She’s Not My Baby [Part 1]

miazzura-shes-not-my-baby-poster-request-picture

Title : She’s Not My Baby (Part 1)

Author : miazzura

Cast : Jessica, Donghae, Cristina Fernandez Lee

Genre : Romance, Fluff, Family

Length : Chapter

A/N : Annyeong^^ FF gaje dengan author yang gaje balik lagi *nari hula-hula* Nih, aku bawa FF baru yang entah kenapa ngebet bangen kutulis._.

Kkk~ Oke deh gak usah banyak bacot. Happy reading! Semoga kalian suka, dan jangan lupa RCL nya^^

 

“Actually, She’s not my baby. But I won’t let her go just like I won’t let my heart for you letting away.”

Poster by http://imaginepiggy.wordpress.com/

 

Author POV

“Eomma!”seorang yeoja kecil nan manis berlari menuju pelukan sang eomma yang baru saja pulang dari mengumpulkan pundi-pundi uang untuk keluarga kecilnya. “Oh! Hai! Anak eomma sedang apa, hum?”sang eomma yang bernama Jessica Jung langsung menggendong anak semata wayangnya yang diberi nama Cristina Fernandez Lee. Lee? Ya, Lee adalah marga appa Cristina. Setidaknya begitu.

“Eomma, eomma! Kita kedatangan tamu!”ujar Cris sambil melompat-lompat di gendongan Jessica. “Mwo? Tamu? Nu…”belum selesai Jessica berbicara, teriakan cempreng seseorang langsung membuatnya menganga lebar.

“Surprise!”teriak yeoja itu. “Ah! Krytal-ah? Aigoo! Eonnie sudah sangat merindukanmu.”Jessica menurunkan Cris dari gendongannya lalu memeluk adik kesayangannya itu.

“Hahaha! Ne, eonnie. Nado bogoshipo. Lagipula, untuk apa eonnie kembali ke Korea, eoh? Lebih baik eonnie kembali bersama kami saja di San Francisco. Hidup eonnie dan Cristin akan terjamin. Lagipula kalau eonnie masih disini, kemungkinan besar eonnie dapat bertemu dengan…”Krystal menggantungkan kata-katanya, takut menyakiti hati Jessica.

“Sudahlah, toh, Cristin sudah bersekolah disini. Kasihan kan kalau dia harus pindah sekolah?”Krystal menggembungkan pipinya mendengar jawaban yang sudah dapat ditebak olehnya.

“Oh ya, bukannya kau masih bersekolah di Jepang?”tanya Jessica mencoba mengganti topik pembicaraan.

“Yak! Aku sudah lulus sejak 6 bulan yang lalu, eonnie! Itulah akibat dari tidak datang di hari kelulusanku!”

“Eh? Jinjja? Kenapa aku tak mengingatnya ya?”

“Yak! Eonnie! Kau menyebalkan!”

Begitulah jika kedua saudara kandung ini bertemu. Selalu penuh dengan  perbincangan yang mereka anggap menarik.

“Eomma… Ahjumma… Palgeopal-yo.”Cristin mengelus-elus perutnya yang terasa lapar sambil terus-menerus merengek. “Ah! Ne, sudah jam 7! Aku harus segera membuat makanan. Krystal, tolong ajak Cris bermain, ne?”Jessica langsung berlari menuju dapur apartment nya lalu memasang celemek berwarna light blue miliknya.

“Kajja! Kita bermain!”Krystal mengeluarkan balok-balok mainan lalu menyusunnya bersama Cristin yang terlihat bahagia disebelahnya. “Ahjumma…”Cristin berucap sambil menatap Krystal ragu.

“Hm? Wae?”Krystal melirik Jessica yang sepertinya masih sibuk dengan urusan masak-memasaknya. “Nae appa… Eodi?”DEGH! Krystal dan Jessica -yang hanya beberapa meter jaraknya dari kedua yeoja itu- sontak berhenti dari kegiatan masing-masing.

Krystal menatap Jessica, seakan mengatakan ‘What should I do? This is your responsibility!’. Jessica hanya menatap Krystal seperti memberikan tanda “Just give it to me. The food is almost ready.”

Ah! Makanan nya sudah siap!”seru Jessica sambil membawa se-nampan penuh makanan lalu membawanya menuju meja panjang di ruang keluarga.

“Yeay! Lihat! Bibimbap!”heboh Krystal lalu mengambil mangkuk nya dan langsung berseru, “Selamat makan!”kepada sepasang ibu dan anak dihadapannya.

Jessica POV

Jujur, aku tak memfokuskan pandanganku pada makanan yang ada dihadapanku. Yang sedari tadi kupadangi adalah Cris yang sedang makan dengan lahapnya. “Nae appa… Eodi?”kata-kata polos Cristin selalu terngiang-ngiang di kepalaku.

“Mianhae…”gumamku pelan. “Eh? Eomma, eomma meminta maaf pada siapa?”aku terlonjak kaget ketika mendengar pentanyaan Cristin. Akh! Kenapa aku sebegitu bodohnya? “Eomma? Haha… Ani. Mungkin tadi eomma hanya menyanyikan sebait lirik lagu.”ujarku bodoh. Baiklah, apakah Cristin akan percaya dengan ucapanku ini?

“Oh… Suara eomma bagus.”ujar Cristin sambil tersenyum, sementara aku terbelalak mendengar perkataan Cristin.

Setelah beberapa lama, akhirnya acara makan malam yang canggung ini pun selesai. “Cristin sayang, kerjakan tugas sekolah mu dulu ne?”Cristin hanya mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya. Benar-benar anak yang pintar.

“Eonnie… Aku ingin berbicara sebentar. Tapi di kamarmu saja.”aku mengangguk lalu mengikuti Krystal ke dalam kamar.

“Waeyo, Kryssie?”

“Eonnie, sampai kapan?”

“Maksudmu?”

“Sampai kapan kau mau merahasiakan tentang orang tua Cristin darinya?”aku menghela napas panjang mendengar pertanyaan Krystal.

“Oh! Mohon jangan jawab aku dengan kata ‘entahlah’.”lanjutnya. Cih… Dia bisa membaca pikiranku.

“Tapi aku tidak mau menyakiti hatinya, Krys. Lagipula, Hae oppa dan Yoona tak menginginkannya. Aku berharap tak akan bertemu dengan mereka lagi. Hiks…”aku mulai terisak mengingat kejadian menyedihkan 8 tahun yang lalu.

Flashback

Aku berjalan riang menuju kantor tunanganku, Lee Donghae. Kalian tau, 3 hari lagi kami akan melangsungkan pernikahan yang akan mengikat cinta kami selamanya.

Aku memasuki kantor nan luas itu. Tapi entah mengapa, seluruh karyawan kantor ini menatap ku seperti tatapan… Prihatin, mungkin? Hey! Apa yang menyedihkan dari diriku?

Ckrek! “Omo!”pekikku saat membuka pintu besar ruang kerja Donghae oppa. Sekarang, tunanganku sedang bercinta dengan sahabatku sendiri, Im Yoon Ah. “Op… Oppa?”gumamku dengan suara parau menahan tangis.

“Jess? I… Ini tak seperti yang kau…”PLAK! Aku menampar keras wajah tampan tunanganku itu. “Sudahlah oppa, sekarang sudah ada aku disini. Kau tak perlu memikirkan gadis semacam dia.”ujar Yoona yang membuatku semakin naik darah.

“Hahaha… Maafkan aku sudah menggangu aktifitas bejat kalian. Jadi mungkin lebih baik aku pergi. Hiks…”aku berlari meninggalkan Lee Corp dengan tangisku yang tak kunjung berhenti.

1 year later…

Seperti biasa, aku terduduk diam di dalam apartment ku sambil menonton televisi yang menampilkan acara yang cukup membosankan bagiku. Sejak kejadian 1 tahun yang lalu, aku menjadi seseorang yang pemurung dan tak mau keluar dari apartment ku. “Hhh… Menyedihkannya hidupku.”

Ting tong~

“Isss… Siapa yang berani menggangu acaraku hari ini, eoh?”gerutuku lalu melirik kearah kamar adikku, Krystal. Baiklah, mungkin dia sedang mengerjakan setumpuk tugas dari gurunya yang gendut itu. Fine! Aku yang akan membuka pintunya!

Ckrek!

“Cih, tidak ada ta… OMO!”pekikku setelah melihat keranjang bayi yang tertaruh sempurna di depan pintu apartmentku. “Yak! Yak! Bayi siapa ini? Yang jelas dia bukan bayiku! Tapi… Tapi… Aish!”aku mengangkat keranjang bayi itu ke dalam apartment.”Krystal!”teriakku, tapi hebatnya bayi ini tak terganggu sama sekali. Dia tetap tertidur pulas, yah, mirip seperti ku.

“Yak! Wae, eon… Omo! Eonnie, kau memiliki bayi?!”Pletak! Sebuah jitakan berhasil mendarat mulus di kepala Krystal. “Tentu saja tidak, babo.”aku pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi.

“Eh? Ada suratnya, eonn.”aku mengambil surat berwarna putih yang baru saja ditunjuk Krystal. “Baca, eonn. Baca!”aku menatap Krystal malas lalu membaca isi surat itu.

To : Jessica Jung(jika aku tak salah mengeja namamu)

Jess… Aku yakin kau dapat merawat bayi ini. Lagipula aku ‘melakukannya’ dengan tunanganmu, jadi kuanggap bayi ini juga dapat menjadi tanggung jawabmu. Yah, aku sudah tidak ingin bertemu bayi ini lagi. Terserah kau saja jika kau ingin merawatnya ataupun membunuhnya. Itu terserah padamu, aku sudah tidak mau ambil bagian lagi disini. Ya, walaupun aku adalah ibunya. Terima kasih, Jessica Jung.

From : Y

“Mwo?! Kurang ajar sekali dia! Siapa namanya? Yumna? Eh? Yoona! Iya, Yoona!”pekik Krystal kesal. “Sudahlah, mau apa lagi? Kita rawat saja, bagaimana?”tanyaku yang dibalas dengan gerutuan dari adikku yang menyebalkan ini.

“Tapi siapa namanya? Kau harus memberikannya nama, ingat?”aku mengangguk lalu mengingat-ingat nama bayi yang sering kudengar dan menggabungkannya menjadi satu. “Ah! Cristina Fernandez. Bagaimana? Bagus tidak?”Krystal tersenyum lalu mengangguk. “Cristina Fernandez Jung? Begitu? Bagaimanapun akan lebih bagus jika dia memiliki marga.”ujar Krystal. Marga? Ha!

“Cristina Fernandez Lee. Bagaimana? Dia memang seharusnya menggunakan marga appanya kan?”Krystal menatapku seperti mengatakan “Are you allright? He doesn’t want her! She’s your baby now!”

Aku mengangguk lalu mengecup singkat pipi chubby bayi ini.

“Hey! Eoonie, tapi kalau dilihat-lihat, dia lebih mirip perpaduan antara dirimu dengan Donghae oppa dibanding perpaduan orang tua aslinya.”

“Hahaha… Jinjja?”

“Ne! Tentu saja! Ah! Sekarang aku menjadi ahjumma?!”

“Aniyo! Kau menjadi harabeoji, hahaha!”

“Yak! Hey! Lihat! Bayimu tertawa!”

“Aih! Yeoppoda!”

Flashback END

Author POV

The next day…

“Eonnie-ya! Ireona-yo!”pekik Krystal sambil mengguncang pelan tubuh mungil Jessica. “Isss… Eonnie! Kebiasaan tidurmu itu masih sama seperti dulu. Lihat! Cristin bahkan sudah bangun.”Krystal mengangkat tubuh Jessica sehingga Jessica langsung terduduk seketika.

“Ah! Ne, aku bangun.”Jessica mengucek matanya yang sembab sehabis menangis semalam lalu mengambil handuk untuk segera mandi. “Krystal-ah, kau tolong suruh Cristin untuk mandi ne? Lalu buatkan susu untuk kita ber-tiga. Nanti aku akan membuat sarapan.”Krystal mengangguk lalu berjalan keluar dari kamarnya dan Jessica menuju dapur.

“Cristin! Mandi dulu! Kajja!”

“Ne, ahjumma.”

Pagi yang tidak bisa dibilang damai ini berlangsung sedemikian rupa di apartment yang ditempati oleh 2 orang yeoja dewasa dan seorang yeoja kecil nan manis itu. Pagi yang terasa riuh namun hangat. Itulah penggambaran pagi ini. Suara burung-burung kecil yang merdu membuat pagi hari ini semakin terasa menyenangkan.

Seorang yeoja bernama Jessica Jung tengah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya ini. “Yeay! Cream soup!”seru Cris senang saat melihat Cream soup yang sedang dibawa eommanya ke meja. “Ne, honey. Ppali! Selamat makan!”seru Jessica yang diikuti oleh Krystal dan Cris.

“Ah! Selesai! Eomma, sepertinya bis sekolah ku sudah sampai. Aku berangkat dulu, ne?”Cristin mengecup pipi Jessica dan Krystal lalu berlari menuju bis sekolah yang sudah menunggunya di depan gedung apartment.

“Eh? Eonnie, tidak berangkat bekerja?”tanya Krystal bingung sambil mengangkat nampan berisi mangkuk kosong dan meletakkannya di wadah cucian. “Hhh… Kim Corp, tempat eonnie bekerja. Bangkrut.”ujar Jessica pelan yang membuat Krystal mengernyit bingung.

“Bangkrut? Berarti eonnie…”Krystal menggangtungkan kata-katanya lalu menepuk pelan pundak Jessica. “Sudahlah, aku yakin eonnie pasti bisa mencari pekerjaan yang lebih bagus. Cha! Ayo kita cari!”Krystal memberikan beberapa lembar koran pada Jessica dan mulai membukanya.

Jessica POV

Aku mengambil koran yang disodorkan Krystal. “Jika kau ingin tetap makan dan tinggal dengan nyaman disini, lebih baik kau membantuku mencari pekerjaan.”ujarku saat melihat Krystal yang akan mengambil remote televisi yang berada di sebelahku.  “Ne, mianhae.”ujarnya.

“Ah! Aku menemukannya! Satu-satunya perusahaan yang tengah mencari sekretaris pribadi saat ini! Otthae?”seru Krystal yang langsung membuatku bersemangat. “Ini, eonnie. Lee Corp.”Lee Corp? Baiklah, perasaan ku mulai tidak enak.

“Eonnie… Jangan bilang kalau kau teringat dengan si Lee Donghae itu?”aku melirik Krystal sekilas lalu kembali berdebat dengan hatiku. Oh, come on! Ada banyak orang bermarga Lee  di Korea Selatan yang luas ini. Seperti contohnya, hoobaeku yang bernama Lee Jin Ki dan Lee Taemin, lalu ada sahabatku Lee Sunny yang sudah menikah dengan  Lee Sungmin, dan masih banyak keluarga Lee yang lainnya. Belum tentu pemilik perusahaan ini adalah si Lee Donghae brengsek itu.

“Hm… Baiklah, aku menerimanya.”kulihat, Krystal tersenyum senang lalu memelukku.

“Eonnie, ayo! Kau tidak mau terlambat untuk interview kan?”

“Eh? Today?”

“Eonnie, read it carefully. It’s today at noon.”

“But I just have 3 hours.”

“Oh! Please! You used to be a secretary right? So… What’s wrong?”

“Hm… Okey.”

Author POV

Jessica tampak membenarkan kerah jas bermodel perempuan berwarna peach miliknya. “Jam 12.”ujarnya pelan. Disampirkannya tas berwarna senada, lalu berjalan menuju ruang tengah. “Krystal-ah, jam 1 nanti jangan lupa buatkan makan siang untuk Cristin saat dia pulang.”Krystal mengangguk dan mengacungkan jempolnya kearah Jessica saat mendengar ocehan kakak perempuannya itu.

“Jangan lupa, arrachi? Aku pergi dulu, annyeong!”Ckrek! Suara pintu apartment yang tertutup. Menandakan kalau Jessica sudah meninggalkan kamar apartmentnya yang bisa dibilang cukup megah itu.

Jessica berjalan pelan dengan high heels berwarna coklat muda miliknya. Rambutnya yang berwarna coklat terang terlihat rapi setelah dihias dengan pita kecil berwarna coklat muda. Cantik dan elegant. Itulah gambaran diri gadis berdarah San Francisco-Korea ini.

“Hhh…”Jessica menghela napas panjang sebelum memasuki bus yang baru berhenti 5 menit lalu di halte dekat gedung apartment yang ditinggalinya. Dikeluarkannya handphone putih canggih dari dalam tas nya.

Dimainkannya benda tipis itu. Bermain, permainan yang biasa dimainkan oleh anak remaja. Hey! Apa salahnya? Jessica masih berusia 24 tahun, itu bukan suatu masalah kan?

Krrk! Bangku bus sedikit berdecit saat Jessica berdiri dan mulai berjalan menuju kantor besar nan megah di hadapannya. “Lee Corp.”ujar Jessica pelan saat membaca sebuah tulisan besar di taman kantor ini.

Setelah mengatakan kata tersebut, Jessica menghela napas panjang lalu kembali berjalan menuju ruangan anak pemilik perusahaan ini. Ya, setidaknya begitulah janji yang sudah dibuatnya dengan receptionist Lee Corp.

“Minhamnida, agassi. Boleh aku tau dimana ruangan tuan muda Lee?”tanya Jessica sopan pada receptionist wanita dihadapannya. “Oh! Kau pasti Jessica Jung. Ruangan tuan muda ada di lantai ke-3. Setelah sampai diatas, kau langsung saja berjalan ke kanan.”ujar receptionist ber-name tag ‘Kim Taeyeon’ itu dengan senyumannya. “Ne, gamsahamnida.”

Jessica POV

Aku langsung mengikuti petunjuk dari Kim Taeyeon. “Ah! Ini dia!”ujarku senang.

Tok… Tok… Tok… Kuketuk pelan pintu kayu yang nampak besar itu. “Masuk.”DEGH! Suara ini… Oh tuhan! Kumohon, semoga firasatku ini salah.

Ckrek!

“Lee Donghae…”

“Jessie?…”

TBC~

Huwahahaha! Gimana? Jelek ya? Iya iya, aku ngerti.-.

Jangan lupa RCL nya ya^^

28 pemikiran pada “She’s Not My Baby [Part 1]

  1. annyeong aku riders baru di sini ^ ^

    Thor bagus banget aku haesica shiper dan setelah baca ini jadi makin suka sama haesica.
    Capcus part 2 :)

  2. annyeong nae riders baru di sini ^ ^
    Sukaaa sukaaa sukaaa
    Thor bagus banget aku haesica shiper dan setelah baca ini jadi makin suka sama haesica.
    Capcus part 2 :)

  3. Ping balik: She’s Not My Baby [Part 2] | ^IceFishy HaeSica Forever^
  4. Ping balik: She’s Not My Baby [Part 3] | ^IceFishy HaeSica Forever^
  5. Yaaaammpuuu kenapa aku baru nemu ff ini yaaah huhuhu, aku lagi iseng nyari” ff Jessica – Donghae terus ketemu ff ini deeeeh. Ohiya kenalkan aku fansnya Krystal hehehe. Aaaah author aku suka aku suka, Jessica baik banget mau ngerawat bayi Yoona. Pokoknya aku sukaaaa

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s