The Love Story [Chapter 1 Long Version]

haesica

Title       :  The Love Story [Chapter 1 Long Ver]

Pict         :  Credit by Thertikart

Author  :  Agustina (@Thina_Cuph20)

Genre   :  Family, Romance, Comedy, Friendship, Fantasy

Length  :  Series

Rating   :  PG-15

Cast       :

  • Lee Soo Man
  • Cho Kyuhyun  (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Jessica Jung (Girls Generation)
  • Max Changmin (TVXQ)
  • Lee Hyukjae (Super Junior)

Disclaimer           :  All cast belong to god. This is story belong to me. So if you don’t like don’t read. Don’t bashing, and if you like please give me a comment. J

Note                      :  Di part ini HaeSica-nya belum muncul, mungkin appa n eomma akan muncul di part berikutnya, tapi mimin gak janji ya, kalau part duanya HaeSica muncul, tapi bisa dipastikan mereka pasti muncul. PASTI.

Tuuuuuutttttttttttttttt……..!!!!

Suara kereta api, mengagetkan seorang namja yang tengah tertidur dikursi kosong distasiun, malam ini begitu dingin namun ia sama sekali tidak terusik, kereta berderit dan munculah seorang namja lain dari dalam kereta itu. Sepertinya ia juga memiliki tujuan yang sama denganya.

Benar saja, ketika namja yang belum dikenalnya itu bertanya.  “Universitas Hard Seoul ne?”

“Ne” Ia mengangguk sembari menjabat tangan namja itu, sepertinya ia orang yang ramah. Terlihat dari sikapnya dan perangainya yang dewasa.

“My name is Kyuhyun, Cho Kyuhyun”

“ahh aku Changmin, Shim Changmin” mereka kembali menghabiskan waktu mereka untuk menunggu kereta terakhir malam itu, mereka berharap menemukan teman baru yang sama seperti mereka. 30 Menit berlalu mereka lalui dengan tidur, sampai akhirnya.


Tttuuuutttttttttttttttttt……!!!!

Bunyi panjang peluit kereta api itu mampu mengusik tidur mereka, mereka menatap kereta itu cukup lama, hhhmm mungkin memang sudah tidak ada lagi penumpang yang turun disini, dugaan mereka salah besar, ketika

“BBRUGHHH….” Suara tas jatuh mengagetkan kedua namja yang masih termenung  di kursi stasiun, mata mereka menyipit, menatap arah datangnya suara.

“Hay guys kalian ingin ke kampus?” ucapnya sok kenal. Siapa lagi kalau bukan sang pemilik tas. Kedua namja tadi hanya saling pandang ‘apa kau mengenalnya?’ seperti itulah arti tatapan mata mereka, lagi mereka hanya menggendikan bahu tanda mereka tidak mengenali namja didepanya ini.

“ne” Jawab Kyuhyun dan Changmin kompak, kedua namja itu masih sibuk ,menatap namja yang terus tersenyum itu dihadapanya. Apa ia tidak lelah tersenyu terus, batin Changmin.

“Bagus” namja pemilik tas itu tersenyum riang, dijatuhkanya tas yang masih ia pegang, Namja itu mengulurkan tanganya “Eunhyuk, Lee Hyukjae” sahutnya dengan deretan giginya yang rapi itu.

“baik” mereka tersenyum bersama untuk yang pertama kalinya, Ini pertemuan pertama mereka, ketika itu mereka sama sekali tidak tahu, jika pertemuan singkat mereka distasiun, akan jadi persahabatan abadi selamanya.

…………………………..

* ASRAMA UNIVERSITAS

Ketiga manja itu menatap megahnya tempat mereka menuntut ilmu, mereka berdecak kagum dan langsung meloloskan diri kedalam gedung yang telah menanti mereka.

“CKLEKK”

“Kamar yang cukup luas” celetuk Eunhyuk, namja yang paling hiper active diantara kedua temanya itu. Mereka bertiga sudah sampai dikamar mereka, beruntung 1 kamar itu memang untuk 3 orang.

“Permisi…..yang masuk pertama dia yang dapat” lanjutnya sembari menjatuhkan tubuhnya ketempat tidur yang dipilihnya. Sementara Kyuhyun dan Changmin hanya menggeleng menanggapi sikap temanya yang menurut mereka memang super, super naughty.

“ini kasurku. Oh God, ini kasur atau batu” lanjutnya lagi sembari memukul-mukulkan tanganya kekasur, mungkin dia adalah namja paling cerewet yang pernah ada. Ia sibuk berbicara dengan gayanya yang unik, ia sibuk memukul kasur itu layaknya lawan bicaranya sendiri.

“Kita tidak berdaya, jika besok kita harus kuliah” Kyuhyun dan Changmin masih diam, mereka masih enggan untuk berbicara, atau sekedar menanggapi celotehan teman sekamarnya itu.

“walau kasur seperti batu tetap harus tidur, aishh tenang guys tidak ada yang peduli padaku, mereka pasti sudah tidur” ucapnya panjang lebar ketika ia menyadari tatapan mata teman-temanya itu, tetap saja tidak mengerti Eunhyuk tetap melanjutkan argumennya layaknya pedagang yang menjajakan daganganya.

Sementara Kyuhyun dan Changmin dua namja tampan ini kembali sibuk menata dan membereskan barang bawaan mereka, sembari sesekali menggeleng kecil, mengingat ulah temanya yang satu itu. Benar-benar.

Baru saja ia diam beberapa detik, ia sudah mulai melanjutkan celotehanya, sepertinya memang ia tidak bisa diam barang beberapa menit. “Hey guys, kalau ada diantara kalian yang mendengkur  beri tahu aku sebelumnya, agar aku menyumpal telingaku dengan kapas, karena aku tidur 8 jam lalu memimpikan gadis-gadis cantik” lanjutnya dengan wajah yadong tingkat tinggi.

“Harap kalian maklum guys, thanks”

“hey guys, kalian dengar suara itu?”

Kyuhyun membuka jendela yang menghadap langsung kearah datangnya matahari itu, membuat mereka langsung terkena sinarnya, ketiga namja itu menatap satu titik fokus yang sama, seseorang yang  tengah sibuk berdoa dihadapan sang surya.

“Nugu?”

Kyuhyun yang terus diampun akhirnya ikut angkat bicara kali ini “Dia rector kampus kita, dan dia satu-satunya Soo Man Lee”

…………………………………………

* AULA UNIVERSITAS

Hari ini pertama kalinya, semua murid dikumpulkan diaula besar Hard Seoul Unnivercity, semua tampak gugup, menatap seseorang yang telah cukup lanjut usia itu berdiri dengan gagah dihadapan mereka semua, dan seperti mereka ketahui seseorang itu adalah rector kampus  mereka Soo Man Lee.

“Hemmmm” Semua murid yang semula ricuh langsung diam seketika, ketika rector mereka mulai mengucapkan kata pertamanya, walaupun hanya sebuah geraman kecil, tapi itu sudah cukup membuat seisi aula itu diam tak berkutik.

“Tradisi, kebaikan dan kedisiplinan, itu tiga peraturan kampus ini. Ini suatu ajaran sampai kami membina masa depan kalian, siswa-siswa yang telah menyelesaikan kuliahnya dan meninggalkan kampus , mereka meninggalkan contoh yang baik untuk kalian, kini mereka telah menjadi orang yang berhasil…

“apa yang orang tua itu katakanan”  ucap Eunhyuk santai sambil mengunyah permen karetnya.

“diamlah dan dengarkan” bisik changmin.

Eunhyuk mulai menajamkan pendengaranya untuk mengetahui apa yang disampaikan rector kampusnya itu.

“Ada yang jadi pengarang terkenal, pengusaha besar dan para pemimpin, tapi satu hal yang mereka patuhi selama hidupnya, mereka mengikuti ajaran-ajaran kampus ini, kini kalian diberi kesempatan jadi bagian dari orang-orang yang berhasil itu” ucapnya dengan penuh wibawa dan ketegasan.

“Kalian dipilih dari setiap pelosok negeri, ini lalu dibawa kemari, dengan keyakinan kalian mampu menjadi orang yang berhasil, tapi tidak mudah mendapatkan keberhasilan, dibalik keberhasilan besar selalu ada pengorbanan”

“Setelah masuk kampus ini, tinggalkan dunia luar, selama kalian disini, kampus ini adalah dunia kalian, dan aku harap kalian semua belajar dengan tekun dan akan mematuhi peraturan-peraturan disini dengan baik, jika ada siswa yang tertangkap melanggar disiplin kampus ini, dia akan dikeluarkan dari kampus, dan ingat sekali dikeluarkan dari kampus, selain kampus ini semua kampus di negeri ini tertutup bagimu” Semua siswa tidak ada yang berani untuk melawan bahkan sekedar bertanya kepada rector kampus mereka yang terkenal sangat keras dan disiplin.

“Kalau diantara kalian tidak ada yang bersedia berkorban, dia dipersilahkan keluar dari kampus ini” ucapnya sembari menunjuk pintu utama kampus.

“maka pintu gerbang kampus dan dunia luar tertutup bagi kalian, hmm aku harap kalian menunduk dan memejamkan mata, lalu renungkanlah setiap kata-kataku, setelah itu kalian sendiri yang memutuskanya”

Semua murid laki-laki itupun menunduk, begitupula Eunhyuk, Kyuhyun dan Changmin mereka bertiga sibuk berkutat dengan pikiran mereka masing-masing, samapi akhirnya mereka semua mulai mengangkat kepala mereka kembali dan tidak didapatinya oleh pandangan mereka, Lee Soo Man sudah tidak berdiri lagi ditempatnya.

******************

Hari ini semua kegiatan belajar mengajar untuk pertama kali telah dimulai, para siswa sibuk memperhatikan dosen-dosen yang bergantian memberikan mereka petuah-petuah, jam istirahat tiba dan seluruh siswa sibuk pergi kekantin kampus untuk mengisi perut kosong mereka, mereka semua berdoa bersama dan duduk untuk mulai menyantap makananya, setaiap jamnya Lee Soo Man akan berkeliling dan memperhatikan suasana kampusnya itu. Jam istirahat telah selesai banyak siswa berlalu lalang ada yang kembali kekelas dan ada yang sibuk diperpustakaan, tak ada yang dapat mereka lakukan disini selain belajar, mereka sibuk membolak-balik buku tebal yang mereka pegang, sastra, informatika semua mereka pelajari dengan benar, mereka terlalu takut jika harus melanggar dan menghadap rector killer mereka itu. Tiba saatnya mereka pulang ke Asrama, mereka tetap harus belajar dan belajar tidak ada yang lain lagi selain itu. Dan ketika malam hari menjelang Lee Soo Man akan mengunci gerbang asrama itu sendiri, ia tak pernah menyuruh siapapun selama ini ia melakukan kegiatan itu sendiri.

*****************

* IN BAD ROOM

Changmin tengah sibuk dengan catatanya, hari ini ia hanya berdua dengan Eunhyuk karena Kyuhyun yang sibuk diperpustakaan, mungkin sebentar lagi ia juga pulang, fikirnya. Eunhyuk keluar dari kamar mandi, sedari tadi ia terus bernyanyi dan menari layaknya  The King Of Pop.

“Black or white….iiihiiiii” Ucapnya sembari menirukan gaya sang idolanya itu, matanya menyipit mendapati selembar kertas tergeletak begitu saja dilantai kamar mereka, ia semakin menyipit kan mata ketika ia mulai mengenali sosok laki-laki dikertas bergambar yang sudah berpindah ketanganya itu, sontak ia berlonjak dan berteriak kencang.

“Changmin have a Girlfriend, Changmin punya pacar” mendengar namanya disebut-sebut, sontak namja itu beralih pandang dari catatanya, matanya melotot tajam ketika foto kenangan masalalunya itu berada ditangan yang tidak aman sekarang.

“Hey Hyung itu miliku?” paniknya sembari merebut foto itu dari tangan orang usil ini.

“Aku tahu, tapi siapa yeoja yang bersamamu itu?” jawabnya dengan serinagian kecil dipipinya itu, ia terus memandang wajah lucu difoto yang ia pegang.

“Bukan siapa-siapa, ayo kembalikan hyung” Changmin mulai merebut foto itu lagi namun nihil ia kalah lincah rupanya.

“Dia pacarmu kan, hahaha Changmin punya pacar, Changmin punya pacar”

“Hentikan Hyung apa yang kau lakukan” teriak Changmin,ia  melompat keatas kasur Eunhyuk dan mencoba meraih foto itu lagi.

Jadilah kejar-kejaran di dalam kamar itu, menimbulkan suara yang sangat bising dan sangat mengganggu jika ada yang mendengarnya. Derap langkah terdengar dengan jelas semakin dekat kearah kamar mereka tersebut ,merasa was-was, Changmin dan Eunhyuk berhenti dari kegiatan mereka semula dan bersiap tidur lebih tepatnya pura-pura tidur, mereka takut kalau-kalau itu suara derap langkah rector killer itu, bisa tamat Riwayat hidup mereka.

Pintu terbuka, dan “ Oh God, kau yang datang, kau mengagetkanku?” ucap Euhyuk dan membenarkan posisi tidurnya menjadi duduk.

“Cepat, ada yang ingin kuperlihatkan, kemarilah” Kyuhyun yang baru masuk itupun langsung mendudukan tubuhnya disamping temanya itu, ia mengerti kalau temanya ini baru saja membuat ulah.

“Mwo? Marhaebwa?” Kyuhyun langsung menatap foto yang ditunjukan Eunhyuk padanya, ia tersenyum kecil .

“Nugu?” Tanyanya berpura-pura tidak mengenali siapa orang yang berada dalam foto.

“Ige, mereka Romeo dan Juliette, Kim Tae Hee dan Rain, Changmin dan….emmm  Changminnie” jawabnya menerka siapa nama gadis yang memeluk Changmin didalam foto itu, Changmin duduk dan mengambil foto itu dari tangan Eunhyuk, kali ini tidak ada kejar-kejaran lagi, Eunhyuk hanya menatap Changmin berharap namja jangkung itu mau menceritakan sesuatu padanya dan Kyuhyun tentunya.

“Dia Victoria, tidak seperti yang kalian duga, Dia hanya teman baiku, dulu dia temanku” akhirnya Changmin pun membuka suranya. Eunhyuk beberapa kali menganggukan kepalanya sepertinya namja itu tertarik sekali dengan cerita Changmin.

“Dulu Dia temanmu?” Kyuhyun sedikit tidak mengerti.

“Dulu Dia teman masa kecilku, Dia sahabat karib, kami tetangga dan kami sama-sama remaja” Lanjutnya, suasana tiba-tiba menjadi beku, hanya suara Changmin yang mendominasi ruangan itu, sementara Eunhyuk ia terpaku, entah apa yang lelaki tampan itu fikirkan. Ia menunggu kelanjutan cerita Changmin.

Changmin menatap foto itu sejenak “Kami memotrenya disuatu perayaan,itu hari ulangtahunya, lalu esoknya ia pergi untuk selamanya”

“Hahh… Yeoja itu mati?” Histeris Eunhyuk, Changmin mendengus kesal karena Eunhyuk memotong ceritanya begitu saja.

“Aku belum selesai hyung”

“aishh baiklah-baiklah, jangan menatapku sepert itu”

“Ayahnya dipindah tugaskan, itu terakhir kali aku melihatnya” ia menghela nafas sejenak, ia ingin mengeluarkan air matanya, tapi sepertinya ini bukanlah saat yang tepat.

“Ini kisah 6 tahun lalu, ketika itu usiaku 14 tahun”

“Kau tahu sekarang ia dimana?” Eunhyuk bertanya antusias, sepertinya ia begitu terharu mendengar cerita Changmin, yang menurutnya cukup tragis itu.

“Beberapa bulan lalu kudengar, dia ada dikota ini”

“Hebat, berarti kau tahu dia tinggal dimana?”

“Tidak, karena aku tidak ingin mencarinya”

“Wae?”

“Karena sudah lama” changmin berdiri, disandarkanya tubuhnya ketembok. Ia menghela nafas panjang dan melanjutkan kalimatnya.

“Entah dia mengenalku atau tidak, Atau ingin bertemu atau tidak, Jika ditakdirkan bertemu kita pasti bertemu, jika tidak ditakdirkan tidak apa”

“Changmin kau sangat mencintai dia?” Kyuhyun ikut berdiri dan menepuk bahu Changmin, seperti meyakinkan sesuatu.

“Tidak, bukan itu, karena dia hanya teman lama”

“Diam!!” Eunhyuk langsung mengambil tempat diantara kedua temanya itu. Jari telunjuknya mengarah tepat kehidung changmin.

“Teman lama ketemu,jawab pertanyaanku berapa banyak foto teman lamamu yang kau bawa sejak 6 tahun eoh, marhaebwa?” kesal Eunhyuk. Changmin hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kali ini Eunhyuk memang benar, kalau bukan karena cinta untuk apa ia mau membawa foto itu kemana-mana.

KRIINGGGGGG….

“alarm berbunyi waktunya tidur” Kyuhyun mengingatkan teman-temanya ia beranjak dan  beralih ketempat tidur.

“Aishh dia hanya teman lama, jika foto itu ada padaku, mungkin aku sudah ada dirumahnya dan mencicipi masakanya sedangkan kau bilang jika ditakdirkan bertemu, jika tidak sudahlah iishh omong kosong” lanjut Eunhyuk dengan menggebu-gebu. Ia menirukan gaya bicara Changmin saat mengatakan kalimat itu.

Eunhyuk menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, ia ingin memejamkan mata sebelum ia teringat sesuatu.

“Hey.. Kyuhyun-ah di balik kampus kita ada kampus yeoja?”

“hemm apa urusanku?”

“Ani….anni , jangan berbuat apa-apa, kau berfikir saja, aku yang akan bertidak” jawabnya dengan senyum yang merekah dibibir tipisnya itu, ia terlihat merencanakan sesuatu.  Ujung bibirnya ia tarik seringaian itu muncul lagi diwajahnya.

******************

* IN THE MORNING

06 : 50 KST

“aishhh bisa terlambat ini?” Eunhyuk berjalan tergesa-gesa menuju kampusnya, tanganya sibuk membenahi dasinya yang belum terpasang dengan sempurna, teman-temanya meninggalkanya begitu saja tadi pagi, mereka tidak membangunkanya yang terlalu asik memimpikan yeoja-yeoja cantik ditidurnya.

Ia menatap  sekitar, berharap masih ada murid yang bernasip sama seperti dirinya tapi sepertinya nihil, semua siswa disini terlalu disiplin, cibirnya. Eunhyuk kembali melangkah namun ekor matanya menangkap seseorang yang mencurigakan, seseorang berjubah coklat  yang membelakanginya entah apa yang sedang orang itu lakukan.

“heyy….Nuguseo? heyyy…. Neoo!! Kau mencuri ne?”

“Kau mau lari kemana? Ku hajar kau, dasar pencuri?”

Eunhyuk berlari kencang berusaha menyamakan langkahnya dengan orang yang dipanggilnya pencuri itu, orang itu terus berlari, sampai akhirnya Eunhyuk berhasil menarik jubah milik orang itu, tapi sebelah tanganya dengan cepat menarik salah satu tanganya. Orang itu menoleh, dengan nafasnya yang masih terengah-engah, membuatnya terlihat sexy dimata Eunhyuk, Eunhyuk sama sekali tidak bergeming, matanya terus menatap kearah gadis dihadapanya ini, ya orang itu adalah seorang gadis salah satu siswi juga mungkin, terlihat dari pakaian yang ia kenakan, niatnya untuk menghajar nya pun diurungkanya, matanya masih terus menatap wajah gadis itu yang menurutnya neomu yeppo. Sampai akhirnya…

“Tiffany…Tiffany cepat” Teriak beberapa teman yeojanya dari kejauhan, mendengar itu Tiffany gadis itu berusaha melepaskan tanganya yang masih digenggam erat oleh namja yang tidak dikenalnya itu.

KKRRIINNGGGG…. Bel tanda masuk Hard Seoul Univercity berbunyi, Eunhyuk menoleh kearah gerbang, kesempatan itu digunakan Tiffany untuk meloloskan diri, digigitnya tangan Eunhyuk hingga namja itu melepaskan genggamanya, dengan cepat gadis itu berlari kearah teman-temanya.

“Aawwww…haishhh” ucap Eunhyuk sembari menatap punggung gadis cantik itu, gadis itu berbalik disela ia berlari ia menjulurkan lidahnya kearah Eunhyuk.

“Weeecckkkk :-p”

Eunhyuk hanya tersenyum kecil menanggapi tingkah gadis itu, menurutnya itu sangat lucu. Ia kembali menatap bekas gigitan Tiffany, senyumnya semakin melebar.

“Tiffany….Saranghae” ucapnya mengecup tanganya dan berlari memasuki gerbang kampusnya, bahkan jubah gadis itu masih dibawanya.

“Yuuhhuuuuu…..”

*************************

Sementara itu Changmin tengah membantu kedua temanya berbelanja keperluan kampus dipasar tradisional , ia dan kedua temanya Henry dan Sungmin mendapat tugas hari itu.

“Urusanya sudah beres, mari pulang, aku lapar” lenguh Sungmin, kedua tanganya sudah penuh menenteng barang belanjaan mereka.

“Aku belum belanja, yang mau kubeli tokonya disana, bawa semua barang-barang ke mobil, aku akan segera kembali?” Changmin menunjuk sebuah toko diseberang jalan, ia menyerahkan kardus belanjaanya pada Henry. Ia berlari cepat kearah toko.

“Baik”

“Kau hanya memikirkan makanan, selain makanan kau tak ingat apa-apa” lenguh Henry pada sahabatnya itu, sementara orang yang diajak bicara hanya menunjukan senyum konyolnya.

Changmin terus berjalan kearah toko yang dimaksud, ia mengeluarkan selembar kertas bergambar dirinya dan gadis di dalam foto itu, terkadang ia tersenyum sendiri jika kembali mengingat masa lalunya.

“Berapa Harganya?”

“1500 won Agashi”

“Kenapa 1500 Won, harga sebenarnya 2500 won kan?” kesal seorang gadis yang terus kekeuh dengan perkataanya, entah kenapa Changmin begitu tertarik untuk menoleh kearah sumber suara.

“Anniya harganya 1500 won Agashi”

“Aku tahu harganya 2500 won jadi aku akan bayar 2500 won, tidak kurang dan tidak lebih” kekeuh gadis berambut pirang itu, sementara pedagang accesoris itu semakin bingung, bagaimana ia bisa menjual barang 1500 dengan harga 2500.

“aishhh kenapa tidak mengerti juga” kesal pedagang itu.

“Aku tak mau dengar alasan, ahjussi mau beri atau tidak?”

“Agashi, harus berapa kali kubilang, harganya bukan 2500 tapi hanya 1500” ucap pedagang itu sedikit emosi, apa gadis ini gila, batinya.

Sementara Changmin hanya menatap gadis itu lucu,ia terus memperhatikan tiap kata dan gerak-gerik gadis yang membelakanginya ini,  benar-benar tidak pernah berubah batinya.

“Minggu lalu temanku membeli disini harganya 2500 won” ucap gadis manis itu masih tetap kekeuh.

“Mungkin dia membeli minggu lalu, tapi sekarang harganya 1500 won Agashi”

“Tapi aku akan bayar 2500 won, cepat bungkus” perintah gadis itu sembari merogoh uang dalam tas selempangnya.

“Bagaimana harus kujelaskan padamu?” Pedagang itu semakin bingung, sementara Changmin namja itu sudah berpindah disamping yeoja yang tengah sibuk dengan pendapatnya itu. Ia sedikit tersentak ketika gadis itu menyerahkan seluruh belanjaanya padanya.

“Tolong pegang sebentar, thank you” ucapnya tanpa menoleh ataupun menatap kearah Changmin, yeoja itu kembali sibuk mencari uangnya didalam tas.

Seketika itu Changmin teringat apa yang pernah dikatakanya. Jika ditakdirkan bertemu pasti bertemu’.

“Mau beri atau tidak?” ulang gadis itu untuk kesekian kalinya.

“Barang 1500 won, bagaimana bisa kujual 2500” jawab pedagang itu, semakin tidak sabar.

“Aku tak mau tahu, aku bayar 2500, jika mau beri cepatlah” gadis itu menyodorkan uang 2500 kearah pedagang yang semakin kebingungan itu.

“Mianhae Noona, 1500 Kurang dari 2500” Gadis itu menoleh sebentar kearah Changmin yang tengah tersenyum padanya.

“Apa? 1500 kurang dari 2500?” Tanya gadis itu kepada pedagang tadi, pedagang itu pun tersenyum lega.

“Itu yang ingin kujelaskan Agashi” ucapnya lagi.

“berapa sebenarnya 1500 won itu?”

“ahh 1000 dan 500 won Noona” jawab Changmin. Ia masih memeluk belanjaan gadis disampingnya itu.

“Baiklah berikan aku 1500 won” akhirnya gadis itu menyerahkan uangnya pada pedagang itu, walaupun ia masih sedikit kesal.

“Terserah” pedagang itupun mulai membungkus gelang yang diinginkan gadis itu.

“Ini gelang dan uang kembalianya Agashi”

“Thanks” gadis itu memasukan gelangnya kedalam tas belanjaan yang masih dipegang Changmin. Gadis itu mengambil tasnya dan tak lupa mengucapkan terimakasih juga pada namja itu.

“Thanks ne” Changmin hanya mengangguk. Gadis itu berjalan pergi namun baru beberapa langkah gadis itu sudah berhenti dan kembali menoleh, melihat itu Changmin langsung mengalihkan pandanganya kepedagang accesoris tadi.

“ahhh Ahjussi tunjukan gelang-gelang itu?” tunjuk Changmin kearah gelang-gelang yang tertata rapi.

“untukmu?”

“Anniya, untuk temanku”

“Tunjukan yang merah itu Ahjussi?”

“Yang itu?”

“Ne yang merah itu” ucap Changmin pura-pura sibuk, ia tahu gadis itu sedang mengingat sesuatu.

“Neo, Shim Changmin” ucap gadis itu ragu, Changmin tersenyum dan menoleh.

“Qiannie” yahh itulah panggilan kesayangan Changmin pada gadis kesayanganya itu.

“aaaaa…. It’s You, I Don’t Believe It” Gadis itupun terlonjak senang, ia langsung memeluk tubuh jangkung Changmin, Changmin pun sebaliknya ia memeluk tubuh gadis itu tak kalah erat.

“Sedang apa disini?”

“Aku siswa Hard Seoul Unnivercity” serunya sembari menunjuk seragam yang dikenakanya.

“Not Bad, Mr.Changmin, berarti kau sudah lama disini? dan kau sama sekali tak menelfonku?” lanjut gadis itu sembari berkacak pinggang.

“Masalahnya Qiannie aku tak punya nomormu?”

“Sudah, jangan beralasan, sebenarnya kau tak ingat aku kan? Maka kau tak peduli padaku, aku tinggal dikota atau tidak, bilang saja kau tidak peduli benarkan, pabbo!” Gadis itu menunjuk tepat di hidung Changmin. Gadis itu memang periang itulah yang paling disukai Changmin darinya. Bahkan ia sama sekali tak marah ketika gadis itu memarahinya seperti ini.

“Permisi Noona”

“Hey, itu punyaku” teriak Changmin panic dan langsung mengambil foto yang sekarang berada di tangan seorang anak kecil, mungkin foto ini jatuh ketika ia memeluk Victoria tadi.

“Apa itu?” Victoria sedikit penasaran, tapi ia tidak begitu peduli.

“ini daftar belanja” jawab Changmin sembari memandang foto itu lagi.

“Semua sudah kau beli?”

“Ne, semua sudah kudapat” ucapnya, matanya menatap gadis itu, seperti berkata ‘aku juga menemukanmu’.

“Ayo ikut aku, kau akan ku sadarkan, kau fikir kau ini siapa?” celoteh gadis itu, tanganya menarik tangan Changmin.

“ohh karena kau siswa Hard Seoul Unnivercity, jadi kau sombong” cibirnya lagi.

“Ayo kerumah, Appa pasti senang bertemu denganmu”

“Aisshh Qiannie aku tak bisa. Aku harus kembali” sebenarnya berat jika harus melepas gadis itu begitu saja, ia juga ingin mengunjungi ayah Victoria yang sudah ia anggap ayahnya sendiri. Tapi bagaimana lagi mengingat peraturan HSU bahwa kita harus meninggalkan dunia luar. Aishhh.

“Berjanjilah, hari minggu kau kerumah”

*********************        TO BE CONTINUE             **********************

 

 

ihhaaaa seperti yang mimin janjikan full partnya aku post hari ini, okeee mianhae masih ada typo bertebaran kekekeke *males ngedit

if you like give a comment , gamsahamnida :)

5 pemikiran pada “The Love Story [Chapter 1 Long Version]

  1. aaaa seru seru
    seneng deh ada ff macam mohabbatein^^ film hollywood kesukaan tuh hehe
    sebenernya sih, lebih berharap hyohyuk thor ._.v tapi terserah author sih hehe
    rasanya changmin rada kurang pantes ya meranin samir? -_- *digebukin bini-bini changmin*

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s