[SongFic] Is Being Pretty Everything

is-being-pretty-everything

Judul : [SongFic] Is Being Pretty Everything

Author : miazzura

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae, Kim Jaejoog

Genre : Romance,School  Life, Fluff

Length : OneShoot

Notes : Annyeong… Ini SongFic dari lagu Fat Cat-Is Being Pretty Everything. Menurutku artinya dalem banget, jadinya aku bikin jadi FF’-‘)b Tapi ini ada beberapa yang kubedain ceritanya, hehe…

Semoga kalian suka ya^^ Happy Reading… Jangan lupa RCL nya\(^o^)/

NB : These all are Jessica POV

Poster by http://graphicsfamily.wordpress.com/

“Tell me… Is being pretty everything?”

Fat Cat-Is Being Pretty Everything

Men are all the same these days

They only like pretty faces

Why is every single guy like that?

Termenung. Lagi-lagi, hanya itulah yang bisa kulakukan. Termenung menatap kagum kearah seorang namja yang kusukai sejak dulu. Oh! Bukan, kucintai tepatnya. Tapi tidak mungkin dia menyukaiku. Dia bahkan tidak pernah memberikan senyum tulusnya kepadaku. Ya, dia pasti hanya menyukai yeoja dengan paras yang terbalut make-up tebal yang cantik. Sementara aku? Jalankan mau memakai make-up tebal, menggunakan foundation pun hanya sekedarnya.

“Kenapa semua namja menyebalkan? Kenapa mereka hanya menyukai yeoja dengan paras yang cantik?”gumaman itulah yang selalu keluar dengan halusnya dari bibirku. Aku, Jung Jessica. Yeoja bdoh yang selalu mengharap cinta seorang Kim Jaejoong.

“Hhh…”lenguhku panjang saat lagi-lagi Jaejoong mengerling manja pada beberapa yeoja cantik di sekolah ini.

Other parts of me are prettier
But they’re not parts that can be seen
And everyone says that I am ugly
I want to be in love now
I want to be obviously in love

“Tidak sadarkah kau, kalau ada bagian dari tubuhku yang lebih cantik? Tapi bagian itu tak dapat kau lihat. Aku yakin aku tidak jelek. Hanya saja… Hhh… Apakah salah, seseorang sepertiku ingin merasakan betapa indahnya dicintai?”gumamku pelan sambil menopang daguku dengan kedua tangan.

“Tidak… Tidak salah, lagipula siapa yang bilang kau jelek?”aku terlonjak kaget mendengar suara berat seorang namja yang sungguh kukenali. “Ah! Donghae? Hehe… Tidak ada, lupakan yang kukatakan tadi.”

“Haha… Lagipula siapa yang bilang kau jelek? Kau cantik, hanya saja mereka belum menyadarinya.”aku tersenyum kikuk menanggapi perkataan Donghae yang kesekian kalinya membuat ku semangat. Hhh… Andai Jaejoong yang mengatakan kata itu kepadaku.

“Errr… Aku pulang dulu ya!”aku melambaikan tanganku kaku lalu berjalan menuju halte bus. Ya, bus itulah yang akan mengantarkanku sampai ke rumah dengan selamat.Setidaknya, begitulah keseharianku biasanya. Beruntungnya, aku memiliki cukup banyak prestasi di sekolah. Tapi… Rasanya kosong tanpa seorang namja yang menempati ruang di hatiku. Bukan hanya namja, bahkan teman pun aku hanya memiliki seorang. Donghae? Ya, tentu saja. Tidak ada namja ataupun yeoja yang bisa mengeti diriku seperti dia.

Tak berapa lama, aku sudah sampai dirumah. Berjalan dengan gontai memasuki kamar benuansa putih bersih milikku. Tempat kesukaanku.

I want an honest person
Is being pretty everything? Do you only look at the outer image?
Please stop now and look at my heart (look look look)
Am I good-for-nothing? Am I that unworthy?
That’s so not cool, look at my heart (look look look)

“Apa aku sebegitu jeleknya bagimu? Apakah paras cantik itu sebegitu pentingnya? Apakah begitu muluk jika aku meminta seseorang yang bisa menerimaku apa adanya? Kau belum melihat hatiku, lalu bagaimana kau bisa menyimpulkan itu semua?”tiba-tiba pikiran ku menangkap wajah Donghae. “Yak! Kenapa bukan Jaejoong? Kenapa malah Donghae?”geramku lalu berusaha memejamkan kedua mataku. Setidaknya tidur akan terasa jauh lebih baik, benar kan?

Do pretty faces feed you?
They become the same after a month
Why, why are guys like this?
“It’s always the ugly ones who complain more”
Jerks who say that, please piss off
The outside and inside aren’t always the same
I want to be in love now
I want to be obviously in love

Sial! Kenapa aku tidak bisa tertidur pulas disaat pikiran ku tengah kacau seperti ini? “Sudahlah.”aku beranjak keluar dari rumah.Jika tidur bukanlah pilihan yang baik, mungkin berjalan di taman yang sepi adalah pilihan yang baik. Aku berjalan menuju taman yang terletak tak begitu jauh dari rumahku.

“Jessica!”aku menoleh saat mendengar seseorang memanggil namaku keras. Donghae. “Oh! Hey! Ayo duduk disana!”aku menujuk sebuah bangku panjang berwarna putih. Donghae tersenyum lalu mengikuti untuk duduk di kursi itu.

“Donghae… Kau mau jujur kepadaku?”tanyaku ragu tanpa menatapnya sedikit pun. “Tentu, kapan aku pernah membohongimu?”aku tersenyum lalu menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya menatap lurus kedepan lagi.

“Kau harus berkata jujur ya. Apa aku ini jelek? Apa tidak ada kesempatan bagiku untuk mendapat seseorang yang mencintaiku dengan tulus? Bagaimana caranya aku dapat menujukan ke orang-orang bahwa aku tak seperti yang mereka pikirkan?Mungkin mereka akan mengatakan, yang jelek lah yang lebih banyak menggeretu. Tapi… Apa semua itu benar?”aku bertanya dalam satu nafas sehingga nafasku memburu bersamaan dengan air mataku yang sepertinya telah berdesakan untuk keluar dari pelupuk mataku.

“Hey! Tatap aku.”Donghae menangkup wajahku, membuat aku mau tidak mau menatap mata hazelnya. “Tidak, kau tidak jelek. Kau cantik. Kau bisa mendapat kan seseorang yang tulus padamu. Dia selalu mengawasimu, tapi kau yang tak pernah meliriknya lebih. Dan lihat, kecantikan itu tidak akan memberi makan para namja kan? Aku juga bingung mengapa mereka hanya menginginkan itu. Lihatlah, kau sudah memiliki cantik di dalam hatimu. Tak masalah jika orang menganggapmu seperti apa. Tapi kau selalu cantik, bagiku.”aku tersenyum, tapi entah mengapa, aku tak mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Donghae. Dia mengecilkan volume suaranya.

 

I want a person who will only care for me
Is being pretty everything? Do you only look at the outer image?
Please stop now and look at my heart (look look look)
Am I good-for-nothing? Am I that unworthy?
That’s so not cool, look at my heart (look look look)

“Terima kasih, Donghae.”aku memeluknya lalu berlari menuju rumahku. “Aku akan mencoba unuk berubah, Jaejoong. Jika kau menyukaiku hanya karena kecantikanku setelah ini, itu berarti aku sudah menemukan namja yang tulus padaku.”

Besok… Besok aku akan mengetahui siapa namja sejati untukku.

The next day…

“Okay! Sekarang aku harus mulai dari mana?”aku menatap berbagai macam alat make-up di hadapanku. Selama ini yang pernah kugunakan hanya foundation, bedak, dan lip balm. Itupun jika ada acara sekolah.

“Hhh… Baiklah, ikuti saja naluriku. Jika aku benar-benar yeoja, aku yakin aku bisa memoleskan make-up ini ke wajahku.”aku memoleskan beberapa make-up berwarna natural ke wajahku. Oh… baikalh, aku pasrah akan apa yang terjadi saat ini. Dan setelah ini aku masih harus memilih pakaian, eoh? Kenapa sekolah ku harus menyuruh muridnya menggunakan pakaian bebas, sih? Itu merepotkan! Selera fashion ku rendah.

Setelah beberapa lama, akhirnya… “Ah! Neomu yeppo!”kagumku saat melihat diriku di cermin rias.

 

tumblr_mbxq5yVj0L1qc2c9do1_500_large“Namja hanya melihat outer-image seperti ini? Oh… Big jerk!”aku mengambil tas putihku lalu berjalan menuju halte bus. Ya, kalian pasti tau apa fungsi penting bus itu bagiku. “Ck…”decakku saat melihat tatapan dari para namja yang kulewati. Mereka menatapku seperti menatap… Ha! Ayam panggang! Entahlah, mengapa aku beranggapan seperti itu.

“Wow… Jessica? Neomu yeoppo!”aku tersenyum kecut saat melihat sosok yang ‘dulu’ kucintai menatapku kagum.

Are you a hotshot? Are you that much of a hotshot?
That’s so not cool, look at yourself (look look look)
Is being pretty everything? Do you only look at the outer image?
Please stop now and look at my heart (look look look)

“Nah… Jessica Jung… Do you wanna be my lover?”(kayak flower power ya*PLAK* #abaikan). Aku tersenyum sinis lalu mendorongnya yang sedang berlutut dihadapanku dengan kasar. “So, do you only look at the outer image? Oh! Stop now. I use to love you, but not now!”aku mendorongnya lagi lalu berlari menuju kelas.

Berlari menuju orang yang sebenarnya kucintai. Berlari menjauhi masa lalu. Dan berlari menuju masa depan, dimana aku bisa menjadi diriku sendiri.

 

Oh oh oh ohohoh
Oh oh oh I’m beautiful You’re beautiful


“Donghae!”teriakku lalu langsung memeluk namja bertubuh atletis dihadapanku ini. “Jess… Jessica? Kau tau, akulah orang itu. Aku lah orang yang setia menunggumu walaupun kau tak pernah melirikku lebih, Jess.”kurasakan dia membalas pelukanku. Membawaku masuk kedalam dekapan hangatnya.

“Aku tau, karena itu aku memelukmu bodoh.”dia terkekeh mendengar perkataanku. “Tapi… Kenapa kau mengganti penampilan, eoh? Aku lebih suka Jessica yang apa adanya. Kau selalu cantik bagiku. Lagipula, bukan paras cantik yang membuat ku mabuk akan cinta. Tapi hati yang cantiklah yang membuatku mencintai seseorang. Dan orang itu adalah kau, Jess. Kau tidak hanya cantik pada wajah dan tubuhmu, tapi juga cantik pada hatimu.”aku tersenyum menanggapi kata-katanya.

Kulepaskan pelukannya lalu kuambil sapu tanganku untuk menghapus make-up menggerahkan ini. “Nah… Bagaimana?”tanyaku lalu memeluknya kembali. “Seperti Jessica yang ku kenal. Jessica who has the beautiful inner and outer image.”chu~ Donghae mengecup puncak kepalaku.

“Gomawo, Lee Donghae. Being pretty is not everything. Kkk~”

END~

Kkkk~ Gimana? Huwaa!!! Jelek ya? Mianhe._. Tapi jangan lupa RCLnya ya^^

23 pemikiran pada “[SongFic] Is Being Pretty Everything

  1. So sweet…

    Aku ngerasain apa yang di rasain sica unnie disini namja itu memang selalu melihat mereknya bukan kualitasnya (gak nyambung#abaikan)

    Bikin ff haesica yang bnyak thor,chapter lebih seru :D

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s