Missing You Like Crazy (oneshoot)

Title : Missing You Like Crazy

Cast : Kim Taeyeon (SNSD)

-Leeteuk (SUJU)

-dll

Genre : ng… apa ya..

Oneshoot

****

Hellooooo!

Aku datang! *setelah entah berapa lama gak pernah ngepost lagi, lol

hikseu, maaf aku udah gak pernah post ff lagi, terlalu sibuk dengan urusan sekolah + ditambah lagi laptop yang rusak.. akhirnya semua fanfict yang siap diluncurkan (?) lenyap T^T aku udah coba buat ulang lagi ffnya, tapi langsung gak ada mood hiks *bilang aja males, thor* maaf curhat

langsung saja ya, cekidot!

*maaf kalo ffnya gaje sekali…….

*disarankan bacanya sambil denger lagu taeng yang Missing You Like Crazy, hehe *abaikan*

**** Missing You Like Crazy ****

Don’t you know me?

The reason I’m here is you

Saat itu jadwal kami kosong, jadi kami tinggal di dorm untuk istirahat dan refreshing.Hanya Yoona yang masih ada jadwal pemotretan dan Hyoyeon syuting reality show-nya.Sooyoung dan Yuri pergi shopping, Jessica sedang tidur dikamarnya Sedangkan Sunny sibuk membaca majalah. Tak jauh dari tempat Sunny duduk, aku dan seohyun sedang menonton tv.

“Kenapa tidak ada acara tv yang bagus?” keluhku. Aku meraih remote tv dan memencet tombolnya. Chanel tv berganti, dan tiba-tiba saja aku membeku sesaat. Acara itu…

Aku refleks menekan tombol remote lagi.Seohyun yang ada disampingku menoleh.“Loh, unnie, kenapa diganti?Tadi kan acara WGM” Kata Seohyun. Ia pun terdiam sebentar, mungkin mengingat saat ia mengikuti acara itu,  bersama Jung Yonghwa.

Aku juga pernah mengikuti acara itu, bersama seorang comedian. Tapi hanya sampai belasan episode.

“Ah ne,” Karena tidak enak, aku kembali mengganti ke chanel yang menayangkan acara tersebut. Aku hanya berharap Seohyun tidak menyadari kegugupanku sekarang.

“Eh, couple WGM sekarang kan…” Sunny memulai, tapi kami sudah melihatnya, orang itu sedang bersama seorang aktris cantik yang menjadi pasangannya itu.Tanpa sadar aku menahan napas. Mata Seohyun melebar, ia menatapku cemas. “ah, unnie…”

Ia dan Sunny berpandangan. Seohyun mengigit bibir bawahnya. “Mianhaeyo unnie, aku tidak bermaksud…”

Aku memotong perkataannya dengan menggeleng pelan kepalaku. “Gwaenchana Seohyun ah”

Aku menghembuskan napas dan menatap kearah tv dengan tatapan kosong. Pasangan di tv itu terlihat sangat serasi. Mereka mulai dekat dan tak malu-malu lagi.Bahkan mereka sudah berani melakukan skinship. Mereka…

“Unnie?” gumam Seohyun pelan.Aku mengerjap, baru sadar mataku berair karena tak berkedip sejak tadi.Aku bangkit dari tempat dudukku.

“Kurasa… aku mau istirahat.Capek sekali rasanya,” kataku.

Tanpa menatap Sunny dan Seohyun, aku melangkat menuju kamarku secepatnya.

The cold snow is falling

I can’t speak

Just alone with the blowing wind

Aku menutup pintu kamar dengan cepat, dan bersandar disana.

Mereka serasi sekali…

Aku mengigit bibir, mencoba menahan tangis.

Aku…

Even if the tip of my heart hurts like this

Even if the tip of my hand tremble like this

I can only think of you

Rasanya menyakitkan melihat mereka bersama.

Walaupun aku sudah mencoba merelakannya.

Walaupun kami sudah berpisah sejak lama.

Aku benar-benar sudah mencoba.

Tapi kenapa aku terus memikirkannya?

The person I miss like crazy

The words I want to hear from you like crazy

I love you, I love you, Where are you?

The person I long for, who is deeply stuck in my heart

Aku benci mengatakannya, tapi ya ; aku merindukannya.

Walaupun aku tahu aku tak boleh berpikiran seperti itu.

Kami sudah berpisah. Dan dia sudah bersama orang lain.

Walaupun itu hanya dalam sebuah acaratv.

Tapi dari caranya menatap aktris itu, aku yakin ia menyukainya.

Aku yakin sekali.

Karena dulu, ia juga menatapku seperti itu…

I want to cherish you forever

Aku ingin balik ke masa lalu.

Saat kami masih bersama.

Saat ia masih menatapku dengan cara yang selalu kusukai.

Tapi apakah itu mungkin?

What do I do?

You’re so cold to me.

But I still miss you…

Dulu ia menatapku dengan sangat lembut.

Ia suka tersenyum kearahku, dan kami suka bercanda bersama.

Aku suka ketika ia mengelus kepalaku dengan lembut.

Tapi segalanya telah berubah.Dia telah berubah.

Kami bahkan sudah sangat jarang berbicara walaupun kami sering perform ditempat yang sama.

Hanya kalimat “anneyonghaseyo” dan senyuman tipis yang kami lakukan.Terlalu formal.

Tidak ada senyuman hangat atau suara lembutnya saat memanggil namaku.

Dia sekarang telah berubah.Dia yang sekarang sangat dingin padaku.

Aku benci dirinya yang sekarang.

Tapi aku  merindukannya…

Even if the tip of my heart hurts like this

Even if the tip of my hands tremble like this

I still can’t forget you

Aku menganggapnya seperti oppaku sendiri.

Aku suka curhat dengannya—tentang segalanya : saat aku badmood, saat aku lelah, saat aku merasa sangat payah dan menyerah tentang segala hal. dan ia akan menasehatiku sambil mengelus kepalaku dengan lembut. Ia akan menyemangatiku, dan berkata semua akan baik-baik saja. Ia akan berkata bahwa ada dirinya disampingku, bahwa dirinya bisa menjadi sandaran saat aku lelah. Dan ia akan berteriak “Kim Taeyeon FIGHTING! Kau pasti bisa!” dengan sangat keras.

Aku merindukan saat-saat seperti itu.

Tapi sepertinya saat-saat itu sudah berakhir.Semuanya telah berubah.

Tapi aku tetap tak bisa melupakannya..

The person I miss like crazy

The words I want to hear from you like crazy

I love you, I love you—Where are you?

The person I long for, who is deeply stuck in my heart

Oppa, dimana kau sekarang?

Katamu kau akan selalu ada disampingku.

Katamu kau akan selalu menjadi sandaranku.

Dimana dirimu yang dulu?Aku merindukannya.

Dirimu yang hangat dan selalu baik padaku.

Dirimu yang perhatian padaku.

Dirimu yang suka sekali mengelus kepalaku

Apa kau tahu, oppa?

Saat aku menyanyikan salah satu OST drama secara live, aku menangis.

Menangis karena mengingatmu.

Menangis karena terlalu merindukanmu.

Menangis karena membenci dirimu yang sekarang.

Menangis karena aku tak menganggapmu hanya sebagai ‘oppa-ku’

Menangis Karena baru sadar aku mencintaimu…

Please tell me that you cherish me

Please don’t blanky erase me

Because You’re my everything…

Aku sadar disaat segalanya sudah terlambat.

Sekarang hanya ada harapan yang tumbuh dalam diriku.

Hanya itu yang membuatku merasa baik-baik saja.

Tapi seseorang menyadarkanku, terkadang kita tak bisa hidup dalam kenyataan hanya dengan harapan.

Tapi bolehkan kali ini saja, aku berharap?

The person I miss like crazy

The words I want to hear from you like crazy

I love you, I love you—Where are you?

The person I long for, who is deeply stuck in my heart

Dan disinilah aku, diatas atap gedung agensi kami.

Tempat dimana kami menghabiskan waktu bersama.

Jessica ada disampingku, merawang.

Disini juga tempat ia menghabiskan waktu bersama seseorang.

“Tidak boleh..kita tidak boleh hidup dalam kenyataan hanya dengan harapan kosong begitu,” ia mengulangi perkataannya.

“Sekeras apapun kita berharap, kadang kenyataan berkata lain. Benarkan?” gumamnya.Ia tertawa hambar. Aku bisa mendengar suaranya yang bergetar.

Aku menatapnya nanar. Kami punya nasib yang sama—menyadari sesuatu yang penting disaat segalanya sudah terlambat.

Sometimes love means letting go when you want to hold on tighter” Katanya sambil tersenyum. Ia mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangan.

“Aku yakin kau akan menemukan yang lebih baik darinya, Taeyeon ah, aku yakin” Katanya sambil menepuk bahuku.

Ia pun pergi duluan, meninggalkan diriku sendiri di atap.

Waktu berlalu dengan cepat, matahari mulai tenggelam.

Aku hanya berdiri disana, tanpa melakukan apapun. Hanya terdiam sampai tiba-tiba mendengar suara yang sudah lama tak kudengar…

“Taeyeon ah…”

Aku menoleh, dan menemukan  sosoknya.

Hatiku rasanya campur aduk—terlalu senang, terlalu sedih, terlalu kecewa… dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang.

Aku berusaha tersenyum kepadanya, dan ia membalasnya. Mataku memanas, rasanya sudah lama sekali aku tak melihat senyuman itu.

“apa kabarmu?” tanyanya. Ia berdiri disampingku.

Aku hanya menatapnya, berpikir apakah ini mimpi.

Sudah berapa lama kami tidak berdiri berdampingan seperti ini?

“…baik,” aku berusaha berkata senormal mungkin, walau tenggorokanku tercekat.

Aku sendiri tak berani bertanya balik tentang kabarnya. Aku tak siap jika ia berkata “aku juga baik” dan berkata bahwa ia merasa baik karena aktris itu. Aku egois, bukan?

Jadi aku hanya berkata, “kau kelihatan baik” dan ia hanya mengangguk pelan.

Kami terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.Matahari mulai tenggelam secara perlahan.Dulu, aku sering memandang pemandangan sunset ini sambil menyandarkan kepala dibahunya. Sekarang kami hanya berdiri berjauhan, seperti akan saling menyakiti jika berdekatan. Aku mengadahkan kepala, berusaha menahan tangis. Oppa, apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu?

“…Maaf” itu kata yang kudengar keluar dari mulutnya.suaranya pelan, namun mampu membuat hatiku terasa sangat sakit. Aku menggeleng, dan menatapnya.Sosoknya mengabur karena mataku yang berkaca-kaca.

Aku mengulurkan tanganku. “Oppa… selamat..” gumamku. Ia menatap uluran tanganku dengan bingung.

Aku tersenyum kecut. “aku hanya ingin mengucapkan selamat…” gumamku saat ia menatapku. “yah… selamat..  selamat…  atas semuanya,” suaraku bergetar.

Merasa uluran tanganku tak disambut, aku menurunkannya.Tepat disaat air mataku menuncur ke pipi. Dan disaat itu juga, ia memelukku

Aku tidak bisa menahannya lagi.Aku menangis dalam pelukannya.

Aku mendengarnya mengucapkan kata maaf entah berapa kali.

“bogoshippoyo…” gumamku. Ia memelukku lebih erat. “Neomu bogoshippoyo…”

“Kau akan menemukan yang lebih baik dariku, taeyeon ah, percayalah…” katanya. Persis seperti yang diucapkan Jessica tadi.

Aku memeluknya lebih erat. “saranghae…” gumamku pelan. Sangat pelan…

sometimes love means letting go when you want to hold on tighter

Kata-kata Jessica melintas dibenakku.

Walaupun tak ingin, akhirnya aku melepaskan pelukannya.

‘Oppa… gomawo…” kataku.Tiba-tiba aku merasa bebanku seperti terangkat. “gomawo… untuk semuanya..” aku tersenyum. Rasanya seakan mudah sekali.

Ia membeku sejenak, aku bisa melihat setetes air mata dipipinya.

“akhirnya.. aku menemukan senyumanmu yang dulu..” ia mengelus pelan kepalaku. Rasanya lembut.

Ia menyentuh pipiku dengan kedua tangannya. “kau akan bahagia, taeyeon ah. Aku yakin”

Aku mengangguk, dan percaya dengan kata-katanya itu.

“Oppa, yaksokhaejwo..” kataku lagi. “kau juga harus bahagia…” aku menyodorkan jari kelingking.

Ia tersenyum geli dan mengaitkan jari kelingkingnya. “Ne, aku berjanji..”

Langit mulai gelap.Ponsel di saku celanaku berbunyi. Ah, itu pasti managerku.

“Oppa…” panggilku.Ia menoleh menatapku. Aku tersenyum. “aku harus pergi. Manager oppa meneleponku.”

Ia menggenggam tanganku. “Taeyeon-ah… jaga dirimu,” katanya.Aku mengangguk.

“Ne…” aku menarik tanganku dan mulai menjauh.Aku berbalik dan tersenyum padanya. “Leeteuk oppa, FIGHTING!” kataku keras. Ia kelihatan kaget dengan kata-kataku. Aku tertawa kecil.

“Annyeong, oppa…” kataku sambil melambaikan tangan.Ia membalas lambaian tanganku.

Annyeong, sarang-a….

Lalu aku pergi, meninggalkannya.Aku berjalan secepat yang aku bisa.Di satu sisi, hatiku sakit, disatu sisi rasanya lega sekali.Aku terus berjalan dengan pandanganku yang mengabur sampai tiba-tiba aku menabrak sosok yang tinggi. Aku hampir saja terjatuh, untung saja ia menahan bahuku.

“Taeyeon ah?” gumam suara berat sosok itu.

Aku menatap sosok itu, lama kelamaan wajah itu terlihat jelas. Aku terkesiap.

“K…kau?”

I want to cherish you forever

I love you,

I love you…

THE END

selesaii! maap kalau sangat-sangat gaje…

aku sama skali blm dapat ide buat bikin ff baru T^T

dimohon commentnya ya ^^

kritik dan saran diterima kok, hehe

39!

14 pemikiran pada “Missing You Like Crazy (oneshoot)

  1. jiahhh kenapa begini???apa itu artinya sad end…andweee
    #tpi bgus kok ..
    kata2nyakerenn cuma kurang pnjang aja…hehe

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s