IT’S YOU – PART 1

IT’S YOU – part 1

Image

Cast & Other Cast:

  • Lee Donghae
  •  Jessica Jung
  •  Ok Taecyeon
  •  Cho Kyuhyun
  •  Choi Sooyoung

Genre: Romance, Friendship

Jessica Jung dan Lee Donghae. mereka adalah seorang yeoja dan namja kecil yang sedang bermain disebuah taman yang berada dalam sebuah komplek.

“Jessy, main sama aku yuk!” kata donghae sambil menggenggam tangan Jessica.

“main apa?” tanya sica sambil tersenyum riang.

“hm… main apa ya….” donghae berfikir. “gimana kalau petak umpet?” cetus Donghae.

Jessica langsung tersenyum sumringah. “ ayo! Tapi kamu yang jaga ya?” ujar sica polos.

Donghae merengut kecil  “kok aku yang jaga?”

“ kamu kan namja” sahut sica asal

Donghae terdiam. Ia tidak mengerti kenapa harus namja yang menjaga. Tapi karna ia tidak mau membuang waktu, akhirnya ia mengangguk setuju.

Sesuai peraturan, Sica menyentuh punggung Donghae dengan salah satu jarinya. Donghae berbalik menghadap Sica.

“yang ini” ujarnya sambil menunjuk jari telunjuk sica

Sica Menggeleng.

“yang ini….” kali ini hae menunjuk jari tengah Sica.

Sica kembali menggeleng.

“hm..” donghae mencoba menebak.” Yang ini!..” serunya sambil menyentuh kelingking sica.

Donghae berhasil menebak jari yang tepat. Donghae menyandarkan lengan ke tembok pagar rumah Sica, lalu memejamkan mata.

“Haeppa!” panggil Sica, membuat Hae kembali menengok padanya.

“mwo??” tanya Hae bingung.

“kamu bakal cari aku sampai ketemu kan?” tanya Sica

“ne, aku pasti temuin!” seru Hae, nggak sabar untuk memulai permainan. “ aku hitung ya! 1…2..”

Sica berlari sejauh mungkin untuk mencari tempat persembunyian selama Hae menghitung.

Setelah menghitung sampai selesai tanpa menunggu lebih lama, Hae membuka mata dan mencari kesana kemari Sica. Dilemparkannya pandangan kesetiap celah. Hari sudah semakin malam, namun Hae belum juga menemukan Sica. Hae menjadi gelisah karna belum bisa menemukan sica.

Hae masih celingak – celinguk mencari sosok Sica. Ia tampak gelisah. “Jessy!” serunya keras berharap Sica segera keluar dan menyudahi permainan. Dengan panik Hae berlari kearah taman bermain, nalurinya berkata bahwa Sica bersembunyi disitu. “Jessy!” serunya lebih keras.

Dari balik semak-semak sica tertawa kecil. Dia bisa melihat sosok Hae yang kebingungan mencarinya. Hae berjalan kearahnya. Tinggal beberapa langkah lagi, tapi….

“Hae, ayo pulang!” seru seorang dari tepi taman

Hae menoleh cepat “ Tapi Jessy…”

“Ayo Pulang, ppali!” seru bibi Hyon,  Wanita pengasuh Hae itu dengan nada lebih tinggi. “nanti dimarahin eomma mu loh, besok pagi kan kita mau pindah rumah..”

Donghae kebingungan. Dia takut dimarahi eommanya karna pulang terlalu sore. Tapi dia juga harus mencari Sica.

“Kajja!” ucap bibi Hyon sambil menggandeng lengan Hae dan berjalan pulang.

Sica melihat sosok Hae yang semakin menjauh dari taman, sampai pada akhirnya menghilang dibelokan jalan. Pikiran Sica yang polos membuatnya terus menunggu Hae untuk menemukannya.

Hari sudah semakin gelap, tanpa sadar Sica menangis. Ia tidak menangis seperti biasanya. Ia menangis perlahan. Satu hal ia rasakan, hati nya terasa perih ada rasa takut yang melandanya begitu dalam.  Ia ingin pulang, tapi kakinya nggak mau bergerak. Ia menginginkan Hae kembali dan membawanya pulang. Sampai akhirnya….

“gwenchanayo?”

Tangis Sica berhenti. Ia mendongak melihat siapa pemilik suara itu. Seorang anak lelaki berdiri menatapnya.

“rumahmu dimana?” tanya namja itu ramah.

Sica masih menatapnya bingung. Perlahan rasa takutnya berkurang. Yang ia tahu, seseorang telah menemukannya, dan dia ingin pulang.

“di sana..” ucap Sica sambil menunjuk ke arah jalan

Namja itu menoleh sekilas kearah jalan dan kembali menatap Sica. Perlahan ia tersenyum ramah dan menjulurkan tangan.

“Kajja, aku antar kau…”

10 tahun kemudian

“aish! Baiklah, kalau begitu aku berangkat sendiri sajadeh” ujar sica yang sedang menelpon sahabatnya, Sooyoung.

“mianhae, aku tadi bangun kesiangan. Kalau begitu baiklah kita telat bersama saja yah? Aku sebentar lagi berangkat menjemputmu” rengek sooyoung.

“ani! Kalau bisa on time mengapa harus telat. Baiklah, dari pada kita kelamaan menelpon dan jadinya telat. lebih baik kita ketemuan di depan gerbang saja, ne?” Sica langsung menutup telpon dan berpamitan sebelum pergi ke sekolah.

Sebenarnya, masalahnya adalah Sica tidak tahu dimana kelasnya. Karna ia dan Sooyoung tidak bisa mengikuti MOS sama sekali. Karna Sica terkena flu berat, sedangkan Sooyoung Asyik dengan orang tuanya berlibur.

Sica harus berlari secepat mungkin karna jarak dari rumahnya ke gerbang kompleks sangatlah jauh. Belum lagi ia harus naik bus.

***

Donghae mmemperhatikan pemandangan dari luar jendela mobil. Diamati satu persatu rumah yang dilewatinya. Sudah lama sekali ia tidak merasakan suasan ditempat tinggal lamanya itu.

Sepuluh tahun yang lalu mereka pindah ke Jepang, tempat nenek. Bahkan ia sempat melupakan teman-teman lamanya dulu. Tapi ada seseorang yang tidk pernah dilupakannya. Dengan seksama Donghae memerhatikan lengannya yang jauh berbeda saat masa kecil dulu. Yang sudah berubah menjadi lengan orang dewasa. Sekarang dia sudah kelas 2 SMA dan nggak sepolos anak berumur 6 tahun lagi. Tapi ada satu hal yang tetap sama, luka goresan di lengan itu masih berbekas. Ia masih ingat teman masa kecilnya Jessy, si penyebab luka dilengannya itu.

Jauh didepannya, matanya menangkap sosok yeoja berseragam SMA sedang berlari. Wajah yeoja itu penuh dengan keringat.

Rasa penasaran Donghae muncul,. Begitu mobil melaju melewati yeoja itu, Donghae memperhatikan sampai menoleh kebelakang , ingin terus melihat yeoja itu.

“waeyo?” ujar appa Donghae yang sedang mengendarai mobil dan duduk disebelahnya

Donghae menoleh. “Hah? Oh, gwenchana “ kata Donghae sekenanya. Pandangan donghae mulai terfokus kedepan. Tapi baru beberapa detik, ia tetap tidak bisa menghilangkan rasa penasarannya. Perlahan diliriknya kaca spion samping. Tanpa sadar bibirnya membentuk senyuman saat melihat kearah Sica yang sosoknya masih bisa ditangkap oleh kaca spion.

“neomu yeppo” gumam Donghae.

***

Mereka bersekolah di Seoul High School . sekolah terfavorit di kota seperti Seoul, semua orang memiliki angan untuk masuk kedalam sekolah terfavorit ini.

“omo, akhirnya kau sampai juga!” sapa Sooyoung begitu melihat sica turun dari Bus dan berjalan ke gerbang sekolah.

“aigo, hampir saja telat. Apa kau sudah mencari kelas?” jawab Sica dengan nada ngos-ngosan.

“aniyo” jawab Sooyoung datar.

“wah, gawat!” panik Sica yang langsung menarik Sooyoung untuk mencari dimana kelas mereka.

***

Pagi yang sama di Seoul High School

“ YA! Donghae!” sapa Kyuhyun, sahabt Donghae dari kelas 1 . rumah Kyuhyun satu kompleks dengan Donghae, hanya saja beda block.

“eh, kau. Waeyo?” refleks Donghae menoleh.

“kita sekelas lagi sekarang!dan yeoja dikelas kita juga neomu yeppo loh!” ucap Kyuhyun.

Donghae menghela nafas panjang. “ kukira bakal sekelas sama yeoja yang neomu yeppo saja. Eh gaktaunya malah dengan gentong!”

“Ya! Lee Donghae!” kyuhyun mendorong pelan Donghae.

Tubuh Kyuhyun memang tidak gentong. Malahan termasuk bagus. Dengan kulit putih dan tinggi badannya. Tapi karna waktu kecil ia suka ngemil dan tidak gendut-gendut. Maka Donghae memberi julukan seperti itu padanya.

Kini mereka mulai menapaki anak tangga ke lantai dua.

“menurutmu, yeoja yang cantik itu seperti apa sih?” cecar kyuhyun.

“hm..menurutku, yeoja cantik itu…” belum sempat Donghae menyelesaikannya.

Bruk!

Tubuh Donghae sedikit bergeser ke samping. Tanpa permisi Sica menabrak namja itu dengan cuek. Sedangkan Sooyoung, ia menabrak Kyuhyun. Lalu tanpa kata maaf kedua yeoja  itu meneruskan menaiki tangga sambil berlari. Donghae dan Kyuhyun diam takjub dengan ketidak sopanan yang dibuat mereka.

“mau jadi apa negara kita ini kalau anak baru saja sudah seperti itu?” celoteh Kyuhyun.

Donghae masih terdiam. Dia ingat yeoja yang menabrak nya barusan. Bukankah itu yeoja yang sama dengan yang tadi pagi dilihatnya?

“Hei!” panggil Kyuhyun menyadarkan Donghae

“mwo?”

“ppali! Jangan bilang kau suka dengan yeoja yang barusan menabrak tadi?” kata kyuhyun sambil berjalan.

Donghae terdiam sesaat. Tanpa sadar ia tersenyum geli. Kemudian ia mendongak keatas, menatap kyuhyun yang semakin menjauh. Dengan gesit, dia berlari kecil menghampiri Kyuhyun  dan berjalan memasuki kelas barunya.

***

“aku ingin bertanya, mengapa kita harus masuk sekolah ini?  Mengapa tidak yang lain saja?” ucap Sica. Sooyoung kaget dengan pertanyaan Sica.

“oh.. eh.. Oh ya! Itu karna ini sekolah terfavorit.” Jawab Sooyoung hati-hati.

“jinja? Bukankah banyak yang lebih bagus dan dekat dengan rumah kita?”

“tapi dari dulu kau sangat ingin sekolah disini Jes!” lontar Sooyoung keceplosan

“karena?” pancing Sica cepat.

“karena….karena…. ya karena 2 bulan lalu, sebelum kecelakaan yang menyebabkanmu amnesia, kau dan aku mendaftar disini dan kebetulan kita masuk. Jadi kita akhirnya memilih disini. Itu saja!”

“Ah, ne. Aku percaya padamu. Aigo, mengapa ingatanku belum juga kembali.” Gerutu Sica sambil tersenyum ke Sooyoung.

Sooyoung balas tersenyum tanpa berani menatap Sica. Ia takut kalau Sica tahu bahwa ia sedang berbohong. Lebih tepatnya, ia takut Sica ingat semuanya.

 

***

Seminggu kemudian…

Dengan santai Donghae berjalan di koridor sekolah. Ditatapnya sekilas anak-anak kelas satu yang mengagumi dirinya.dalam hati ia tersenyum sinis. Sampai saat ini dia masih belum mengerti kenapa cewek menatapnya seperti itu.

Dulu, waktu kelas satu , Donghae suka banget saat diperlakukan seperti itu. Bahkan dulu, untuk pacaran dengan Go Hara saja ia tidak perlu menembak, justru Hara lah yang datang dan menembaknya. Namun persahabatannya dengan Taecyeon ( waktu itu Donghae masih kelas 1 dan Taecyeon sudah kelas 3) secara gak langsung udah menyadarinya.

Sebagai cowok yang juga populer seperti Donghae, Taecyeon tidak pernah senang dikagumi cewe seperti itu. Karna menurutnya. Cewe yang dia sukai itu “ simple girl but i love her”

Donghae melangkahkan kaki ke koridor masih sambil melamun mengingat kejadian beberapa bulan lalu. Sampai-sampai gak sadar kalau ada seorang yeoja yang sedang berjalan menghampirinya.

“annyeong Lee Donghae oppa” sapa Sica yang tiba-tiba muncul dihadapan Donghae dengan tampang polos.

Donghae merasa tiga kali sudah bertemu dengan gadis ini dengan cara yang unik. Ini kebetulan atau sungguhan? Donghae menatap takjub ke Sica.

“ne?” sahut Donghae sekenanya.

“saya ingin bertanya. Lapangan basket indoor dimana ya?” tanya Sica sambil menatap Donghae yang juga sedang menatapnya dengan bingung.

“oh, di…” suara donghae tercekat.tiba-tiba ia ingat kejadian ditangga seminggu yang lalu. Jelas-jelas Sica menabraknya tampa minta maaf. Jadi buat apa dia membantunya menemukan ruangan itu yang tidak lain tidak bukan adalah markas Donghae dan Teman-tmannya.

“dimana oppa?” tanya Sica bingung melihat ekspresi aneh Donghae barusan.

“di ujung koridor ini belok kanan..” saat melihat Sica mendengarkannya dengan serius,Donghae makin bersemangat mengerjai sica. “nanti ada ruangan yang pintu depannya ditempelin poster-poster. Nah itu tempatnya.”

Sica tersenyum puas. “ kamsahamnida oppa!” ucapnya tulus yang membuat Donghae salah tingkah.

Belum sempat Sica pergi, tiba-tiba donghae mencegatnya.” Emangnya kamu mau ngapain kesana?” tanya Donghae penasaran.

“Hm.. gak ngapa-ngapain sih, cuman kemarin saya gak ngikutin MOS, sekarang saya pingin tahu ekskul apa aja yang ada disekolah ini. Siapa tahu ikut salah satunya.” Jawab Sica

“oh begitu…” tanya Donghae masih belom puas.

Sica tertawa gak jelas. “ Hm… tapi sebenarna saya gak bisa main basket sih…”

Donghae menaikkan alis.” Loh,terus kamu mau jadi apanya? Ring basket? Apa bolanya sekalian?”

Sica menggerutu dalam hati. Hari pertama sekolah aja udah ketemu kakak kelas cakep tapi belagu kayak gini “Ya siapa tahu saya bisa jadi managernya” jawab Sica asal.

“hah? Jadi manager klub basket cewek apa cowok?” tanya donghae yang makin menikmati obrolan.

“Klub basket cowok dong, biar bisa ketemu cowok-cowok cakep terus jadian sama kapten timnya.” Jawa Sica yang mulai kesal.

Donghae melongo. Ia sama sekali gak nyangka cewek dihadapannya ini berani ngomong kayak gitu. Andaikan Sica tahu, bahwa sebenarnya dia sedang berbicara dengan si Kapten Tim basket.

Tapi belom sempat Donghae melanjutkan kata-katanya, Sica keburu menyela. “ by the way, kamsahamnida oppa”. Kata sica dengan senyum yang dipaksakan.dengan cepat berlari meninggalkan Donghae.

***

Perlahan Donghae melangkahkan kaki menelusuri komplek. Mumpung sepi dan gak ada orang yang mengenalnya, jadi enggak ada salhnya dia jalan-jalan. Begitu tiba di taman yang terletak di ujung jalan, senyum Donghae langsung mengembang. Perlahan Donghae memasuki taman dan duduk di bangku ayunan. Memang konyol sih… anak kelas 2 SMA masa main ayunan? Haha! Donghae tertawa dalam hati mentertawakan dirinya sendiri.

Tapi tiba-tiba…

BRUK! Tubunh Donghae terhempas kebawah dan jatuh. Donghae langsung melihat kedua telapak tangannya yang sedikit lecet. Gak lama kemudian Donghae langsung berdiri dan mebalikan badan, untuk melihat siapa orang gila yang berani mendorongnya.

Ternyata…

“eh , kamu?!” seru Donghae enggak percaya dengan penglihatannya sendiri. “ngapain kamu ngedorong punggung sunbae mu ?” kata Donghae dengan wajah kesalnya.

“aku orang yang kau tipu disekolah tadi. Dan sekarang aku ingin membalasmu”

Donghae perlahan mundur selangkah, malas meladeni orang seperti Sica.

“maksudmu apaann hah!?” teriak Sica

Donghae berhenti mundur. Emosi nya sedikit terpancing.

“YA! Kau belagu bangetsih, baru jadi anak kelas 1 saja sudah seperti ini. Tak ada sopan santunnya sama sekali ya!?” balas Donghe yang tidak terima dibentak.

“yang belagu itu aku apa kau? Mentang-mentang sorang sunbae, bisa seenaknya saja dengan adik kelasnya!”

“ anak kecil kayak kamu itu memang nggak mungkin inget ya! Sini, biar sunbaemu ingetin ya,. Hampir seminggu yang lalu, kau menabrak sunbaemu ini di tangga sekolah. Dan kamu tidak minta maaf!”

Sica mengingat sejenak. “Oooh! Hm, jadi kamu marah sama saya cuman gara-gara itu? Ih! Banci banget sih jadi namja!”

Lagi-lagi Donghae melongo. Yeoja ini sangat berani berbicara kasar padanya. Tak berniat untuk membalas, Donghae membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Sica. Tapi baru beberapa langkah iya sudah membalikkan badan.

“Kamu ngapai ngikutin saya?: tanya Donghae jutek

Langkah Sica pun ikut terhenti. “ Dih! Ge-er banget sih!” sahut Sica yang sama juteknya. Sica langsung berjalan mendahului Donghae.

***

Paginya…

“Kajja! Temani aku ke ruang basket indoor ne? “ rengek Sica. Sooyoung yang mendengar kata basket langsung menolak ajakan temannya itu.

“kamu mau apasih kesana? Jadi anggota?” tanya Sooyoung bete.

Sica tertunduk sedih “aku cuman ngerasa ada yang familiar disana. Ya siapa tau ingatanku…”

“Ingatanmu gak ada hubungannya sama sekali dengan anak-anak basket!” potong Sooyoung cepat.

“tapi kan mungkin aja ada orang yang…”

“nggak ada orang yang lebih mengenalmu daripada aku. Kalau mau tahu masa lalumu, pakai saja memori otakku ini!” sela Sooyoung dengan nada yang lebih tinggi. Sehingga membuat Sica tersentak.

“aku Cuma…” Sica tertunduk “aku Cuma pingin liat anak-anak main basket”

Sooyoung menatap Sica. Ia hanya ingin melindungi sica. Ia sama sekali gak bermaksud mengekang hidup sahabatnya ini.

“oke, pulang sekolah nanti kita ke sana ya” kata Sooyoung akhirnya.

Wajah sica langsung berubah cerah. “Yes! Gomawoya”

Sooyoung menoleh dan tersenyum tipis. Andaikan Sica tahu, betapa besar ketakutan yang disimpan Sooyoung selama ini.

***

Donghae duduk di bangku pinggir lapangan basket. Sebenarnya, kapten tim basket sekolah ini adalah Taecyeon. Tapi, sejak meninggalnya Taecyeon dua bulan yang lalu posisi itu kosong. Maka atas kesepakatan, ketua tim basket sekarang adalah Donghae. Donghae yang merasa pundaknya ditepuk langsung menoleh kebelakang. Kali ini, baik dirinya maupun Sica sama-sama kaget.

“eh, kamu?” kata keduanya kompak.

Sooyoung yang ada disamping Sica hanya bisa memasang tampang bingung.

“ngapain kamu disini?” tanya Sica jutek

Donghae melipat tanganya. “ seharusnya, saya yang nanya, kamu ngapain disini?”

Sica makin keki. “ kan saya udah bilang, kalau saya mau cari cowok cakep, terus  pacarin deh kaptennya!” kata Sica yang asal ceplos. Donghae yang mendengarnya jadi salah tingkah.” Mana kapten timnya?” tanya Sica yang merasa menang setelah melihat Donghae speechless.

“wait…wait! kamu kenal dia Jess? “ bisik sooyoung sambil menunjuk Donghae.

“dia ini cowok rese yang menipuku kemarin! Belagu banget kan!” kata Sica.

“Hae, anak-anak kelas satu ini ingin melihatmu bermain” seru salah satu namja yang tiba-tiba menghampiri Donghae.

Sica dan Sooyoung nampak bingung.

“namamu siapa? Lee Donghae ya?” tanya Sooyoung refleks. Donghae menoleh tampa megucap satu katapun. “ kamu kapten basket tim cowok kan?” lanjut Sooyoung, yang membuat Sica tersentak.

“mwo?” tanya Sica yang enggak percaya.

Donghae yang malas bertengkar langsung dengan cueknya meninggalkan mereka dan masuk ke lapangan.

Setelah melihat aksi Donghae dan teman-temannya. Sica terus menerus menahan kegugupannya. Bahkan samppai donghae sudah selesai tampil.

“young-ie…” desah Sica pelan.

Soo young menoleh. “ne?”

“aigo! Pabo-ya, pabo. Jessica, waeyo… kau Pabo! Jebal!!”

Donghae yang daritadi tidak peduli tiba-tiba menengok ke belakang. “eh, ngomong-ngomong soal ucapanmu tadi. Kamu bilang mau pacaran dengan siapa?nugu?” tanya donghae sambil memasang tampang innocentnya.

Sica langsung cengengesan. Perlahan ia berbalik dan mengutuk ke-pabo-an nya sendiri. Tanpa berniat menoleh ke Donghae lagi, ia langsng menarik tangan Sooyoung dan beranjak meninggalkan tempat memalukan itu. Tapi langkah Sica terhenti karna…

“Hei, aku tunggu loh ajakan nge-date-nya” seru Donghae sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi.

Sica hanya bisa mendumel dalam hatinya. Sedangkan donghae tersenyum lebar merasakannya.

***

Siang itu, tampa mengajak Sica, Sooyoung datang ke lapangan basket untuk menemui Donghae. Donghae yang kebetulan sedang mengobrol dengan Kyuhyun menyadari kehadiran Sooyoung.

Mereka langsung menghampiri Sooyoung.

“hai Soo.” Sapa kyuhyun.

“ah, ne… anyyeong oppa” balas Sooyoung ramah.

“oh iya, Hae, ini Sooyoung, anak kelas satu plus teman les ku” ujar kyuhyun.

Sooyoung tidak peduli dengan perkenalan dirinya. Dan langsung menatap tajam ke arah Donghae.

“aku bingung. Orang yang gantiin posisi Taecyeon kok kayak gini ya?” ucap Sooyoung sambil menahan emosi.

Donghae menoleh tersinggung.” Maksudmu?”

“yah… setauku, Taecyeon itu jauh lebih bai dibanding kamu. Makanya, awalnya aku ngira orang yang gantiin Taecyeon itu lebih baik, tapi nyatanya…” Sooyoung menggantung kalimatnya.

“kamu tahu apa tentang Taecyeon?” tantang Donghae jengkel.

Sooyoung menatap Donghae tajam “ more than you know!”

Donghae tersentak. Ia merasa mulai ada yang aneh. Ada masalah apasih sebenarnya dia dengan Sooyong kenapa dia seperti ini.

Kyuhyun yang sadar dengan situasi yang tidak mengenakan ini langsung mengalihkan pembicaraan.

“Hae, aku tunggu di parkiran ya! Ppali!” seru kyuhyun sambil mengambil tas dan beranjak pergi. Sooyoung juga kembali pergi.

Donghae yang masih terkejut dengan kejadian tadi hanya bisa menatap sosok Sooyoung yang menjauh. Tapi, belum sempat dia menghela napas. Sooyoung sudah membuatnya terkejut lagi.

“Haeppa!”

Refleks Donghae menoleh. Selama sepuluh tahun. Baru kali ini dia mendengar ada yang memanggilnya seperti itu. Dengan sebutan “Haeppa”. Panggilan yng digunakan teman masakecilnya yang hilang.

Sooyoung yang melihat wajah terkejut Donghae tersenyum puas. “mian…maksudu Donghae” kata Sooyoung sambil melanjutkan langkah.

“Jessy!” panggil Donghae refleks.

Langkah Sooyoung terhenti. Donghae makin penasaran mungknkah Sooyoung adalah Jessy?.

Perlahan Sooyoung membalikan badan dan tersenyum makin sinis “mianhae, aku bukan Jessy”

***

Hyori ahjumma, adalah eomma dari Sica . dan Soon ae ahjumma adalah ibu dari Donghae. Donghae yang baru saja pulang langsung berganti baju dan keluar dari kamrnya.eomma nya memanggil donghae.

“Hae, kamu ingat Sica?”

“mwo eomma?” ucap donghae menoleh kearah eommanya. “Sica?” ulang donghae yang pura-pura tidak tahu.

“permisi”

Refleks semua orang menoleh ke arah datangnya sumber suara.

Sica dan donghae kaget bahwa orang tua mereka saling kenal. Soon ae ahjumma yang melihat donghae bingung langsung menjelaskan.

“itu loh, pas kecil kalian sering bermain bersama. Dan kamu manggil dia Jessy”

Seperti ada petir yang menghantam Donghae, yang pasti ia semakin bingung. Sama halnya dengan Sica.

-TO BE CONTINUED-

GOMAWO ^^ jangan lupa komen yaa 

38 pemikiran pada “IT’S YOU – PART 1

  1. wah skian lama menunggu.
    akhrnya ada jga ff tntang haesica.
    senangnya,tpi kok gni yah.
    ffnya lum dibka udh bsa liat di beranda,ntr bnyak donx silence readernya-,-

    knpa sica bsa ilang ingatan? apa ada hubnya ama meninggalnya taecyeon?
    sica pasti malu bnget tuh pas tau kapten timnya haepa.hha

    nextnya cpet yah^^

  2. Yeyyy akhir’x FF HaeSica muncul lgi :-)

    FF ny bgus bgtt :-)

    Lanjutt thoorr !!!! Jangan lama-lama , jebal

  3. akhirnya ada ff baru,authornya kemana semua?kok kayaknya jarang update ff,,sibuk kali ya!!!!
    agak bingung sedikit sih ma alurnya mungkin di part 2 tambah ngerti,,heheheh maaf saya memang telmi tingkat akut!

  4. Sica kok bs amnesia? Trs yg nolong sica wkt kecil siapa? Apa yg sooyoung smbunyikan? Knpa taec meninggal? Aish,,, ni ff bkin org penasaran…
    Oh ya, annyeong aku reader baru :)

  5. Makinn penasarannn,,kayanya Ceritanya Rame nihhh..
    Next part bkin yg so sweettttt ya chinguu..
    #over all nice ff
    #next part di perjelas lgi yaaa.. Soalnya aku ga ngerti pas bagian sooyoung !!
    #Next part di tunggu bangettt
    #Hwaiting Chingu ;)

  6. akhirnya ada ff haesica yg baru.. Kenapa sica bisa ilang ingatan?, hubungannya sma taecyeon apa? Bagus thor ffnya,ayo lnjut part selanjtnya

  7. Little HaeSica-nya kyeopta…
    Lanjut jangan lama-lama dong thor! T_T
    Semoga HaeSica real forever!!! *ntar aku jadi anaknya* kekeke..
    Semangat ya thor! aku dukung kok.. tp jangan lama2. keburu penasaran nih.. kekeke..

  8. Annyeong chingu :)
    Mohon maaf ya klo komenku bikin km marah atau gmna..
    Aku cuma mau tau, kok it’s you part 1 nya ini sama persis kayak novel karya Laurentia Dermawan yang judul 8..9..10.. UDAH BELOM?! yaa._.
    Kata2nya persis banget, alurnya juga~~~
    Bisa d jelasin? Gomawo ^^

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s