalu berjalan menuju kamarnya untuk melakukan rutinitas hariannya. Ya, memperbaiki kalung milik Jessica.

Donghae nampak sangat lemah saat terus mencoba memperbaiki kalung milik Jessica. Memang jika seseorang dari suatu istana menyentuh barang utuh milik istana lain yang telah diberi sihir, akan melemah dan lama kelamaan akan mati.

“Hhh…”lenguh Donghae panjang saat merasakan energi nya melemah setelah hampir saja berhasil menyelesaikan kalung berbandul biru cantik milik Jessica. “Yak!”rintih Donghae saat merasakan dadanya mulai sesak.

“Ah! Berhasil!”pekik Donghae senang saat dirasa dirinya sudah berhasil menyelesaikan kalung itu. “Arrgghh…”Donghae meletakkan kalung itu diatas meja ukir miliknya lalu berbaring diatas kasur  seraya memegangi dadanya yang tersasa sangat sakit.

Donghae POV

“Errgghh…”rintih ku saat merasakan dadaku semakin sakit. Aku tau jika aku menyentuh kalung itu aku akan semakin melemah. Tapi mau bagaimana lagi? Aku selelu merasa kalau aku harus melindunginya, dengan nyawaku sekalipun.

“Aku harus memberikannya sekarang.”aku yakin sekarang adalah waktu yang tepat. Seluruh anggota kerajaan sedang pergi ke medan pertempuran melawan Fire Castle,ditambah lagi di malam hari seperti ini akan lebih mudah untukku menyelinap keluar.

Kuambil kalung itu lalu memasukan nya kedalam tas kulitku yang sudah kuisi beberapa makanan dan minuman. Aku tidak mungkin pergi menggunakan kendaraan, kan? Pasti akan banyak mata yang memperhatikan ku. Jadi aku memilih untuk berjalan kaki saja.

“Baiklah, hwaiting!”aku berjalan mengendap-endap menuju pagar istana. “Ehem… Tuan Donghae!”aku sedikit terlonjak kaget saat mendengar namaku dipanggil. Segera kubalikan badanku, oh ternyata dia adalah Shindong-pengawal kerajaan-.

“Tuan mau pergi kemana? Mengapa malam-malam begini?”aku menatap langit sebentar, mencoba mencari jawaban yang pas diatas sana. “Ah! Ya, kau dengar kan pengumuman appa tempo hari? Aku sendiri yang harus mengubur gadis bernama Jessica itu. Jadi aku memutuskan untuk pergi sekarang.”sedikit ada nada tak rela dari perkataanku. Aku tidak akan mengubur gadis itu, tidak akan.

“Tapi tuan, lebih baik saya antarkan sa…”Shindong menghentikan perkataannya karena aku sudah menatapnya tajam. “Aku mau berjalan kaki sendiri agar tidak ada orang dari kerajaan lain yang mengetahui ku. Dan ini perintah.”aku menatapnya malas. Sempat kulihat Shindong membungkukan badannya lalu memberi jalan padaku.

“Kau ingin melawan seorang Lee Donghae, eoh? Belajarlah dulu 100 tahun barulah melawanku.”ujarku sinis ketika jarak ku dan Shindong sudah terpaut cukup jauh. Aku mulai berjalan melewati perbatasan Shining Castle. “Hhh…”lenguhku saat merasakan dingin yang teramat sangat menusuk tulang ku. Baru saja aku sampai di perbatasan Ice Castle, tapi dinginnya sudah seperti membekukan. Bagaimana saat aku sudah berjalan jauh?

Author POV

Sudah cukup lama Donghae berjalan, tetapi Ice Castle baru terlihat di depan matanya. “Akh!”Donghae terduduk sebentar diatas tumpukan salju saat sakit di dadanya muncul kembali. Setelah beberapa menit terduduk, Donghae menggelengkan kepalnya kuat lalu kembali berjalan menuju Ice Castle.

Donghae  berjalan memasuki ruangan demi ruangan di Ice Castle sampai matanya menangkap sesuatu yang tidak asing lagi baginya. “Wah… neomu yeoppo.”gumam Donghae saat melihat Jessica yang sudah tumbuh dengan sangat cantik. “Yak! Yak! Sadar, Lee Donghae!”Donghae menyadarkan dirinya sendiri lalu mengambil kalung milik Jessica.

“Kumohon… Semoga ini bekerja.”Donghae memasangkan kalung berbandul bak berlian itu di leher Jessica dan… SIIINNGG!!! Sebuah cahaya biru muda yang sangat terang bersinar membuat Donghae menutup kedua matanya dengan telapat tangan kanan nya.

Bruk! Donghae memnbuka matanya saat merasakan ada sesuatu yang jatuh menimpa tubuhnya. Yap, benar! Tubuh mungil Jessica. “Donghae membaringkan Jessica di atas tas miliknya. “Jessica-ssi, ireona.”panggil Donghae seraya mengguncang-guncang pelan tubuh Jessica sehingga gadis manis itu bergerak-gerak terganggu.

“Ennngghhh… Ah! Maaf, agassi.”Jessica langsung bangkit dari posisinya dan membungkuk sopan menghadap Donghae. “Ne, ti… Tidak apa.”ujar Donghae sambil berusaha tersenyum padahal sesungguhnya sakit di dadanya sudah tidak bisa di toleransi lagi. “Eum? Agassi? Apa kau tidak apa-apa?”Jessica melihat wajah Donghae yang sepertinya menahan sakit yang teramat sangat.

“N… Ne, tidak apa.Haha…”Donghae tertawa hambar yang membuat Jessica semakin bingung dibuatnya. “Syukurlah jika kau tidak apa. Agassi, apa kau tau dimana keluar-“Bruk! Ucapan Jessica terpotong akibat tubuh Donghae yang jatuh ke tubuhnya. “A… Agassi! Waeyo? Aduh, apa yang harus kulakukan? Agassi! Ireona!”Jessica terus mengguncangkan tubuh Donghae, namun lelaki tampan ini belum juga menunjukan reaksi. Donghae tetep diam dengan wajah pucat dan tubuh dinginnya.

TBC~

Hehehe… Gimana? Semoga bagus deh ya^^ Oke deh… Jangan lupa RCL nya ya, hehehe…

14 pemikiran pada “Shining Ice [Part 1] + [Intro] by miazzura

  1. hae oppa jatuh cinta pada pandangan pertama hahaha :D itu ortu nya hae kejem amatt.. Over all nice FF thorrr,,Next chap Update son,Ne Hwaiting ;)

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s