Oh My ! [Chapter 2]

Title : Oh My !

Author : Brenda™

Cast :

  • Jung Soo-Yeon (Jessica Jung)
  • Lee Dong-Hae
  • Choi Jin-Ri (Sulli)
  • Kwon Yu-Ri

Cameo :

  • Jo Kwon

Disclaimer : This FF originally is mine. Spontan dari otak saya. Harap tidak ada copas tanpa ijin. Gaje, typo, or short is the technical fault of the author and wp #eh

#

 ”Eomma, dia bukan brandalan! dia punya nama! namanya Donghae!”

“Aku sudah tidak mencintaimu!”

“Ada apa kau disini?”

“Apa dia anakku?”

 

——–Chapter 2——–

Jessica sengaja membawa Yeonhae ke lokasi syuting. Dan Yuri, yang menjaga Yeonhae saat Jessica syuting. Selain sahabat, Yuri juga manager Jessica. “Eomma, syuting dulu ya sayang.” Jessica mengecup pipi putrinya. “Ne..” jawab Yeonhae cadel.

“Oke, disini Jessica dan Donghae akan menjadi sepasang kekasih!” ujar sang sutradara. DEG. Jantung Jessica maupun Donghae berdegup sangat cepat. Donghae melirik Jessica sekilas. Jessica memandang ke bawah, keringat mulai bercucuran di pelipisnya.

Seusai syuting, Donghae mendekati Yeonhae yang duduk sendirian sambil bermain psp. “Halo.” Donghae menyapa dengan ramah. “Halo.” jawab Yeonhae cadel. Donghae tertegun, ia melihat Yeonhae seperti melihat dirinya sewaktu kecil. “Namamu siapa?” Donghae mengelus pipi chubbi Yeonhae. “Yeonhae..” jawab Yeonhae cadel.

“Ada apa kau disini?” tanya Jessica dingin. “Aku hanya ingin dekat saja dengan anak ini.” jawab Donghae sedikit gugup. Yuri datang menghampiri Jessica, Yeonhae, dan Donghae. “Kalian, kalau mau bicara masalah pribadi jangan di depan Yeonhae!” Yuri segera membawa Yeonhae pergi.

Donghae menatap lekat Jessica. Ada tanda tanya besar di kepalanya. “Apa dia anakku?” tanya Donghae menyelidik. Jessica mengalihkan pandang, ia tidak berani menatap kedua bola mata Donghae. “Lihat aku Sica!” tegas Donghae. “Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?” Jessica mengepal untuk menguatkan dirinya. “Saat kita bercerai, aku tau kau sedang hamil.” jawab Donghae tenang. Dada Jessica langsung terasa sesak. Suaranya terkecat hingga tak bisa berbicara sedikit pun. “Aku benar, kan?” Donghae memasang tampang memohon. “Tidak, kau jangan salah paham dulu. Setelah kita bercerai, aku aborsi!” ucap Jessica dingin. Donghae tercengang, ia tidak percaya dengan ucapan Jessica. Ia tahu, Jessica bukanlah seorang wanita yang kejam. “Jung SooYeon, kumohon jujurlah padaku!” Donghae meraih kedua tangan Jessica. “Aku sudah jujur padamu.” Jessica menarik tangannya kembali. Kedua bola matanya, melihat langit – langit untuk menahan air matanya agar tidak jatuh. “Lalu, kenapa nama-” belum sempat Donghae menyelesaikan perkataannya, “Ayo, scene ke lima akan segera di mulai!” seru Sutradara Shi. Donghae menghela nafas, Jessica tersenyum miris.

***

“Oppa, aku ingin berlibur denganmu~” ujar Sulli yang masih setia bergelayut manja di lengan kiri Donghae. “Berhentilah bersikap manja seperti itu, aku sedang fokus membaca skenario!” tegas Donghae. Sulli menarik tangannya yang bergelayut di lengan Donghae. “Oppa, kenapa kau seperti itu?” Sulli menggembungkan kedua pipinya. “Aku bosan, kau terus – terusan manja. Tidak dewasa sama sekali!” Donghae beranjak dari duduknya, ia berlalu meninggalkan Sulli begitu saja. “Ih! Pasti gara – gara Jessica!” cibir Sulli.

Jessica tengah asyik bermain dengan putri satu – satunya itu. Yeonhae terlihat tertawa riang, saat Jessica menggelitikinya. “Yeonhae, eonni bawa donat~” seru Yuri menghampiri Yeonhae dan Jessica. “Eonni~” panggil Yeonhae cadel. Yuri tersenyum manis, ia duduk di samping Jessica.

Donghae melihat Yeonhae dan Jessica dari jauh. Ia tersenyum getir, hatinya terasa sakit karena ia tak bisa mendekati Yeonhae. “Oh, jadi kau pergi. Karena ingin menyaksikan itu?” ujar Sulli yang sudah berada di belakang Donghae. “Ya!” bentak Donghae terkejut. “Oppa, apa aku ini kurang untukmu?” tanya Sulli serius. Donghae menaikkan sebelah alisnya, “Ne?” tanya Donghae masih bingung dengan apa yang dikatakan Sulli barusan. “Kau kan sudah cerai dengannya? Kenapa masih selalu memperhatikannya? Dan, ah ya, bukankah syuting sudah usai? Kenapa kau masih disini? Kenapa kau tak pulang ke dorm mu?” tanya Sulli bertubi – tubi. “Kau sedang meng-introgasi ku?” Donghae menatap tajam Sulli. “Anni, aku hanya bertanya. Aku ini kekasihmu, oppa!” suara Sulli meninggi.

“Kau dengar suara tidak?” Yuri menyenggol lengan Jessica. “Suara?” Jessica menoleh ke belakang, begitu pula dengan Yuri. Mereka melihat pemandangan tidak sedap, yang mengakibatkan sakit mata. “Eomma, itu appa, kan?” tanya Yeonhae cadel. Yuri mendelik, “Bukan sayang.” Yuri menjawab pertanyaan Yeonhae. Jessica masih terdiam, melihat lelaki yang dicintainya sedang bersama dengan gadis lain.

“Pelankan suaramu, kau tidak malu jika orang lain melihat?”

“Biarkan saja. Kenapa? kau takut, jika aku bilang kau masih menyukai Jessica?”

“Ya! Dia lebih tua darimu, panggil dia Sunbae, atau Eonni!”

“Sudah ku tebak! Kau masih mencintainya, kau hanya menggunakanku sebagai pelampiasanmu!”

“Sulli!”

“Oppa, sadarlah! Dia sudah tidak men-cin-ta-i-mu lagi!”

Bulir air mata mulai membuat sungai kecil di kedua pipi mulus Jessica. Yuri hanya diam, ia rasa ia tidak perlu berbuat apa – apa jika keadaannya seperti ini. “Eomma, uljima..” Yeonhae menghapus air mata Jessica. “Sayaang.” Jessica membawa Yeonhae ke dalam dekapannya. Lalu, ia melangkahkan kakinya menuju mobil dengan membawa Yeonhae. Yuri berlari kecil mengikuti mereka.

“Lihat! Dia pergi, kan?” Sulli menunjuk ke arah kursi panjang yang tadi di duduki oleh Jessica. Donghae mengalihkan pandangannya, “Oh, kau mengeraskan suaramu agar dia mendengar?” tebak Donghae. Sulli tersenyum licik, “Iya, apa itu masalah untukmu?” tanya Sulli menantang. “Tidak, tapi ini masalah besar untukmu!” jawab Donghae tenang, lalu pergi begitu saja. “Oppa!” panggil Sulli namun tidak digubris oleh Donghae.

***

“Hyeong, katakan pada wartawan kalau aku sudah putus dengan Sulli.” ucap Donghae yang sudah berada di dalam mobil van-nya. “Kau putus?” tanya Lee, manager Donghae. “Hem.” jawab Donghae singkat. Manager Lee mengangguk, lalu mengambil ponselnya. Sepertinya, ia akan menghubungi wartawan.

“Eomma, aku merindukan ayah. Dimana ayahku?” tanya Yeonhae mengejutkan Yuri dan Jessica. Yuri menatap iba, Yeonhae. “Ayahmu sedang pergi sayang. Dia ada di Las Vegas.” jawab Jessica lemah. Yuri mendelik, menatap Jessica heran. Bukankah dulu Donghae sempat tinggal di Las Vegas? gumam Yuri dalam hati. Jessica menoleh, mengisyaratkan Yuri untuk tetap menjaga rahasia.

“Jo Oppa, bisa bantu aku, kan?”

“…..”

“Buat Donghae hancur!”

“…..”

“Terserah, lakukan apa saja. Buat Donghae hancur, sampai ia bertekuk lutut memohon maaf dariku!”

“…..”

Sulli memutus sambungan telfonnya. Senyum licik kembali mengembang dibibirnya.

***

“Sulli-ssi, apa benar anda dan Donghae putus?”

“Iya, apa benar kalian putus?”

“Kenapa Sulli-ssi, beri kami kejelasannya.” 

Jessica mematikan televisinya. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. “Hsss…” Jessica menghela nafas berat. Yuri yang baru saja mandi, menghampiri Jessica yang sedang duduk malas di sofa depan tv. “Kau kenapa?” tanya Yuri yang sudah duduk disamping Jessica, sambil mengeringkan rambut panjang nya dengan handuk. “Kau habis keramas ya?” tanya Jessica. Yuri mengangguk, “Kau kenapa?” tanya Yuri lagi. “Tidak apa – apa. Hanya lelah.” jawab Jessica lemah. “Tidur sana, aku tau kau lelah.” ucap Yuri tulus. Jessica tersenyum lembut, “Gomawo, aku tidur dulu ya..” Jessica beranjak dari duduknya, lalu masuk ke dalam kamarnya.

Jessica memiringkan tubuhnya menjadi menghadap Yeonhae yang sudah terlelap dibuai mimpi. (bayangin aja, kayak ibu yg lagi nidurin anaknya). Jessica, mengusap lembut rambut tipis putrinya. “Kau sedang mimpi apa sayang?” tanya Jessica pelan. Senyum manis terlukis jelas dibibirnya. “Apa kau sangat rindu ayahmu?” tanya Jessica lagi. Kini, kedua matanya terasa berair. “Mianhe, sayang. Eomma tidak bisa memberi tahu tentang ayahmu..” Jessica mencium kening anaknya, sambil memejamkan mata. Air mata mulai keluar, hingga membasahi kening Yeonhae yang sedang dicium oleh Jessica.

Jo Kwon tersenyum melihat Sulli datang ke rumahnya. Ia segera mempersilahkan Sulli untuk masuk. “Duduklah.” Jo Kwon mempersilahkan Sulli untuk duduk di sofa ruang tamu. “Ada apa kesini?” tanya Jo Kwon to the point. “Donghae mempermalukanku!” ucap Sulli dingin. “Hahaha. Sudah ku tebak, kau ini masih terlalu polos!” ejek Jo Kwon. “Ya!” bentak Sulli. “Kau kan sudah kusuruh untuk menghancurkannya, mana buktinya?” sambung Sulli. Jo Kwon tersenyum penuh arti, “Semua butuh proses. Tidak bisa langsung.” ujar Jo Kwon. Sulli menaikkan sebelah alisnya, “Lihat dirimu, kau saja masih tidak mengerti dengan yang kukatakan.” ejek Jo Kwon lagi. Sulli mendesah, “Seharusnya aku tidak meminta tolong padamu!” decak Sulli, ia segera beranjak dari duduknya. “Kau yakin? Lalu siapa yang akan menolongmu anak manis, kalau bukan aku? Orang tuamu? Mereka sudah tenang di alam sana.” cegah Jo Kwon, nada bicaranya terdengar manis namun menyayat hati. Sulli terdiam, ia memalingkan pandangannya pada Jo Kwon. “Ingat, hanya ada aku disini.” ujar Jo Kwon sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia berjalan mendekati Sulli yang masih berdiri diam kaku di samping meja ruang tamu. “Aku akan membantumu, tapi semua itu butuh proses. Pelan – pelan kita hancurkan Donghae.” ucap Jo Kwon halus.

***

“Hwae, sebaiknya kau kuantar saja.” ujar Manager Lee khawatir. Donghae menggeleng, “Aku sedang ingin menyetir sendiri, hyeong. Lagian hanya ke rumah sakit sebentar, untuk menjenguk teman.” ucap Donghae. Manager Lee terlihat tidak setuju dengan Donghae. “Tidak! kau kuantar ya? Aku merasa ada firasat buruk saat melihat mobilmu.” ujar Manager Lee. Donghae menggeleng, ia tetap bersikeras ingin mengendarai mobilnya sendirian.

Jo Kwon tersenyum licik, saat melihat Donghae sudah mengendarai mobilnya. “Sekarang!” Jo Kwon menelfon anak buahnya, memberi isyarat.

“Siapkan truk tangki tiga, lalu tabrak mobil Audi A5 *sensor* “

“Oke bos!”

Jo Kwon terus menyunggingkan senyumnya saat mengikuti Donghae dari belakang. “Bertemulah dengan ajalmu sebentar lagi Tuan Donghae..” ucap Jo Kwon. Ia tertawa renyah, karena sebentar lagi usahanya akan berhasil.

Yuri mengajak Yeonhae bermain ke taman. Jessica mencuci piring di rumah. PRAANG. Piring yang baru saja dicuci Jessica, jatuh. Jessica segera memunguti pecahan – pecahan piring tersebut. “Aaah.” tak sengaja jari tangan kanan Jessica terkena goresan pecahan piring tersebut. “Aaah, sakit.” rengek Jessica. Ia segera berlari mengambil obat merah di kamarnya. Saat sampai di kamar, ia melihat foto pernikahannya dengan Donghae sudah jatuh berserakan dimana – mana. Padahal, foto – foto tersebut sudah ia simpan rapi di dalam lemari. “Jendela nya tertutup rapi..” gumam Jessica. Tiba – tiba perasaannya menjadi tidak karuan. Ada rasa cemas berlebih di hatinya. “Aaah,” Jessica kembali mengerang saat merasakan sakit di dadanya.

Manager Lee terus – terusan menghubungi ponsel Donghae. Namun, tidak ada jawaban. “Kau dimana Hwae..”  gumam Manager Lee. Wajahnya terlihat sangat pucat. “Ayo angkat, angkat..” gumam Manager Lee. “Hyeong, tolong. Aku..” tuut. Belum sempat Donghae melanjutkan, sambungan telfonnya terputus. “Halo, Donghae, Donghae?!” Manager Lee terus berusaha menghubungi Donghae lagi, namun tetap tak ada jawaban.

Mobil Audi A5 yang di tumpangi Donghae, sudah penuh dengan api. Donghae berusaha keluar dari mobilnya, namun ia tak bisa. Karena kakinya terjepit. “Aaa” teriak Donghae berusaha membebaskan diri.

 

TBC

 

Teaser Chapter 3

 

“Sooyeon, kau kenapa?”

“Yul, appoo~”

“Sudah beres!”

“Hahaha”

“Ku mohon, tolong cari dia!”

“Kami akan berusaha.”

 

Gimana reader? ff ku ini hancur ya? Maafkan daku reader, kalo ff nya mengecewakan. Kalo jelek silahkan di kritik, saya menerima nya dengan lapang dada. Terima kasih ^^

31 pemikiran pada “Oh My ! [Chapter 2]

  1. kependekan!seru thor!suilli kejam ma jo kwon kejam banget!haeppa,,,,,,,!
    lanjut thor!jngan lma2!DAEBAK buat author!

  2. sulli kok licik si u,u
    andweee hae oppa kenapa harus kecelakaan :(
    haesica punya ikatan batin yg kuat ya, hae oppa kecelakaan sica eonnie ngerasain ga secara langsung
    itu siapa yg dicari?
    lanjut ya ^^

  3. sulli yang biasanya dapet ff yang sifatnya baik, cute dan polos jadi jahat kayak gini !
    jokwon yang biasanya kocak jadi jahat jugaa

  4. semoga hae oppa selamat
    itu si sulli ma jo kwon kejam bgt sh
    masalah sepele aja di besar”kan
    gx adil bgt masalh sepele hrs ditukar dg nyawa
    ok lanjjuutt author

  5. wah haepa knapa…….!?!?
    jngan smpek trjadi ap2 ma haepa…..
    sulli bner2 menyebalkan….
    dtnggu klnjtanna jngan lma2 ya…..
    Gumawo

  6. nah loh, kirain twoshot.hhah pas kecelakan kok ga diceritain saeng #reader bawel

    sully tuh ga licik. Dy cuma iri ama sica yg ternyata masih sangat dicintai oleh donghae. Mungkin juga dy pacaran ama donghae cuma buat dompleng popularitasnya

    gatau mo komen apa lagi. Itu ntar donghae sakit trus sica nya ikut drop. Ketauan deh kalo sica masih sayang

  7. omo…sulli-shi kamu masih terlalu kecil untuk berbuat hal seperti itu :@
    iisssh….appa gimana keadaanya.. Ikatan batin eomma apaa kuat yah

  8. akhirnya datang juga. kok lama bgt thor?
    kurang panjang , alurnya trlalu cepat.
    ttep Daebak kok, konflik.ny bikin lbh rumit lagi ya.. ^^
    keep writing!!

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s