A Thousand Years (Part 1)

Title : A Thousand Years (Part 1)

Cast : -Jessica Jung (SNSD)

-Taecyeon (2PM)

-Lee Donghae (Super Junior)

-etc

***

NEW HAESICA FF!! *sebenernya ff lama sih, tapi kehapus jadi buat ulang*

masih bingung sama kelanjutannya, soalnya beda dengan ffku yg udah kehapus itu.. but i’ll try ^o^

*** Unknown Love ***

“Oppa…”

Suara serak seorang gadis terdengar pelan dari sebuah ruangan serba putih. Terdapat sebuah ranjang diruangan itu, diatasnya terbaring seorang laki-laki yang sedang tertidur dengan wajah tenang. Selang-selang dan-entah-apa-lagi terhubung dari tubuh laki-laki itu ke sebuah alat di samping kanan ranjang yang menunjukkan detak jantungnya. Gadis berambut blonde panjang itu duduk dibangku samping ranjang, menggenggam laki-laki yang tertidur itu dengan wajah sedih. Terkadang, gadis itu terlalu takut untuk melihat alat disamping ranjang yang terus berbunyi itu. Takut kalau tiba-tiba ia mendengar suara panjang datar yang….. tidak, tidak mungkin!

Oppapalli ireona..” kata gadis itu lagi. Matanya sembab, dan terlihat sangat jelas kantung mata gadis itu, seakan ia tak pernah tidur. “Kenapa kau tidur terus, hah? Kau pikir sudah berapa lama kau tidur?”

“Jessica..” Panggil sebuah suara. Gadis yang dipanggil Jessica itu menoleh, dan melihat sosok wanita tua tersenyum  kearahnya. Jessica langsung berdiri dan membungkuk sedikit.

“Jessica… sebaiknya kau pulang… biar eomma yang menjaganya” kata wanita itu. Jessica tersenyum  tipis sambil menggeleng lemah.

Wanita tua itu menghampiri Jessica dan menepuk bahunya. “Pulanglah. Lihat dirimu. Wajahmu sangat pucat. Kau dari tadi juga belum tidur dan makan. Jangan sampai kau juga sakit..” pandangan wanita itu beralih kepada laki-laki yang terbaring diranjang. “dasar anak bodoh. Selalu saja menyusahkan orang. Kenapa kau tidak bangun saja hah? Bangunlah cepat dan kembali pada kami. Dasar lemah. Apa gunanya setiap pergi kau pergi fitness dan olahraga?” Wanita itu terus mengomel, tapi orang yang di omelinya itu tetap tak bergeming. Wanita tua itu menatap lama anak laki-lakinya itu. “cepatlah bangun….”

“Eomma…” gumaman Jessica menyadarkan wanita itu. Ia langsung mengelap ujung matanya dengan ujung jari, seakan hampir saja air matanya akan jatuh.

“Nah, Jessica… pulanglah, sayang. Biar eomma yang menjaganya. Kau besok juga ada kuliah, bukan?”

Setelah beberapa kali menolak dan bersikeras ingin tetap tinggal, akhirnya Jessica mengalah dan pamit pulang. Ia menghela napas dan mengadahkan kepala sedikit memandangi daun di pohon-pohon disekitar jalan yang mulai berguguran. Ia merapatkan mantelnya ketika angin malam menerpa. Ah, musim gugur akan datang.

“HEI!!!”

Jessica menoleh ketika mendengar suara seorang wanita. Tampak seorang wanita sedang memarahi seorang pengendara motor yang ngebut dan tidak berhenti padahal jelas-jelas lampu lalu-lintas menunjukkan warna merah. Jessica menghentikan langkah dan menatap punggung pengendara motor yang mulai menjauh itu. Pengendara motor itu mengenakan helm hitam, jaket kulit hitam dan motor besar berwarna merah. Persis seperti gaya seseorang. Seseorang yang ia rindukan…

Benaknya pun melayang pada kejadian 2 bulan lalu…

***

FLASHBACK

“Ya! Oppa! Eodiya? Kenapa lama sekali, sih?” Tanya Jessica. Ponselnya tertempel di telinga kirinya.

“Yaaa! Padahal aku belum sempat mengucapkan kata ‘halo’, kenapa sudah di omeli?” suara seseorang sedang terkekeh terdengar dari seberang. Jessica sebenarnya tak bisa mendengar terlalu jelas suara orang itu, karena kedengaran ribut sekali. Jessica bisa membayangkan orang itu sedang mengendarai motor besarnya sambil mendekatkan ponsel—dengan tangan kirinya—ke mulut. Jessica tersenyum lebar.

“Cih, cepat kesini! Aku sudah menunggu lama disini! Kau kan tau aku paling benci menunggu” Kata Jessica sambil berusaha agar suaranya terdengar kesal, padahal senyuman dibibirnya bertambah lebar.

“Aigoo, jangan marah dong, chagi. Mianhae, tadi aku ada sedikit urusan. Hehehe… Tunggu aku, ok? Aku sedikit lagi sampai, kok!”

“Huh, tak usah banyak omong! Cepatlah  kemari!” kata Jessica sambil terkikik geli.

“Oh ya, sica…” panggil orang itu sesaat Jessica hampir memutuskan hubungan.

“hm?”

“Kau tahu, kan?”

“apa?”

“saranghae”

Jessica tersenyum. “tentu saja. Nado saranghaeyo, oppa…”

Jessica menutup flap ponselnya. Ia langsung kembali duduk dibangku yang ada didekat situ, tak sabar menunggu orang itu datang.

***

Terlambat.

Ini terlalu lambat.

Ia sudah menunggu selama 3 jam, tapi kenapa ia belum datang?

Jessica mengigit ujung kuku ibu jarinya, kebiasaan yang tak bisa ia hilangkan sejak kecil saat ia cemas dan panik.

Ia sudah berkali-kali menelepon ponsel orang itu, tapi tak ada jawaban.

Ia juga menelepon kerumahnya, tapi hasilnya sama saja.

Apa yang terjadi? Oh, apakah…?

Astaga, apa yang dilakukannya sebenarnya? Gumam Jessica dalam hati.

Apa ia mau mencoba mengerjaiku lagi? Menyuruhku menungguku dan akhirnya datang sambil menunjukkan cengiran konyolnya itu?

Atau, apakah—

Drrrrttttt… Ponselnya bergetar. Ah, ini pasti dia.

Jessica buru-buru membuka flap ponselnya dan dahinya berkerut saat melihat siapa yang meneleponnya.

“Ha—“ Jessica baru saja mau berkata ‘halo’ tapi terdiam dan mengernyit ketika mendengar suara tangisan. Jantungnya berdetak kencang. “eomma? Wae? Ada apa?”

“Jessica…. Taecyeon, Jessica… Taecyeon… dia—“

Jessica membatu mendengar apa yang baru saja dikatakan eomma Taecyeon itu. Tidak mungkinkan? Orang itu—Taecyeon—meneleponnya tadi, menyuruhnya menunggunya. Tidak mungkin dia…

“Bohong…” hanya itu yang dapat dikatakannya. Suara tangisan eomma Taecyeon makin keras.

“Jessica… dia…”

BRAAAAKKKK!

Ponsel Jessica langsung terlepas dari genggaman tangannya. Ia mendadak bingung. Pikirannya kosong. Jantungnya seakan ikut jatuh ke tanah bersama ponselnya, ikut hancur berantakan.

Air matanya meleleh.

“Maldo andwae…”

***

Ya, laki-laki bodoh itu. Laki-laki bodoh yang menyuruhnya untuk menunggunya itu.

Laki-laki bodoh yang menjadi tunangannya itu.

Kecelakaan lalu-lintas. Karena ingin menghindari seekor kucing yang tiba-tiba melompat ke jalan, ia berbelok dan menabrak truk yang kebetulan lewat dengan kecepatan tinggi.

Dan akhirnya dia koma, selama 2 bulan ini, dan belum bangun sampai sekarang.

Air mata Jessica menetes. “bodoh” gumamnya.

Jessica tersadar. Astaga, ia melamun lagi.

Ia harus cepat pulang. Tadi Hyoyeon menyuruhnya membeli bahan makanan dan menyuruhnya segera cepat pulang agar ia bisa memasak.

Jessica menghapus air matanya dan melangkah menyusuri  zebra cross dengan tergesa-gesa.

Tapi tiba-tiba….

TIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNN!!!

“Hey, awas!!!”

CKIIIITTTTT

BRAKK!

“Auw,” erang Jessica pelan. Ia terjatuh dan seperti ada sesuatu yang menimpanya. Mata Jessica menyipit dan melihat seorang laki-laki yang menggunakan kacamata hitam yang wajahnya hanya beberapa centi dari wajahnya. Laki-laki itu tersadar dan langsung bangun.

“Hei, hati-hati kalau menyebrang!”  kepala seorang ahjussi keluar dari jendela minibus yang tadi tiba-tiba berhenti. “Dasar, cari mati, ya?!” umpatnya kesal.

“Maaf, kami minta maaf.” Laki-laki berkacamata itu berdiri dan membungkuk sopan.

“Cih..” ahjussi itu berdecak. Ia menginjak gas dan langsung pergi dari situ, walau masih mengumpat kesal.

Laki-laki itu menatap kepergian mini bus itu, dan perhatiannya kembali kepada seorang gadis yang masih jatuh terduduk .

“Ah, gwaenchanayo?” Tanya laki-laki itu sambil menatap gadis itu. Gadis itu mengenakan mantel biru tua, berambut blonde panjang yang sangat cantik. Tunggu dulu. Gadis ini berambut blonde. Apa jangan-jangan ia turis atau semacamnya? apa ia mengerti bahasa korea?

Jessica memandangi laki-laki itu. Karena memakai kacamata hitam, ia tak bisa melihat jelas wajahnya. Karena langsung menyebrang tanpa melihat situasi, ia hampir ditabrak minibus tadi. Tapi tiba-tiba saja laki-laki ini menyambar tangannya dan menariknya ke tepi jalan. Jessica tidak bisa berkata ia beruntung atau tidak. Kalau saja laki-laki ini tidak menolongnya, apakah ia akan tertabrak? Dan jika iya, apakah ia akan koma seperti Taecyeon, atau langsung pergi…?

“ng… are you okay? …gwaenchanayo?” ulang laki-laki itu lagi. Jessica mengerjap tersadar. Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk membantu Jessica berdiri.

Jessica menatap tangan yang terulur itu, tapi tak kunjung menyambutnya. Ia berusaha berdiri walaupun rasanya kakinya tak mampu menahan berat badannya. Mungkin terkilir atau apa.

Laki-laki itu menatap aneh gadis didepannya ini. Ia menurunkan tangannya, lalu melihat barang bawaan gadis itu yang sekarang tercecer. Ia lantas berjongkok dan memungutnya. Jessica hanya mematung.

“Ini, bawaanmu…” kata laki-laki itu setelah ia memungut semua bahan makanan yang tadi habis dibeli Jessica. Jessica menerima kantong plastic itu dengan kedua tangan.

Jessica membungkuk pelan. “gomapseumnida” kata Jessica, lalu berbalik dan mulai berjalan pergi. Walau rasanya agak sulit karena kakinya yang kesakitan ini.

“Ng… kau bisa pulang sendiri? Atau mau kuantarkan?” suara laki-laki itu terdengar seperti cemas, bingung dan… merasa aneh?

Ya, tentu saja ia merasa aneh. Karena dia baru saja menyelamatkan nyawa gadis ini dan gadis itu malah bersikap dingin padanya.

Gadis itu menolehkan kepalanya sedikit dan berkata “Animnida, gwaenchana”. Lalu ia mulai pergi.

Laki-laki menatap punggung gadis yang berjalan agak timpang itu dengan bingung.

Gadis aneh.

***

“Loh, sica, kakimu kenapa?” Tanya Hyoyeon saat Jessica sampai ke apartemen yang di tempati mereka berdua.

“Hanya terkilir, tenang saja.” Kata Jessica sambil menyerahkan kantong plastik berisi bahan makanan pesanan Hyoyeon.

Dahi Hyoyeon mengernyit. Ia memandang sahabatnya itu. Wajahnya pucat, tubuhnya terlihat terlalu kurus, dan sekarang ditambah lagi dengan cara jalannya yang agak timpang. Semenjak kejadian yang menimpa tunangannya, sikap Jessica jadi berubah drastis. Jarang makan, jarang tidur, dan tidak aktif melakukan aktifitasnya. Yang ia lakukan hanya pergi kuliah lalu ke rumah sakit tempat Taecyeon di rawat. Jessica yang ceria berubah menjadi Jessica yang pendiam dan suka menutup diri. Jessica jadi seperti orang lain. Hyoyeon merasa sedih melihat perubahan sahabatnya ini.

“Kau, mandilah. Aku akan siapkan makan malam. Kau harus makan banyak!” kata Hyoyeon. Jessica hanya mengangguk.

***

Seoul University

CKITTT

Seorang laki-laki memarkirkan motornya dihalaman parkiran Seoul University. Ia melepas helm dan turun dari motor besarnya. Beberapa gadis yang melihatnya langsung berbisik-bisik.

“Eh, lihat, lihat! Siapa tuh?”

“Eh iya… siapa dia?”

“Mahasiswa baru, mungkin?”

“Aduh gantengnyaa”

“Sssttt nanti kedengaran sama dia!”

“Ayo cepat pergi!!”

“Yaah.. kenapa??”

Laki-laki itu celingak-celinguk kebingungan, dan tiba-tiba matanya melihat seorang gadis berambut blonde panjang dengan jalannya yang agak timpang sedang menyusuri koridor. Sepertinya ia pernah melihat gadis itu…

…tunggu dulu, rambut blonde panjang? Cara jalan yang agak timpang? Bukankah dia… gadis yang tadi malam ia temui?”

Tanpa sadar ia langsung berlari mengejar gadis itu.

“Hei, tunggu!” panggilnya. Tapi seakan tak mendengar gadis itu tetap saja berjalan. Malah ia mempercepat langkahnya. Ia berteriak memanggil, tapi gadis itu tetap tak menoleh. Akhirnya ia berhasil menyusul gadis itu dan menarik lengannya.

Jessica langsung menatapnya dengan tatapan aneh.siapa laki-laki ini? Kenapa menarik lengannya seenaknya? Memangnya ia mengenalnya?

Jessica menatap tangan yang masih memegang lengannya, lalu menatapnya laki-laki itu. Laki-laki itu langsung paham dan melepaskan tangannya dari lengan Jessica.

“Eh… eng… maaf.. apa… kau tidak mengingatku?” Tanya laki-laki itu.

“…tidak. Mungkin kau salah orang. Permisi” jawab Jessica dingin.

“Eh, tunggu!” ia mencengkram lengan Jessica lagi. Ia langsung melepasnya lagi ketika Jessica menatapnya tajam. “Maaf.., tapi apakah kau tidak mengenalku? Aku yang semalam ng… me.. membantumu?” Laki-laki itu hampir berkata ‘menyelamatkan’ tapi tak jadi.

Gadis itu mengerjap sebentar. “..oh,” responnya.

Jessica sudah akan melangkah lagi, tapi laki-laki itu langsung menghadangnya. “Em… begini…” katanya menjelaskan. “aku mahasiswa baru disini… ini hari pertamaku masuk. Aku ingin pergi ke ruang administrasi tapi tak tau dimana letaknya. Apa kau bisa membantuku?”

Jessica menunjuk ke suatu arah. “lurus, belok kanan. Tepat di—“

“Eng, bisakah kau langsung mengantarku kesana?” Tanya laki-laki itu memotong perkataan Jessica. Jessica menatapnya aneh (lagi), lalu menghela napas.

***

“Ini tempatnya,” kata Jessica sambil mengedikkan dagu ke sebuah ruangan dengan tulisan ‘ruang administrasi’.

“Gomawo, ya” laki-laki itu tersenyum lebar. Jessica membuang muka.

“Oh iya..” Laki-laki itu mengulurkan tangan. “Aku Donghae, Lee Donghae. Salam kenal, ya” katanya.

Jessica hanya menatap malas laki-laki bernama Lee Donghae itu, dan berkata “Banmal hajima,” lalu melangkah pergi.

Lee Donghae, sekali lagi, menatap punggung gadis dingin itu dengan tatapan aneh.

Gadis itu benar-benar aneh.

Aneh dalam arti yang….. baik.

***

“Annyeonghaseyo. Lee Donghae imnida, bangapseumnida.” Lee Donghae memperkenalkan dirinya dikelas barunya.

“Cih, mahasiswa barunya laki-laki. Coba kek perempuan,” gerutu Eunhyuk yang langsung diamini anak laki-laki yang lain.

“Kyaaaa… donghae oppa! Gantengnyaaa..” jerit Sunny.

“Yah… kok gitu doang perkenalannya? Nomor hape? Alamat email? Nama facebook? Username twitter?” Tanya Sooyoung sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.

“Nggak sekalian Tanya akun friendster-nya?” goda Kyuhyun yang langsung membuat mata Sooyoung melotot.

“Ayo oppa, duduk disini!” beberapa anak perempuan langsung memanggilnya dan menyuruhnya duduk dibangku kosong disamping mereka.

“Huuuuuuuu! Dasar kalian norak!” ejek Yesung. Semua anak laki-laki di dalam kelas tertawa.

“Yeee, bilang aja sirik!” balas Yuri yang membuat Yesung terdiam. Shindong yang berada disampingnya langsung menepuk-nepuk pundak Yesung, kasihan. “Sabar ya, teman… mungkin saja kalau kau mengubah rambut pink-mu itu, Yuri akan jatuh cinta padamu…” yang kontan membuat semua yang didalam kelas ngakak.

“Hey, gendut! Apa katamu?!” sahut Yuri tak terima. Shindong menjulurkan lidah.

“ANAK-ANAK JANGAN RIBUT!” Seru Kim seonsaengnim sambil memukul-mukul meja. “Dasar, kenapa sikap kalian tetap seperti anak SMA, hah? Kalian ini kan sudah kuliah!”

Donghae hanya tersenyum menyaksikan kehebohan kelas ini. Sepertinya kelas jurusan music ini akan terasa sangat menyenangkan. Ia menatap teman-temannya yang masih saja heboh. Tak sengaja sudut matanya menangkap sosok gadis yang duduk paling pojok belakang disamping jendela. Gadis itu meletakkan dagunya diatas tangannya yang dilipat, sambil menerawang keluar jendela. Senyum Donghae semakin lebar. Ya, gadis blonde itu. Gadis aneh itu.

Ternyata mereka sekelas. Entah kenapa Donghae merasa senang.

“Nah, Donghae-ssi, sekarang kau boleh duduk. Maaf ya, yang tersisa hanya bangku didekat pojokan itu. Tidak apa-apa, kan?” Kim Seonsaengnim menunjuk kearah bangku disamping kanan gadis aneh itu. Dalam hati Donghae bersorak.

“Oh, gwaenchana, Kim seonsaengnim. Gomapseumnida” kata Donghae sambil bergerak menuju bangkunya. Beberapa anak menggerutu.

“Kim seonsaengnim! Kenapa tak menyuruhnya duduk disamping kami?” Tanya Sunny kesal. Teman-temannya mengangguk setuju.

“Loh, bukannya disitu ada orangnya, ya?” Tanya Kim Seonsaengnim balik, membuat Sunny langsung menggaruk tenguk, salah tingkah.

“cih, ssaem nggak asik” bisik Sooyoung, membuat kelompok gadis-gadis itu mengangguk setuju lagi.

“Choi Sooyoung! Apa yang tadi kau bilang?!” Tanya Kim Seonsaengnim.

“E-eh… tidak seonsaengnim! Tadi aku bilang Kim seonsaengnim sangat baik dan bijaksana!”

Donghae duduk dibangkunya dan menoleh kearah gadis itu. Gadis itu bahkan tak menyadari kehadirannya, dan ia seakan tak mendengar keributan yang terjadi dikelas ini.

Donghae terus memperhatikan Jessica. Entah apa yang ada pada diri gadis dingin ini yang membuat dirinya merasa penasaran. Merasa tertarik ingin lebih mengenalnya. Donghae seperti terpana dengan pemandangan disamping kirinya itu. Sinar matahari yang merembes masuk dari jendela membuat gadis itu kelihatan bersinar. Astaga, apa yang dipikirkannya?

“Yak, mari kita lanjut pada pelajaran kita….” Kim Seonsaengnim mulai mengajar. Donghae melihat Kim seonsaengnim yang mengajar didepan kelas, lalu melirik gadis disampingnya ini. Gadis itu bahkan tidak tertarik mendengar penjelasan guru didepan kelas itu.

Donghae terkekeh pelan.

Gadis ini benar-benar…

***

“Donghae oppa, ayo makan siang bersama kami!!” suara gadis –gadis dikelasnya ini terdengar nyaring. Gadis-gadis itu mengerubungi Donghae, seperti sekumpulan semut yang sedang mengerubungi makanan manis.

“Donghae oppa, kenalkan aku Kwon Yuri,” kata Gadis berambut hitam panjang sambil tersenyum manis.

“Kalau aku Lee Sunkyu. Atau panggil saja aku Sunny,” lanjut gadis imut bernama Sunny itu, sambil mengedipkan mata.

“Aku Choi Sooyoung, panggilannya Sooyoung” kata Gadis yang paling tinggi disitu. Donghae cukup pusing mendengar kata-kata dari gadis-gadis itu. Mereka memperkenalkan nama mereka satu persatu, dan tak ada satu pun yang diingat Donghae.

“Ayo kita ke kantin, kita makan siang bersama!” bujuk mereka sambil menarik-narik lengan Donghae. Donghae sampai kewalahan mendiamkan mereka.

“Eng, begini, aku…”

Bruk. Seseorang tanpa sengaja menabrak bahu Donghae. Ternyata Jessica.

Gadis blonde itu menoleh sedikit. “maaf,” katanya, dan langsung pergi. Donghae memandang kepergian Jessica sampai gadis itu sudah tak kelihatan lagi.

“Cih, dasar anak culun” decak Sunny.

“Abaikan saja dia, oppa, dia memang orang aneh” kata Yuri.

“Eh? Orang aneh?” Tanya Donghae bingung.

“Tentu saja. Dia orang aneh. Sifatnya dingin dan tak mau berbicara dengan orang lain. Sifatnya dari 2 bulan yang lalu berubah drastis. Padahal dulunya dia tidak begitu, loh. Ada gossip ia berubah karena tunangannya  kecelakaan—“  Penjelasan Sooyoung terhenti ketika teman-temannya yang lain menyikutnya.

“apa?” bisik Sooyoung bingung.

“kau terlalu banyak bicara, dasar bodoh” balas teman-temannya.

Donghae termenung. Sifatnya berubah drastis? Berarti dulu dia tidak dingin seperti itu? Apa dia—

“Tunggu,” sergah Donghae. “kau bilang… kau bilang tunangannya kecelakaan?”

Sooyoung memandangi teman-temannya sebentar, seakan meminta persetujuan. Ketika melihat teman-temannya mulai mengangguk kecil, ia melanjutkan. “Y-yah.. kami pernah mendengar 2 bulan lalu tunangannya kecelakaan motor… “

Donghae mengangguk. Mungkin itu sebabnya gadis itu terlihat dingin seperti itu. Mungkin karena sedih atau kesepian…

“Sudahlah, oppa, jangan urusi gadis dingin macam Jessica itu. Waktu kita coba menghiburnya saja dia langsung membentak kami. Jessica memang menyebalkan.”

“Jadi namanya Jessica..?” gumam Donghae.

Nama gadis aneh itu Jessica. Tanpa sadar Donghae tersenyum.

“Kalian sedang membicarakan tunangan Jessica itu ya?” Tanya seseorang. Mereka semua menoleh dan mendapati Ahn Sohee sedang memandangi mereka sambil tersenyum licik.

Sohee menatap Donghae dan tersenyum manis yang dibuat-buat. “Annyeong, oppa, namaku Sohee”

Sohee lalu menatap Sooyoung cs. “Kata sumber informasi kepercayaanku, tunangan Jessica itu kecelakaan motor karena hendak menghindari seekor kucing yang tiba-tiba lewat. Ada yang bilang tunangannya masih koma sampai sekarang, ada yang bilang dia sudah mati,” kata Sohee sambil terkikik kecil. Donghae mengernyit.

“HEY, TUTUP MULUTMU!!”

Mereka semua menoleh lagi, tampak seorang gadis dengan wajah yang sangat marah menatap ganas mereka semua.

“JANGAN NGOMONG YANG ANEH-ANEH KALAU TIDAK TAU APA-APA TENTANG JESSICA!!” Seru gadis itu lagi.

TBC

gimana? gimana?

kalo banyak yg respon bakal aku buat kelanjutannya =w= *digampar*

tolong commentnya yaa ^^ don’t be silent readers! ^^b

sankyuuu!

*pas ngepost ff ini judul awalnya ‘Unknown Love’, tapi sekarang ku ubah, hehe ^o^

36 pemikiran pada “A Thousand Years (Part 1)

  1. waw skian lama menunggu.
    akhrnya ada ff bru nih.
    tpi kok gni,sicanya dah pnya tnangan.
    haenya gmana donx?
    next part dtnggu deh^^

  2. wah akhirnya update juga ff nyaaa..
    Thor, kalo menurutku, ff nya kurang dapet feel, kata katanya kaya kurang sreg gitu, jadi aku kaya ngga ngerasain ‘berada di posisi jessica saat itu’ thor, maaf ya kalo katakatanya ngga jelas, itu menurut aku lho thor._. Next chapter kata katanya di ‘pertajam’ lagi ya thor :)

  3. Annyeong,,,, aQ reader baru disini,,, salam kenal!!!
    feelnya kurang dapet,,, tp kseluruhan baguz kok,,,
    keep writing thor!!!!

  4. annyeong oennie..:)
    q readers baru.. salam kenal..
    ceritanya seru, tp sicanya ud tunangan..:'(
    kasian donghaenya dong..??
    ttp lanjuut thor, fightiiing..:)

  5. Halo kaa salam kenal :) reader baru hehe..
    Sukaa bgt ff nya.. menarik crtanya :D
    Semoga donghae bsa ngerubah jessica ya..

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s