DONE

Judul : DONE

Author : Yoorin Matsu

Cast : Jessica Jung ‘SNSD’, and someone who she loved.

Genre : Romance, Sad, Angst, etc.

Type : Drabble kepanjangan (vignette)

Adakah yang bertanya kenapa cast cowonya tidak tertulis. Karena memang tidak tersebutkan namanya. Tapi saat aku nulis yang aku pikirin sosok Dong Hae. FF ini tertuang saat aku denger lagunya JYP-If yang jadi Ost Dream High, jadi readers juga bisa dengerin lagu itu sambil baca FF ini. Oke jangan banyak ngomong ini dia..

.

.

.

Hati Jessica serasa tersiram cairan kimia berbahaya. Begitu pedih, nyeri, menyesakkan. Itu yang ia rasakan ketika mendengar penuturan dari lelaki yang duduk berhadapan bersamanya di café favorit mereka. Penuturan jujur dan begitu tiba-tiba membuat Jessica terlonjak. Ia tak berani menatap langsung iris coklat di depannya. Ia takut jika ia tatap mata indah itu, yang ia temukan adalah kejujuran bukan lah sebuah kebohongan yang sejujurnya sangat ia harapkan sekarang.

“Maaf.” suara itu. Lelaki itu. Tidak, jangan. Jessica tak mengharapkan kata-kata apapun lagi. meskipun itu hanya sebuah kata maaf atau mungkin terima kasih tapi ia tidak membutuhkannya. Ia takut jika setiap kata yang terucap membuat dadanya semakin sesak.

Jessica tertunduk dalam. Masih tak berani beradu tatap karena ia tahu jika ia mengangkat sedikit saja kepalanya, tatapan mereka akan bertemu. Jessica menghela nafas panjang, berharap sakit dan sesak itu hilang tak berbekas. Namun percuma, itu tak membantu. Parahnya kini pelupuk mata Jessica juga terasa panas dan berair.

Jangan sampai ia menangis dihadapan orang ini. JANGAN.

Oppa..” suara parau wanita terdengar. Suara itu muncul dari bibir mungilnya yang sejak tadi terkatup rapat. Jessica sadar suara tercekat itu adalah suara dirinya sendiri. Ia berdeham menghilangkan serak di tenggorakannya.

“Kenapa kau harus meminta maaf, oppa?” kini tidak terdengar parau, namun suaranya bergetar. Jangan sekarang, setidaknya ia harus bertahan menahan tangis untuk beberapa saat.

“Kenapa kau meminta maaf untuk kabar bahagia ini?” oh, bahkan pandangan Jessica sudah berbayang. Ia yang tadi dengan beraninya ingin manatap langsung mata lelaki itu tertunduk kembali menyadari airmata yang terus menerobos memaksa keluar.

“Aku…” suaranya tercekat. Tuhan, haruskah ia mengucapkan hal yang bertentangan dengan isi hatinya sendiri.

“Aku senang dengan kabar pernikahanmu, oppa.” Selesai sudah. Kata itu, tidak lebih tepatnya bualan itu telah terucap jelas. Setelah ini ia hanya harus diam mendengarkan dan tak perlu berkata hal lain lagi.

“Terima kasih, Sicca. Kau telah mengerti aku.” tidak gadis itu tidak mengerti, ia tidak ingin mengerti. Meskipun begitu Jessica tetap tersenyum. Senyum palsu. Senyuman kepedihan. Tapi mengapa lelaki ini tak tahu arti senyumnya, kenapa lelaki ini hanya diam melihat senyum palsunya? Apakah lelaki ini terlalu bahagia, sehingga ia buta dengan perasaan Jessica?

“Kalau begitu, aku harus pergi. Ada beberapa yang harus aku urus. Sampai jumpa, Sicca.” Benar, lelaki itu sedang berbahagia. Terdengar jelas dari nadanya, terdengar jelas dari gerak tubuhnya. Tapi kenapa disaat Jessica merasakan sakit yang tak tertahan justru lelaki itu harus merasakan kebahagian yang membuncah?

~~##~~

Jessica melangkah gontai. Pandangannya kosong. Ia tak tahu kemana kakinya melangkah, yang ia pikirkan hanya perkataan lelaki yang tadi ia temui. Lelaki yang ia kenal selama 3 tahun ini. Lelaki yang juga telah ia kagumi selama 3 tahun ini. Lelaki yang ia sayang lebih dari siapapun.

Jessica mendengus. Bagaimanapun ia masih merasakan hal konyol itu ketika tahu jika lelaki itu tak sama seperti dirinya? Lebih tepatnya tak pernah sama dengannya.

Jessica tersadar. Ia menyapu pandangannya. Terpaku sesaat lalu tertawa lirih. Apakah sebegitu berarti lelaki itu hingga disaat Jessica tak sepenuhnya sadar ia malah membawa tubuhnya ke tempat dimana mereka menghabiskan waktu bersama. Haruskah ia menginjak tempat ini lagi?

Biarlah, pikir Jessica. Toh, ini untuk terakhir kalinya. Ia berjalan ke arah bangku dimana ia biasa duduk bersama orang itu. Bercanda bersama, tertawa bersama, terlelap bersama. Kenangan itu terus meneror otaknya tanpa henti. Kenangan yang dulunya indah, sekarang menjadi pahit jika diingat.

Jessica memandang di setiap sudut tempat, namun bayangan bersama orang itu terlintas tanpa jeda. Mata Jessica terpejam, namun kali ini senyum menenangkan terbayang, tawa menyegarkan terdengar. Tidak bisakah sekali saja ia tak memikirkan lelaki itu? Bagaimanapun juga, lelaki itu tak akan menjadi miliknya, tak akan pernah jadi milik Jessica Jung. Baik jiwa, raga, maupun hatinya yang tak terlihat. Tak ada satupun yang Jessica dapatkan darinya.

Sejujurnya Jessica tahu. Ia bahkan amat tahu tentang berita pernikahan lelaki yang ia cintai, ia tahu sejak lama. Namun hatinya tertutupi oleh rasa cinta, atau mungkin keegoisannya sebagai seorang wanita, sehingga ia tuli oleh semua desas-desus di sekitarnya. Hingga lelaki itu datang sendiri padanya. Hingga lelaki itu datang dengan senyum terbaiknya, dengan suara membanggakannya menyatakan rencananya, menyodorkan sepucuk undangan, memperlihatkan cincin yang melingkar indah di jarinya.

Jessica sudah tahu, tapi ia tetap merasa sakit, kecewa, menyesakkan.

Ada yang mengatakan perasaan yang ia rasakan terhadap lelaki itu hanya sesaat dan akan terlupakan seiring berjalannya waktu. Jika memang seperti itu bagaimana bisa ia merasa sesakit ini? Bagaimana bisa begitu menyedihkan seperti ini?

Dalam hati Jessica ia berharap jika itu benar. Jika ia akan lupa tentang perasaan sesaat itu benar. Ia meyakinkan diri jika itu benar dan ia bisa melakukannya, melupakan perasaan yang di sebut cinta, menguburnya dalam-dalam.

Tapi bisakah ia melupakan sosok itu? Bisakah dengan sekejap mata ia melupakan sosok kakak yang dewasa sekaligus pelindung dirinya itu?

~~##~~

Gadis itu tertunduk menatap ujung sepatunya. Tangannya menengadah bersamaan dengan wajahnya yang juga mendongak menatap langit yang berawan. Ia tersenyum tipis, pedih. Matanya terpejam merasakan dinginnya air hujan yang turun. Awalnya hanya satu dua tetes. Namun air itu terus menerus turun ke bumi membuat dress krem yang gadis itu kenakan basah. Langit selalu tahu suasana hatinya. Langit selalu mengerti dirinya.

Ia masih tetap berdiam diri di tempat. Masih merasakan air mengalir di wajahnya. Masih tersenyum. Ia mungkin telihat gila, untungnya tempat ia duduk tidak ramai oleh kerumunan manusia, sehingga dirinya tak akan dianggap tidak waras. Ia menurunkan tangannya, rambutnya pun sudah basah. Senyuman lirihnya juga sudah pudar terhapus air hujan.

Sore itu, gadis yang bernama Jessica Jung, akhirnya kembali melangkah kaki menuju tempat peraduannya. Pulang ke rumah ternyamannya. Meskipun berat kakinya melangkah ia tetap pergi meninggalkan tempat tersebut. Tempat di mana penuh kenangan, tempat dimana ia menghabiskan waktu bersama dengan pria itu. Tempat itu harus ia tinggalkan.

Meninggalkan bukan berarti harus kembali, tapi benar-benar harus ia tinggalkan. Setelah pergulatan batinnya, setelah pergejolakan hati, ia berjanji dalam hatinya jika ini terakhir kalinya ia pergi ketempat ini. Ia berjanji ini terakhir kalinya ia mengenang semua kenangan di tempat ini. Ia berjanji ini terakhir kalinya ia mengingat lelaki itu sebagai kekasih hatinya. Ia berjanji ini terakhir kalinya ia menangis karena lelaki itu ketika setetes airmata, yang akhirnya terjatuh setelah tertahan sekian lama, bersatu dengan air hujan di pipinya.

.

.

.

 END

Oke mungkin ini FF tergajelas yang kalian baca, tapi cuma ini yang keluar dari ide saya. Setelah dengar lagu Park Jin Young-If. FF ini lah yang tertulis. kalo bersedia di komen ya^^

Dan terakhir, makasi ya buat silvabaekhyun yang udah ngasih tips bikin drabble dari lagu. Ini hasil punyaku, meskipun ga sebagus dirimu chingu^^

20 pemikiran pada “DONE

  1. jngan bikin yang sedih gitu dong thor.gak tega ma sica unnie nya!sica unnie yang sabar1hiks,,hiks,,,hiks!di tunggu ff ny lagi thor!

  2. aduh kenapa sedih begini
    membuat q harus bergalau ria
    nyesek bacanya
    kata” begitu mendalam
    ditunggu karya” yg laennya author

  3. sedihh banget :(
    sabar ya eonnie sicca :)
    tapi aku penasaran siapa yang disukai sama eonnie sica jangan-jangan donghae oppa ?

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s