IT’S YOU – PART 2

IT’S YOU – chapter 2

Image

Cast & Other Cast:

  • Lee Donghae
  •  Jessica Jung
  •  Ok Taecyeon
  •  Cho Kyuhyun
  •  Choi Sooyoung

Genre: Romance, Friendship

Sica dan donghae kaget bahwa orang tua mereka saling kenal. Soon ae ahjumma yang melihat donghae bingung langsung menjelaskan.

“itu loh, pas kecil kalian sering bermain bersama. Dan kamu manggil dia Jessy”

Seperti ada petir yang menghantam Donghae, yang pasti ia semakin bingung. Sama halnya dengan Sica.

“Donghae, kajja! Ajak sica main, kalian kan sudah lama tidak bertemu” perintah soon ae ahjumma. Donghae dan Sica hanya saling memandang dan bingung dengan situasi yang terjadi.

Dan disinilah mereka berada. Diruang makan. Donghae lah yang mengajak Sica kemari, karena menurutnya ini tempat yang paling pas. Tapi sudah 15 menit berlalu tanpa satu katapun terucap dari bibir mereka. Jari telunjuk Donghae sibuk mengitari bibir gelas, sedangkan Sica sibuk menghina perbuatan yang Donghae lakukan dalam hatinya. Tapi akhirnya donghae lah yang memulai pembicaraan.

“jadi… kamu Jessy, teman kecilku yang pernah buat lenganku luka?” tanya Donghae

Sica menatap Donghae polos. “ katanya sih begitu”

Donghae menaikkan alis. Selupa inikah Sica akan dirinya? “mwo? Kamu gak inget sama aku?”

Sica tersenyum datar, lalu menggelengkan kepala “aniyo”

Donghae merasa dadanya bergejolak karena menahan kesal. “ pantes aja gak inget otakmu kan pabo”

“ya! Waeyo? Kenapa kau selalu mencaari masalah denganku hah?!” seru Sica

“ bukannya kamu yang mencari masalah duluan? Baru hari pertama masuk sekolah aja udah nabrak orang tampa mengucapkan mianhae”

“kau juga telah balas mengerjai ku tentang lokasi ruang basket indoor!” balas sica gak mau kalah.

“terus siapa yeoja centil yang berteriak-teriak ingin berpacaran dengan kapten tim basket cowok?” tembak Donghae puas.

Sica terdiam, speechless. Ini semua memang kesalahannya. Andai saja waktu itu dia tidak mengucapkan kata-kata bodoh itu.

“ya waktu itu kan aku gak tahu kalau kaulah kaptennya. Kalau tau itu kamu, mana mungkin aku ngomong hal segila itu” ujar sica sok cuek dan biasa aja.

“makanya! Kalau mau ngomong itu difikir dulu” kata Donghae agak ketus.

Kali ini Sica benar-benar tersinggung. “waeyo?” suara Sica mulai bergetar menahan marah.

Tatapan Donghae sedikit melunak. Jujur aja dia takut kalau Sica sampai bener-bener nangis. Tapi setelah difikir-fikir, timbul niat isengnya.

“begini, aku gak abis fikir. Kok bisasih kamu ngelupain temen kecilmu sendiri, yang sering kamu bikin luka sama nangis? “ Tanya Donghae tenang. Soalnya, Donghae sendiri tidak pernah melupakan Jessy.

Sica tersentak. Apabener dulu dia sering melukai dan membuat Donghae menangis? “ tapi aku kan……” Sica berusaha menjelaskan.

“waeyo? Udak nggak bisa ngelawan?” tanya Donghae makin puas melihat ekspresi wajah Sica.

Sica tertunduk sejenak. “ne. Waeyeo? Kenapa aku gak bisa inget semuanya?” ujar Sica dengan suara bergetar seperti mau menangis.

“eh…” sekarang donghae jadi khawatir.

“ne. Aku memang payah. Tidak bisa mengingat apa-apa!.” Seru Sica lalu meninggalkan Donghae.

Donghae langsung mengejar sica saat sadar bahwa yeoja itu menangis. Soon Ae ahjumma yang melihat sica menangis langsung menegur donghae.

“waeyo?” tanya soon ae ahjumma panik.

“ng…. itu….Jessy” jawab donghae panik.

“oh iya, tadi Hyori ahjumma baru cerita pada eomma. Bahwa 2 bulan lalu Sica mengalami amnesia karna kecelakaan. Jadi, dia tidak bisa ingat sebagian masa lalunya sebelum kecelakaan itu”

“hah” kaget donghae

***

“Hei, Sica!” panggil Donghae, berlari menyusul sica yang berlari makin jauh dari rumahnya. Sica tetep gak menoleh. “Jessy!” seru Donghae keras, yang ternyata berhasil membuat langkah Sica terhenti.

“mianhae! Aku tidak tahu kalau kamu baru saja terkena…..”Donghae merasa bersalah. Ia menghampiri Sica lebih dekat lagi.

“ani. Ini bukan salahmu.”ucap sica sambil mengucek mata.

“jeongmal! Jeongmal mianhae. Kamu maukan memaafkanku?”  tanya donghae hati-hati.

Sica berbalik menatap Donghae. “kamu tulus nggak minta maafnya?” tanya Sica polos.

“ya tulus lah!” sahut Donghae lega. Sica balas tersenyum.

“tapi…kamu bener-bener aamnesia?”

Sica mengangguk pelan.

“hm… kalo gitu, gimana kalau aku bantuin kamu inget tentang masa kecil kita?” tawar Donghae.

Senyum Sica langsung mengembang. Akhirnya ada orang lain yang mau bantuin dia inget semuanya selain Sooyoung. Tapi belum sempat Sica menjawab, tiba-tiba Sooyoung muncul dari belakang dan berteriak.

“Jessy!”

Refleks Sica menoleh kearah sahabatnya itu, yang sedang menatap panik ke arah Sica. Donghae pun ikut menoleh kearah Sooyoung.

Dengan cepat Sooyoung menarik Sica kebelakang tubuhnya dan langsung menatap Donghae tajam. “jangan deket-deket Sica lagi!”

“ada apa sih denganmu?” tanya Donghae pada Sooyoung.

“ne, waeyo young-ie?” tanya Sica sediit takut.

Sooyoung menoleh kearah Sica. Dilihatnya ekspresi wajah temannya yang agak cemas itu. Ia melembutkan suaranya. “aku cuman takut kamu kenapa-napa gara-gara cowok ini” kata Sooyoung sambil kembali menoleh mengawasi Donghae.

“Aigoo, dia ini kan teman masakecil ku. Dan lagi pula tadi dia bilang ingin membantuku mengingat….”

Sooyoung mengerutkan dahi. “ apa hakmu mau sok-sokan bantuin Sica inget semuanya” tanya Sooyoung masih sambil menatap Donghae.

Donghae tersenyum tipis. “ne, karna Sica teman masa kecil ku” jawabnya tenang.

“temen? Kamu bilang kamu temennya? Kamu gak tau apa-apa tentang Sica!” seru Sooyoung emosi.

“young-ie waeyo?” tanya Sica panik.

“aku kan sudah bilang, kalau mau inget semuanya ya pake memori aku aja!” jawab sooyoung.

“gimana mau make memori kamu, kalau kamu sendiri aja pasti gak tau sama sekali masa laluku dengan Sica!” potong Donghae.

Sooyoung tersenyum tipis. “yang pasti, aku tahu lebih daripada yang kamu tahu.”

“Ya! Kalian ini teman-temanku. Jadi jangan berantem gitu dong!” Sica menatap Sooyoung.

“kamu mau ingatanku cepet-cepet pulih kan young-ie? Kamu gak mau terus-terusan liat aku kayak orang bodoh dan gak tau apa-apa kan?” ujar Sica sungguh-sungguh.

Sooyoung memalingkan wajah kesamping. Ia paling gak bisa melihat Sica  seperti ini. Ia bukannya gak mau ingatan Sica pulih. Tapi kalo memang hal itu nantinya akan nyakitin Sica, buat apa diinget?

“Donghae ” panggil Sica sambil tersenyum manis pada Donghae. “mohon bantuannya ya. Gomawo” kata Sica manis.

Donghae balas tersenyum manis. Ia merasa lega. Ia gak pernah liat Sica tersenyum sampai semanis ini. Walaupun sekarang mereka bukan lagi “haeppa” dan “jessy” . tapi mereka bisa tersenyum sebagai “Donghae” dan “Sica”.

“kajja! Kita pulang” ucap Sica sambil menggandeng tangan Sooyoung.

Sooyoung yang dari tadi masih terdiam dan menyimpan segala unek-uneknya dalam hati hanya bisa menurut saja pada ajakan Sica.

“Hm… mian!Aku juga pulang ya” kata Donghae.

***

Malam itu udara terasa dingin. Ingin sekali rasa nya cepat tertidur. Tapi entah kenapa matanya belum juga mau terpejam. Sampai akhirnya matanya menangkap sebuah cover dari buku komik Jepang. Selama sembuh mengalami amnesia, Sica tidak pernah membaca buku itu. Bahkan ia sendiri bingung. Sica tidak tertarik membacanya, tapi mengapa buku itu bisa ada disin? Dan apadulu Sica sempat menyuki buku itu?.

Perlahan diraihnya buku itu, membawanya ke ranjang, dan sambil menyenderkan punggung ke ranjang ia mengamati buku itu. Perlahan dibukanya buku itu. Ia kaget saat melihat selembar kertas yang terselip di halaman pertama. Diambilnya kertas itu dan dibacanya. Setelah itu ia memasukkan kertas itu kedalam meja belajarnya.

Sica menguap. Matanya mulai mengantuk. Namun pikirannya memikirkan sesuatu. Apa maskud dari tulisan dikertas itu? Atau itu memang hanya tulisan tanpa makna? Atau saat itu Sica hanya iseng corat-coret? Sebenarnya seperti apa Sica saat sebelum kecelakaan itu terjadi? Apakah ada yang ia sukai? Atau memang hidupnya baik-baik saja seperti yang Sooyoung bicarakan?. Sica menghela napas. Ia berfikir biar saja waktu yang akan menjawabnya.

***

Pagi harinya, Sooyoung marah-marah gak jelas. Soalnya mendadak jam 6 tadi pagi Sica membatalkan berangkat bareng. Soalnya katanya udah diajak Donghae pergi bareng. Sebenernya wajar aja mereka berangkat bareng, karna Donghae sama Sica kan tetanggaan. Tapi enggak dimata Sooyoung. Bagi Sooyoung, Sica gak seharusnya akrab lagi dengan Donghae kayak dulu. Donghae hanya akan mendatangkan musibah. Donghae hanya akan menyusahkan Sica. Donghae hanya akan menyakiti Sica untuk kesekian kalinya.

Sesampainya disekolah, Sooyoung mengajak Sica masuk kekelas. Tapi tiba-tiba…

“ah, ada anak baru nih”

Serempak Sica dan Sooyoung menoleh kearah suara. Go Hara, sang primadona sekolah bersama dua temannya sedang menatap mereka berdua dengan tajam.

“kamu yang berangkat bareng Donghae pagi tadi kan?” tanya Hara sambil melotot.

Sica mengerutkan dahi. Dia bertanya-tanya apa hubungan antara cewek didepannya ini sama Donghae.

Sooyoung langsung maju selangkah. “mianhae, tapi kamu siapa ya?” tanya soo.

“hah? Kamu gak tahu siapa saya?” sombong Hara. “ saya Go Hara! Dan yang perlu kamu ingat, Donghae itu Namjachinguku.”

Sooyoung balas tersenyum sinis. “namjachingu? Maksutmu mantan namjachingumu kali”

Hara mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung.” Ya! Jangan belagu ya!”

“hm…mian, tapi kami gak ada hubungan apa-apa sama Donghae. Jadi gak perlu marah-marah kayak gini” kata Sooyoung yang ingin cepat-cepat menyudahi pertengkaran konyol ini.

Kemudia Hara dan teman-temannya hanya memandang tajam ke arah Sooyoung dan Sica lalu kemudia pergi.

“youngie, kamu suka ya sama Donghae?” ledek Sica secara tiba-tiba  saat Hara dan teman-temannya menghilang.

“mwo?” Sooyoung terbelalak.

“udah, jujur saja. Kalau kamu gak suka sama dia kenapa kayaknya khawatir bener kalau aku deket dengan dia?”

“ya karna dia bisanya cuman nyakitin kamu doang.” Seru Sooyoung kesal.

“nyakitin aku?” tanya Sica bingung.

“buktinya tadi kau dilabrak sama yeoja itu cuman karna Donghae kan?”

“hah?”

“Donghae itu namja populer Jes disekolah ini. Jadi begini Jes, dulu itu aku punya temen yang sekolah disini. Dia pernah cerita kalau ada namja namanya Donghae, yang populer banget. Katanya Donghae itu pinter, cakep, baik, kaya. tapi suka nyuekin yeoja yang deket-deket sama dia. Makanya sampe sekarang masih banyak yeoja yang ngerebutin dia. Dan  cewek yang ngelabrak kamu tadi itu ya Mantan nya Donghae”

“kamu gak bohongkan?” tanya Sica polos

“iya enggaklah” spontan sooyoung

Kemudian Sica dan Sooyoung kembali berjalan memasuki kelas dan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

***

“aku mau ngomong sama kamu” kata Sooyoung dingin. Saat jam istirahat, ia menghampiri Donghae tampa sica.

“mana Sica?” tanya Donghae sama dinginnya.

“dia dikelas”

Sooyoung berbalik dan berjalan kearah belakang sekolah. Donghae mengikutinya. Jujur, saat ini Donghae benar-benar penasaran.

“well, jauhi Sica. Aku gak mau kamu bantuin Sica” kata Sooyoung saat sampai di belakang sekolah.

“maksudmu apa? Bukannya kamu juga lagi bantuin dia untuk inget semuanya? Apa jangan-jangan kamu gak mau kalau dia ingat masa lalunya?”

“aku emang gak mau dia ingat kembali. Itu pasti akan membuatnya sedih”

“maksudmu apa sih?”

“kamu tahu, siapa orang yang deket sama dia sebelum kecelakaan itu?” tanya Sooyoung membuat Donghae kaget.

“sebelum dia kecelakaan?” ulang Donghae yang bingung.

“selama ini ada orang yang selalu ada untuknya. Dan setahun lalu mereka Jadian”

“aku gak ngerti..” donghae masih bingung.

“beda umur mereka sekitar tiga tahun. Cowok itu alumni sekolah kita ini.”

Donghae tersentak. Sepertinya dia tahu siapa yang dimaksud Sooyoung.

“terakhir kali aku ngobrol sama namja ini saat dia ulang tahun yang ke 18. Dia bilang dia mau ngenalin Sica ketemennya.tapi hari itu juga disaat Sica amnesia menjadi hari terakhir aku ngomong sama dia”

“maksudmu…..Taecyeon?’ tanya Donghae, masih shock.

Sooyoung tersenyum, antara sinis dan sedih. “kamu deketkan sama dia? Dia paasti udah pernah cerita tentang pacarnya kan?”

(Yeojachinguku nanti akan masuk kesekolah ini, jadi adik kelasmu. Mumpung aku udah gak sekolah disini lagi, jadi…. bantuin aku buat jaga dia disekolah ini ya! ) kata-kata itu terngiang kembali di telinga Donghae. Saat ia dan Taecyeon mengobrol di Lapangan basket.

“andwe! Kamu pasti berbohongkan?” ujar Donghae menatap Soo dengan sinis.

“aku tadinya juga gak nyangka”

“kalau begitu Sica harus tahu” donghae berjalan pergi.

“andwe. Dia gak boleh tau. Maksudmu dia harus tau apa? Tau kalau Taecyeon udah gak ada? Tau kalau namja yang paling penting dihidupnya udah gak ada lagi?” Sooyoung menahan lengan Donghae.

“gimana dengan Taecyeon?’ sela Donghae dingin. “kamu peduli sama perasaan Sica, tapi apa kamu berfikir tentang perasaan Taecyeon?” sambung donghae

“tapi kan Taecyeon udah…”

“udah apa? Apa karna dia udah gak ada lagi makanya kamu mau seenaknya aja menghapus keberadaannya? Itu bener-bener gak adil buat Taecyeon!” tegas Donghae.

“terserah apa katamu! Intinya masih sama, aku akan tetap membuang jauh-jauh ingatan Sica mengenain Taecyeon. Karna aku gak mau dia terluka!” balas Sooyoung

“kau lakukan saja apa yang kau mau, tapi aku akan tetap menjalankan keinginanku!” lanjut Sooyoung dan langsung pergi meninggalkan donghae.

Donghae masih terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dan hanya bisa terdiam menatap kepergian gadis itu dengan tatapan tajam.        

***

Sepulang sekolah, Donghae langsung kembali ke rumahnya. Ia berganti pakaian dan makan makanan yang sudah disiapkan untuknya. Saat ia melihat jam, jam sudah menunjukan pukul setengah lima sore.

“ah, daripada bosan, lebih baik aku pergi bermain basket saja ditaman” ucap Donghae.

Donghae berdiri dari kursinya dan langsung mengambil bola basket sebelum pergi ke taman.

Donghae sampai di lapangan dan langsung duduk di bangku. Ia masih kaget dengan apa yang dikatakan Sooyoung padanya tadi. Sampai sampai ia tidak menyadari kalau sedang ada sesosok wanita yang diam-diam memerhatikannya.

“Donghae..”

Donghae tersentak, ia menoleh dan mlihat siapa yeoja yang memanggilnya.

“ sedang apa?” Tanya Sica sambil berjalan menghampiri Donghae.

“kamu baru pulang?” Tanya donghae balik.

“iya, tadi aku main dulu ke rumah Sooyoung. Terus ngeliat kamu ada disini, jadi nyamperin deh. Jadinya aku masih pake baju seragam. Kamu mau main basket ya?” ucap sica seraya mengambil bola dan melemparnya kea rah Donghae.

Donghae menangkapnya dengan satu tangan “ niatnya sih gitu, kenapa? Mau ikut main?’

“Ya!! Kamu nyindir aku? Kamu kan sudah tau kalau aku gak bisa main basket.”

“ ya dicoba aja dulu… lagian kan gak ada yang lihat ke pabo-an mu itu selain aku” Ucap donghae sambil kembali melempar bola kearah Sica.

“ Aigoo… kau ini terus saja mengejekku! Kalau cuman mendribel saja sih aku bisa” tantang sica.

“jinja? Tunjukan padaku kalu begitu”

Sica membanting bola ke lantai dengan cepat lalu mengambilnya kembali. Senyum Donghae makin lebar melihat aksi lucu Sica. Sica menghela nafas panjang dan mulai mendribel bolanya.

Donghae tertawa lebar. Sica bukannya mendribel bola melainkan mengejar bola yang terus menerus menggelinding. Begitu bola tertangkap, Sica langsung melihat kea rah Donghae dan merengut ketika melihat donghae sedang menertawakannya. Dan tiba-tiba…. Buk! Sebuah bola basket mendarat di kepala Donghae

“ Duh! Apa-apan sih kamu ini….” Ucap donghae sambil mengelus kepalanya yang baru saja terkena bola.

“Siapa yang nyuruh kamu ketawa? Kan kamu duluan yang nantang aku tadi” ucap Sica yang gak mau kalah.

Donghae memungut bola basket yang terdiam di atas rumput.

“oke, sekarang kamu main sama aku. Ayo mulai!” tantang donghae dengan senyuman yang membuat hati setiap yeoja meleleh *eh?

Sica berlari mengejar Donghae yang dengan lincahnya mendribel bola. Namun tetep saja, bola itu gak mau lepas juga dari Donghae. Sedangkan Donghae tertawa untuk kesekian kalinya melihat tingkah Sica.

Donghae memberhentikan aksinya dan menatap sica.  tawanya itu berubah menjadi senyuman. “ kamu ingat siapa nama lengkapmu?” Tanya donghae tiba-tiba.

“hah?”

“iya, nama kamu. Kamu ingat?” Tanya donghae sekali lagi.

“namaku Jessica Jung” jawab sica.

Perlahan Donghae melebarkan senyumnya saat mendengar nama Sica, pasalnya baru hari ini dia tahu nama panjang Sica.

Kemudian donghae kembali menunjukan aksinya mendribel bola. Sedangkan Sica tertegun, tiba-tiba ia ingat sosok seseorang saat melihat Donghae memasukan bola ke ring basket. Rasanya ada orang yang juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang Donghae lakukan. Tapi wajah orang itu tak terlihat jelas. Dan hanya berupa bayangan masa lalu.

Donghae yang awalnya tersenyum bangga karna berhasil menunjukan aksinya langsung bingung melihat ekspresi kosong Sica.

“Jessy…”

“hah? “ Sica tersadar.

“waeyo? kamu kenapa?” Tanya Donghae khawatir.

“hm…. Gwenchanayo. Aku cuman iri aja ngeliat kamu bisa masukin bola dengan gampangnya. Yuk main lagi!” serunya sambil merebut bola dari donghae dan mendriblenya.

Donghae terdiam. Matanya mengikuti gerakan Sica yang aneh. Firasatnya mengatakan bahwa ada yang disembunyikan sica dari donghae.

-TO BE CONTINUED-

16 pemikiran pada “IT’S YOU – PART 2

  1. Baca komenku di part 1 chingu =)) ._._.v
    Jeongmal mianhae, bukan maksud bilang chingu itu plagiator, but in the fact, ceritanya bener2 SAMA!
    Dr part 1-2 sama semua :|:|
    Jgn lupa kasi tanggapan atas komen pedesku ini chinguuuuu, krn aku lagi berusaha jd reader yg baik bukan siders.

  2. Lanjutnya jangan kelamaan thor! aku nungguin part 2-nya lama banget.. *ketauan HaeSica shipper* hehe.. abis, aku kan anaknya Hae appa and Sica eomma.. (Byun Baekhyun) orang terganteng se-SM ENTERTAINMENT. dan yang punya appa and eomma ter-yang lain (?)

  3. Min, kok kaya novel “1,2,3… Udah belum?” Ya? Yang ceritanya si ceweknya lupa ingatan gara-gara waktu dulu pernah kecelakaan sama pacarnya, dan pacarnya mati deh -,- padahal pacarnya itu temennya si cowok yang satunya lagi. Terus sisahabat ceweknya gak mau si cewek itu inget lagi karena takut hati si cewek itu sakit kalo tau pacarnya udah mati

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s