She’s Not My Baby [Part 2]

miazzura-shes-not-my-baby-poster-request-picture

Title : She’s Not My Baby (Part 2)

Author : miazzura

Cast : Jessica, Donghae, Cristina Fernandez Lee

Genre : Romance, Fluff, Family

Length : Chapter

A/N : Annyeong^^ Walaaaa!!!Ini dia FF gaje yang aku berharapnya ditunggu sih._. Kkk~ Ini pasti bakal jadi FF yang gaje segaje-gaje nya. So, mianhamnida, chingudeul*deep bow*

Oke deh, langsung aja ya, semoga kalian suka^^ Happy reading^^ Dan jangan lupa RCL nya, juseyo\(^o^)/

Poster by http://imaginepiggy.wordpress.com/

Previous Chapter : 1

“Actually, She’s not my baby. But I won’t let her go just like I won’t let my heart for you letting away.”

Author POV

“Jess… Jessie?”Donghae bangkit dari tempat duduknya lalu berniat untuk menyentuh pundak Jessica pelan yang langsung ditepis kasar oleh gadis berdarah San Francisco-Korea itu.

“Don’t touche me, okay? Baiklah, tuan Lee. Aku mencoba untuk profesional sekarang. Intinya, aku ingin melamar pekerjaan disini.”Jessica berujar dingin tanpa menatap wajah tampan Donghae sedikit pun.

“Ha! Kalau begitu kau akan kujadikan menjadi seorang direktur. Mendampingiku. Bagaimana?”tawar Donghae lalu menyuruh Jessica duduk di sofa ruangannya.

“Maafkan aku, Donghae-ssi. But I just want to be a secretary.”Jessica menatap Donghae malas sementara lelaki itu merasakan artian lain didalam tatapan Jessica itu.

“Kau berubah.”gumam Donghae pelan yang membuat Jessica menajamkan pendengarannya walau terkesan tak peduli. “Kau tak seperti Jessica milikku. Kau tak seperti Pretty Sica ku.”Jessica tersenyum sinis mendengarnya.

“Tsk! Tanyakan itu pada dirimu sendiri, Donghae-ssi. Posisikan dirimu sebagai aku pada saat itu. Bagaimana rasanya? Sakit kah?”sindir Jessica tajam. “Maafkan aku, aku tak bermaksud seperti it…”Donghae menghentikan kata-kata nya saat Jessica mulai tertwa renyah.

“Hahaha… Sudahlah, lagi pula kau bukan milikku lagi. Ya kan, Donghae-ssi?”ujar Jessica berat. Sinis memang tapi terasa sangat sesak di dadanya saat mengatakan hal itu.

Donghae terdiam. Merenungkan kata-kata Jessica yang terasa menusuk batinnya. “Ah! Apa kabar kekasihmu itu? Hm… Siapa namanya? Ha! Im YoonA.”sinis Jessica sambil meremas ujung rok yang dikenakannya. Pedih. Itulah yang hatinya rasakan sekarang.

“Di…Dia meninggal.”gumam Donghae yang sama sekali tak membuat Jessica terhenyak. Hatinya telah beku sekarang, sudah terlambat untuk bersedih. Terlebih lagi untuk seseorang yang telah bercinta dengan tunangannya.

“Dia terkena penyakit AIDS.”Jessica menatap protes Donghae yang dibalas dengan senyuman tenang dari Donghae. “Tenang saja. Aku tak terkena penyakit kotor itu. Dia ‘melakukannya’ dengan namja lain setelah aku.”entah mengapa, Jessica merasa lega mendengar penuturan Donghae. Sedikit berharap dirinya akan kembali lagi dengan lelaki tampan itu? Ya, mungkin.

“Apa kau dan Yoona memiliki… Hem, ya kau tau? Baby?”tanya Jessica ragu. “Hem… Kurasa begitu. Tapi Yoona membuangnya. Aku harap bayi itu di tangan yang tepat sekarang.”ujar Donghae sambil tersenyum miris.

‘Iya, Donghae. Dia di tangan yang tepat. Yeoja itu sangat menyayangi nya melebihi rasa kasih sayang eomma kandungnya.’batin Jessica seraya menahan air matanya yang terasa berlomba-loma ingin keluar dari pelupuk matanya.

“Jujur saja, aku ingin bertemu dengannya. Menyayangi nya seperti layaknya seorang ayah dan anak nya. Jika itu tak bisa, aku ingin mengelus lembut kepalanya. Walau hanya sekali, itu sudah cukup bagiku. Tapi dengan mengetahui dia sehat-sehat saja dan diberikan kasih sayang yang semestinya. Aku sudah cukup senang.”Jessica mulai terhenyak mendengar penuturan tulus Donghae.

Jessica berusaha mencari kebohongan dari kedua mata teduh Donghae. Tapi hasilnya… Nihil. Yeoja cantik itu tak menemukannya.

Jessica tersenyum tipis. “Kau akan bertemu dengannya, Donghae-ssi. Aku yakin, dia sangat merindukanmu.”ujar Jessica yang membuat Donghae tersenyum mendengarnya.

“Tapi kurasa eomma nya yang baru tidak menyukai kehadiranmu. Dan kau tau, dia tidak akan membiarkanmu menyentuh anak itu walau hanya sehelai rambutnya.”Jessica berhenti sejenak, mengambil napas panjang perlahan. “Jika sudah, aku permisi. Besok aku akan mulai bekerja. Gamsahamnida.”Jessica berjalan keluar dengan senyuman kecut yang menghiasi wajah manis nya.

Jessica berjalan perlahan meninggalkan Donghae yang mengernyitkan dahi nya bingung. “Tapi aku pasti akan mengambil kembali anakku, Sica. Siapapun eomma nya sekarang. Seperti aku akan merebut kembali hatimu, walau aku tau kau sangat membenciku.”gumam Donghae lalu tersenyum manis.

Jessica POV

“Mianhae, Donghae. Jeongmal mianhae. Tapi aku tak akan membiarkanmu mengambil Cristin dariku. Kau tau, aku takut kau akan menyakitinya. Aku takut.”aku mendengar perkataanmu Donghae. Ya, aku mendengarnya. Dan kau tau, aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya dariku, Hae. Tidak akan!

Aku kembali berjalan menuju halte bus dengan tangan yang mengepal kuat.

Drrt… Drrt… Aku mengambil tempat duduk terlebih dahulu sebelum mengeluarkan handphone ku untuk membaca pesan yang masuk.

From : Kryssie~

Eonnie-ya… Cepatlah pulang! Kurasa Crissie demam. Tadi seorang guru tampan mengantarkannya ke apartment! Ppali!

“Aigoo…”gumamku kecil. Crissie ku sedang demam dan Krystal nakal itu masih saja memikirkan tentang guru yang tampan? Aish! Kurasa aku harus cepat sampai dirumah.

Aku mengetikkan balasan untuk Krystal dengan cepat.

To : Kryssie~

Aku akan segera sampai! Yak! Jangan memikirkan lelaki tampan untuk saat ini! Sekarang, lebih baik kau selimuti Cristin dengan selimut tebal lalu kompres dahi nya dengan air hangat! Air hangat! Ingat!

Aku memasukkan kembali handphone ku walaupun tak lama kemudian dapat kurasakan handphone ku kembali bergetar. Biarlah, Krystal pasti akan mengatakan ‘Yak! Eonnie! Aku tidak mengerti bagaimana caranya!’ atau ‘Eonni-ya, kau tau sendiri aku tak berpengalaman dalam hal seperti ini.’

Entah mengapa, aku merasa bus yang kutumpangi ini berjalan sangat lamban. Oh! Tidakkah supir bus jelek ini tau kalau anakku sedang sakit dan memerlukan ibunya datang dengan segera?

Aku memangku dagu ku dengan kedua tangan yang terlipat tertopang di jendela besar bus ini. Kejadian demi kejadian beberapa tahun silam kembali berputar dengan mulusnya di kepalaku. Seakan enggan membiarkan pikiranku dengan tenang.

“Hhh… Mengapa kau harus kembali?”gumamku pelan. Aku menyesali diriku yang kembali bertemu dengan namja brengsek itu. Dan sialnya lagi, aku menyesali diriku yang sedikit berharap kembali bersama namja itu.

Author POV

Other side…

“Lee sajangnim…”seorang namja dengan pakaian penyamaran berwarna hitam, lengkap dengan kaca mata hitam yang menutupi wajahnya, memberikan sebuah amplop kecoklatan kepada seoarang namja.

“Hmm… Baiklah, kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik.”namja itu menerima amplop coklat itu dengan smirk andalannya. “Igeo… 100.000.000 won. Sesuai perjanjian kita.”namja tampan itu menyerahkan sebuah cek bertuliskan ‘100.000.000 won’ dengan senyum manis nya kepada sang anak buah.

“Ne, gamsahamnida. Donghae sajangnim.”anak buah dari namja itu mengambil cek tersebut lalu menatap kepergian bos besar nya yang sudah berlalu dengan audi hitamnya.

Back to Jessica…

“Kryssie! My child, eodi?”teriak Jessica sesaat setelah gadis itu membuka pintu apartment nya. “Eonnie-ya! Sssttt…. She is sleeping.”balas Krystal sambil menunjuk arah kamar Cristin.

“I’m glad to hear it.”Jessica menghempaskan tubuh mungilnya diatas sofa miliknya diikuti dengan Krystal.

“Hey! Krys… Do you believe it? I was met him.”ujar Jessica datar yang dibalas dengan tatapan yang sanagt menggambarkan keterkejutan dari Krystal. “Jeongmal?!”pekik Krystal yang langsung mendapat jitakan mulus dari Jessica. “Jangan membangunkan Cristin, babo! Ne, aku bertemu dengannya. Dialah bos besar dari perusahaan Lee itu.”Jessica tersenyum miris.

“Tapi aku tetap melamar pekerjaan di perusahaannya itu. Kau tau, aku mencoba untuk menjadi lebih professional. Forget the past and write a new life’s story on a white paper.”Krystal menepuk pelan pundak sang eonnie.

“Kau hebat, eonnie…”kedua kakak-beradik itu tersenyum lalu berpelukan sejenak. “Hahaha… Gomawo, Kryssie. Ah! Ne, aku akan membuatkan makanan hangat untuk kita semua.”Jessica melepaskan pelukan saying adik tercinta nya lalu berlari kecil menuju dapur.

“Yak! Setidaknya gantilah dulu bajuu itu, nae babo eonnie!”ejek Krystal. “Hahaha…. Ne, babo Kryssie!”Jessica berlari menuju kamarnya. Menggangti pakaian rapinya dengan sebuah kaus berwarna pink dan celana pendek sekitar 5 cm diatas lutut milknya.

Jessica berjalan pelan menuju dapur miliknya lalu mengenakan celemek tersayang nya dan mulai mengeluarkan berbagai bahan makanan dari lemari es.

“Eung…. Eomma?”suara serak sang anak membuat Jessica langsung menghampiri Cristin yang tengah berjalan kearahnya sambil membawa boneka kelinci kesayangannya.

“Ah! Kau sudah bagun, Crissie. Eomma akan membuatkanmu soup. Otthae?”Cristin tersenyum senang mendengar makanan favorit nya akan dibuatkan oleh eommanya.

“Ne!”teriak Cristin senang walaupun terlihat jelas wajah pucat di wajah manisnya. “Hahaha… Okay. Kau baik-baik ya bermain bersama Krystal ahjumma dulu.”Jessica tersenyum lalu menyentuh dahi Cristin yang masih terasa panas. “Hmm… Kau masih panas, sayang. Setelah makan, kau minum obat, ne?”suruh Jessica lembut yang dibalas dengan anggukan kecil dari anaknya itu.

Jessica tersenyum manis lalu kembli berjalan menuju dapur untuk membuakan makanan hangat di sore hari yang cukup dingin itu.

Keluarga kecil bahagia ini mulai menikmati saat-saat bersama mereka hingga malam mulai menyergap.

Other side…

Donghae POV

Aku berjalan memasuki apartment di kawasan Bukchang-Dong itu. Kaki ku melangkah memasuki sebuah lift lalu menekan angka 8 di sudut dinding lift itu.

Ting! Lift baja itu berhenti tepat di lantai yang kutuju. Aku bejalan melewati beberapa kamar apartenment yang tak kukenal.

Aku menghentikn langkahku tepat di depan sebuah kamar bernomor ‘822’. AKu menghela napas sejenak lalu memberanikan diri untuk menekan bel yang berada di sudu ku.

Ting tong~

“Biar aku yang buka, eomma, ahjumma!”

“Ne, Crissie-ya!”

Aku mengernyit bingung mendengar suara-suara kecil yang terdengar samar dari balik pintu coklat ini.

Cklek!

Aku terpaku saat pintu besar ini terbuka. Seorang yeoja kecil nan manis menatapku seperti tatapan tak percaya. Entah mengapa, ada sesuatu di dalam hatiku yang bergejolak ingin segera mengingat sesuatu dari anak ini.

Ingin rasanya aku menyapa yeoja manis ini, tapi apa daya, mulutku seakn terkunci rapat. Yeoja kecil ini menggerakkan bibirnya seakan ingin mengatakan sesuatu. Aku masih menunggunya sampai sepatah kata keluar dengan manisnya dari bibir mungil gadis kecl ini yang membuatku seketika membelalakkan mata.

“Appa…”

TBC~

Huwaaa~ Akhirya selesai juga^^ Aku hampr aja dikroyok sama yang nagih FF ini ._. Mian ya bikinnya lama._.v Kkk~ Tapi jangan lupa RCL ya walaupun hasilnya jelek banget^^

43 pemikiran pada “She’s Not My Baby [Part 2]

  1. Huaaa >_< aku sebel banget sama bacaan TBC pengen aku makan dah,ceritanya bagus banget.
    Kontak batin anak sama orang tua emang tidak akan salah T_T

    Kajja di next….

  2. Ping balik: She’s Not My Baby [Part 3] | ^IceFishy HaeSica Forever^
  3. Owaaaaaah kayanya si christin emang ngerasa deh kalo donghae itu ayahnyaaa, semacam ikatan batin mungkin. Akuuu justru pengen banget loooh Jessica sama Donghae balikan, ngga tau kenapa. Aku rasa Donghae mungkin bisa berubah baik hahaha *emangakuauthornyayaahh* pokoknyaaa aku sukaa ff ini.

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s