Tears (Part 9 END)

Huhuhu.. kemarin aku lupa ngepost ff ini -_- oke langsung cekidott!

Title : Tears

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae, etc

***

Bulan demi bulan berlalu. Entah semuanya terasa sangat cepat, atau hanya Donghae yang merasakannya. Donghae menoleh kesamping, kearah istrinya Jessica yang masih tertidur lelap. Donghae tersenyum tipis. Jessica-nya telah kembali.

Jessica sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Seperti dulu. Ia sudah mulai sering tersenyum, bahkan sesekali tertawa, apalagi saat mereka sedang berkumpul dengan yang lain. Tapi tak jarang Donghae menemukan Jessica sering melamun, entah karena apa.

Tiba-tiba Donghae teringat dengan percakapannya dengan Leeteuk, Eunhyuk dan Kyuhyun kemarin..

FLASHBACK                                                                                                           

Donghae menceritakan semuanya, tentang penyebab kecelakaan itu—yang membuat Leeteuk cs kaget setengah mati, tentang Yoona, tentang semua kejadiannya. Ia juga menceritakan rasa simpatiknya kepada Yoona yang nantinya harus merawat anaknya sendirian.

“Astaga, aku tak menyangka Yoona akan seperti itu,” gumam Kyuhyun. Eunhyuk menanggguk.

“Kim Kibum? Astaga…” gumam Leeteuk tiba-tiba. Ia menepuk kepalanya. “Kim Kibum, aku mengenalnya! Dulu aku satu universitas dengannya… aku pernah dihubungi saat Kibum menikah di New York, tapi aku tak menyangka yang ia nikahi adalah Yoona.. astaga.. aku tak menyangka Kibum akan pergi secepat itu..” gumam Leeteuk sedih.

Donghae memandang Leeteuk, dalam hati ia berpikir kalau ternyata dunia ini sempit (?)

“lalu, apa yang mau kau lakukan hae?” Tanya Eunhyuk.

Donghae mendesah. “aku ingin sekali membantu Yoona, tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan,”

“Hyung.. jangan-jangan kau mau..” Kyuhyun menatap Donghae penuh selidik. “.. memperistri Yoona? Agar nanti Yoona tak sendirian merawat anaknya..” Kata Kyuhyun. Leeteuk dan Eunhyuk melotot.

Donghae juga ikut melotot kepada Kyuhyun yang sekarang hanya cengar-cengir sambil meminta maaf. Dalam hati, ia memikirkan perkataan Kyuhyun.

FLASHBACK END

Donghae menatap lama wajah istrinya itu. Ia paling suka melihat wajah Jessica saat sedang tertidur. Wajah itu terlihat sangat santai, damai dan.. cantik. Donghae tanpa sadar mendekati Jessica dan mengecup sekilas istrinya itu.

“Eung..?” Jessica terbangun. Perlahan-lahan ia membuka matanya dan mendapati Donghae sedang tersenyum padanya.

“Wah, kau terbangun?” Tanya Donghae dengan senyum. Jessica mencibir. “seseorang membangunkanku,” koreksi Jessica. Donghae tertawa dan memeluk Jessica. “Ya sudah, tidur saja lagi.”

“lalu kau?” Tanya Jessica. “kenapa belum tidur? Ini sudah lewat tengah malam…” Jessica melirik sekilas jam weker di meja.

Donghae nyengir. “aku belum bisa tidur, tadi terlalu banyak minum kopi, mungkin” Kata Donghae. Jessica mencibir lagi.

Sebenarnya, bukan kopi yang membuat Donghae tak bisa tidur, tapi perasaan gelisah. Entah apa, tapi Donghae merasa perasaannya tidak enak.

“Sica..”

“Hm?”

“bagaimana menurutmu tentang Yoona? Aku merasa simpatik kepadanya..” kata Donghae. Jessica mengangguk. “Ne, yeobo. Aku juga merasa khawatir, bagaimana jika anaknya sudah lahir? Sangat sulit jika harus merawat anak seorang diri..”

“bagaimana kalau aku menikahinya?”

Jessica menatap kaget wajah Donghae yang mendadak serius.  Jantungnya berdetak 2kali lebih cepat saat mendengar perkataan Donghae dengan nada serius juga. Jessica mengigit bibir.

“Boleh saja..” kata Jessica akhirnya. “agar ada yang membantunya merawat anaknya.. lagipula hal itu yang kupikirkan akhir-akhir ini, yeobo…”

Ada keheningan panjang setelah itu. Raut Jessica berubah menjadi sedih.

Donghae melongo mendengar jawaban istrinya. “aigooo kenapa kau tak bisa menghilangkan sikap pengalahmu sih? aku tidak mau,” Donghae memeluk Jessica erat. “aku sangat mencintaimu, kau tahu. aku hanya menganggap Yoona seperti adikku sendiri,”

“tapi, benar, yeobo, aku tidak keberatan kalau..”

“Yaa!! Yang tadi aku hanya bercanda!” kata Donghae. Ia menyuruh Jessica untuk diam.

“Aku memang ingin membantunya, tapi tidak dengan cara seperti itu…” Kata Donghae. Jessica hanya mengangguk pelan.

“Sudah lah, cepat tidur, sleeping beauty~” Kata Donghae. Ia mengelus-elus kepala Jessica. Ia menatap lagi wajah Jessica.

“Haish, aku tidak bisa tidur kalau ada yang mempelototi ku seperti itu,” kata Jessica. Donghae mengernyit, lalu tertawa pelan.

Jessica memejamkan matanya, lalu ia membukanya kembali. Jessica menggigit bibir.

“Wae?” Tanya Donghae.

“Entah kenapa….” Jessica mengernyit. “perasaanku jadi tidak enak..” Donghae tertegun. Jessica juga..?

“Seperti..” mata Jessica menyipit. “ada sesuatu yang buruk… terjadi..”

Drrtttt… drttt….

Ponsel Donghae yang berada diatas meja berbunyi. Donghae mengambilnya.

“Yeoboseyo?” Kata Donghae. Terdengar suara asing.

“Apakah ini dengan Tn. Lee Donghae?”

“Ya, saya sendiri.. ada apa ya?” Donghae mendengarkan perkataan orang itu, dan tiba-tiba matanya melotot “HAH? APA?! Astaga, ya, ya, saya akan kesana sekarang..” Wajah Donghae memucat. Jessica menatap Donghae dengan raut khawatir. “Ada apa?”

“Yoona…” gumam Donghae. “Dirumah sakit.. melahirkan.. keadaannya kritis..” Ia bangkit dari tempat tidur dan dengan cepat mengambil jaket.

“Ada apa dengan Yoona?” Tanya Jessica mendadak panic. “Kau mau kemana? Aku ikut!” Teriak Jessica. Donghae ingin melarang, tapi Jessica ngotot mau ikut.

Donghae mengemudikan mobilnya dengan kencang. Jessica yang ada disampingnya sudah menangis, terlalu khawatir dengan keadaan Yoona.

“Yoona.. bertahanlah..” Gumam Jessica.

25menit kemudian, mereka telah sampai dirumah sakit. Donghae yang menggenggam tangan Jessica segera berlari, menuju ruang operasi.

Sampai disana, Donghae langsung mencegat seorang dokter yang kebetulan baru keluar dari ruang operasi.

“Dokter.. bagaimana keadaan pasien bernama Yoona?” Tanya Donghae. Nafasnya tidak beraturan. Begitu juga dengan Jessica, yang terbatuk-batuk.

“Ny. Yoona sudah melahirkan.. bayi berjenis kelamin perempuan..” ujar si Dokter.

“Bagaimana..” Jessica mengatur napas. “Bagaimana dengan keadaan Yoona, Dokter?”

Dokter memandang Jessica. “Maaf.. kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi.. Ny. Yoona tak bisa diselamatkan karena pendarahan hebat.”

Donghae dan Jessica menahan napas mendengar perkataan Dokter itu.

Jessica pun menangis tersedu-sedu, sampai terjatuh ke lantai. Donghae berusaha menenangkan Jessica.

Donghae menuntun Jessica masuk kedalam ruangan tempat Yoona. Donghae menatap wajah tenang Yoona yang sudah tak bergerak. Tangisan Jessica bertambah kencang.

“Yoona-ya..” Jessica mengguncang-guncangkan tubuh Yoona pelan. “Yoona bangun… Bangun…” Suara Jessica bergetar. Jessica memanggil-manggil Yoona berharap sahabatnya itu akan terbangun, tapi Yoona tetap tak bereaksi.

Donghae menatap wajah Yoona yang pucat. Tapi bibirnya membentuk senyum.

“Yoona…” panggil Jessica. “Yoona bangun.. jangan pergi…” Jessica menggenggam tangan dingin Yoona. “Yoona… ini bukan main-main, tahu. jangan bercanda seperti ini..” Tangis Jessica semakin deras. “Yoona.. kau pasti sedang tertidur kan? kau tertidur, kan? Yoona…. cepat bangun…”

“Chagi..” Panggil Donghae. Jessica menatapnya dengan pipi yang basah. Bibir Jessica bergetar. “Yoona… Yoona…” Jessica terus menangis tersedu-sedu sambil memanggil-manggil nama Yoona.

Seorang suster masuk dan memandang Donghae dan Jessica bergantian. “Apakah anda Tn dan Ny Lee?” tanyanya.

“Ya, suster, ada apa?”

“Tadi.. Ny. Yoona berpesan.. untuk memberikan bayinya ini kepadan kalian..”

Jessica memandang suster itu dengan bingung. Donghae menghela napasnya. “Ya, suster. Saya tahu..”

Jessica menatap Donghae meminta penjelasan. Donghae dengan raut sedih pun  menceritakan semuanya.

FLASHBACK

“O..oppa…” Panggil Yoona dengan berlinang air mata. Donghae segera masuk kedalam apartemen Yoona. Yoona memegang perutnya yang mulai buncit itu. Donghae langsung bergegas dari rumah sakit saat Seohyun sudah melahirkan, ke apartemen Yoona saat Yoona meneleponnya sambil menangis.

“Kau kenapa Yoona? Ada yang sakit?”

“Aku sudah memutuskan sesuatu oppa..” kata Yoona. “tentang janjiku yang ingin menebus segala kesalahanku..”

Donghae menggeleng. “Itu tidak perlu, Yoona. Semuanya telah selesai,. Kami sama sekali tak menyalahkanmu..”

Yoona tersenyum miris. “Anggap saja aku menyalahkan diriku sendiri, Oppa..”

“Yoona..”        

“Jagalah anakku nanti..” Kata Yoona. “Rawatlah anakku nanti seperti kalian merawat anak kandung sendiri..”

Mata Donghae melebar mendengar perkataan Yoona. “a..apa maksudmu..?”

Yoona berusaha menenangkan dirinya sendiri yang terus menangis. “Aku akan memberikan anakku kepada kalian, oppa.. aku ingin kalian merawatnya..”

“Yoona.. tapi..”

“Aku bukan orang tua yang baik. Aku tak mungkin merawatnya..” Yoona menahan tangis. “Jadi, aku mohon oppa.. kabulkan permintaanku.. rawatlah anakku nantinya… berilah ia kasih sayang kalian.. aku mohon,..” Pinta Yoona. Donghae membeku.

“Dan aku yakin oppa.. aku percaya Kau dan Jessica eonni bisa merawatnya dengan baik..” Yoona tersenyum.

FLASHBACK END

Jessica yang mendengar perkataan Donghae terus menangis. Ia hampir jatuh lagi, untung saja Donghae menahannya. Lutut Jessica terasa lemas. Jessica memandangi wajah damai Yoona.

“Yoona.. apa maksudmu tersenyum seperti itu..?” Gumam Jessica tidak jelas. “Aku janji Yoona.. akan menjaganya dengan baik.. aku janji akan merawatnya seperti merawat anak kandungku sendiri.. aku janji, Yoona..”

Donghae merangkul Jessica. Ia memandangi wajah Yoona sambil berjanji dalam hati akan merawat anaknya dengan baik. Tanpa sadar, air mata Donghae ikut menetes.

Suster yang tadi menggendong seorang bayi mungil. Ia memberikannya kepada Jessica. Jessica menatap lama bayi mungil itu. Bayi itu sedang tertidur. Jessica tersenyum sambil tetap menangis, menyadari wajah bayi itu sangat mirip dengan Yoona.

Tiba-tiba bayi itu menguap, dan membuka matanya yang bulat, yang langsung menatap Jessica.

Jessica sedikit kaget, lalu ia kembali menangis. “kau betul-betul sangat mirip eomma mu, kau tahu..” Gumam Jessica. Donghae menatap bayi itu.

Suster itu menatap Jessica dan Donghae dengan haru. “Maaf.. kalau boleh tahu.. siapa nama anak ini..?”

Jessica menatap Donghae seakan bertanya, tapi Donghae tetap menatap bayi mungil itu saat berkata. “Haeyeon. Lee Haeyeon..”

Jessica tertegun. Donghae menoleh dan tersenyum. “Saat itu Yoona berpesan agar anaknya di namai Haeyeon.” Ia tersenyum tipis.

Jessica kembali menangis. Ia jadi ingat saat itu..

FLASHBACK

Jessica dengan baju seragam SMAnya asik membaca buku sementara Yoona dengan baju seragam yang sama asik bersenandung.

“Eh, eonni..” Yoona menyenggol Jessica. “Apa tipe suamimu nanti?”

Jessica mengernyit. “Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba bertanya aneh begitu?”

Yoona nyengir lebar. “hanya iseng.. jadi?” desaknya.

Jessica tampak berpikir. “Hmm.. aku ingin mempunyai suami yang mencintaiku, dan aku juga mencintainya.”

Yoona memiringkan kepalanya. “Hanya itu?”

“Hanya itu.” Jessica tersenyum.

“Seperti Donghae oppa?” Goda Yoona. Jessica melotot.

Yoona terdiam sebentar, lalu bertanya lagi. “Lalu.. jika kau punya anak, mau dikasih nama siapa?”

Jessica berpikir lagi. Lalu ia menjitak kepala Yoona. “Yak! Kenapa kau bertanya yang aneh-aneh terus, sih! Kita ini masih SMA, babo!”

Yoona memegang kepalanya yang habis dijitak Jessica. “kan Cuma nanya.. Ah! Aku tahu!” Teriak Yoona. Jessica meliriknya.

“Aku punya usul untuk nama anakmu… bagaimana kalau… Haeyeon?”

“Haeyeon?” Ulang Jessica. Yoona mengangguk cepat.

“Ne! Haeyeon! DongHae SooYeon. Hahahahahahahahahahahaha” Yoona tertawa ngakak. Jessica tertegun sebentar, lalu wajahnya memerah. “Yaa!! Im Yoona! Kau benar-benar..!”

FLASHBACK END                   

Jessica menatap bayi yang digendongnya. “Haeyeon ah.. Eomma akan menjagamu.. Eomma akan merawatmu dengan baik. Eomma janji..”

Donghae memeluk istrinya itu. Jessica kembali menangis.

***

5 Tahun kemudian…

“Haeyeon ah! Ayo sini mandi dulu!” Teriak Donghae sambil mencoba menangkap Haeyeon kecil yang berlari-lari. Entah sudah berapa kali Haeyeon membuatnya berputar-putar meja dapur hanya untuk mengejarnya. Jessica yang lagi memasak tertawa kecil. “Haeyeon-ah, ayo sini ke eomma!”

“Eommaaaaa” Seru Haeyeon sambil mengulurkan tangan, minta gendong. Jessica menggendongnya, dan mendudukkannya di meja dapur. Donghae memasang wajah terluka. “Ya! Haeyeon ah! Kenapa kau hanya menurut sama eomma sih!”

“Kalena aku ini yeoja. Aku kan sudah besal. Aku nggak mau dimandiin sama appa!” Kata Haeyeon dengan mimic lucu. “Dasar Yeoja,” cibir Donghae. Jessica tertawa kecil.

“Habis ini, kau harus mandi, ya, sayang!” kata Jessica lembut. Haeyeon mengangguk. “Ne, eomma!”

“Anak pintar!” Jessica mengecup pipi Haeyeon dengan sayang.

“Aigoo..” Cibir Donghae. “mana ciuman buat appa..?” tanyanya sambil mendekatkan bibir. Jessica mengambil terong (jangan tanyakan author kenapa harus terong) dan memasukkannya kedalam mulut Donghae.

Jessica kembali sibuk memotong-motong sayuran. Haeyeon tertawa melihat appanya yang memasang wajah cemberut.

“Eomma, hali ini kita akan mengunjungi Yoona Eomma kan?” Tanya Haeyeon. Jessica tersenyum sambil mengangguk.

“Makanya haeyeon, kau harus mandi. Eomma dan appa saja sudah mandi. Kalau kau tidak mandi, nanti ditinggal, lho!” Kata Donghae. Ia menggendong Haeyeon. “Jadi.. ayo kita mandi..!!” Donghae membawa Haeyeon ke kamar mandi.

***

Jessica, Donghae, dan Haeyeon berjalan menuju sebuah makam. Jessica menahan tangis, ia tak ingin menangis didepan Haeyeon.

“Yoona eomma, annyeong!” Kata Haeyeon dengan ceria. Ia maju selangkah dan berjongkok didepan makam ibunya itu.

Haesica mengikuti haeyeon. “Eomma, apa kabal? Kalau haeyeon baik-baik saja. Appa dan eomma celalu menjagaku dengan baik.” Celoteh Haeyeon. “Eomma, cedikit lagi aku akan cekolah, lho!”

Jessica tak kuasa menahan tangis. Air matanya menetes. Haeyeon yang menyadarinya langsung menoleh. “Lho, eomma, kenapa menangis?”

Jessica tersenyum sambil menggeleng. “Eomma hanya.. merindukan Yoona..”

“Aku juga,” kata Haeyeon. “tapi aku tak mau menangis didepan Yoona eomma, nanti Yoona eomma cedih…” kata Haeyeon lagi, sambil menghapus air mata Jessica. Jessica tersenyum dan memeluk putrinya itu.

Donghae yang melihatnya ikut tersenyum. Ia memandang makam Yoona. “Yoona.. terima kasih telah mengirimkan malaikat kecilmu pada kami..” kata Donghae. Ia meletakkasebuket bunga ke makam Yoona.

Hampir satu jam mereka berdiri disana. Mendengarkan celotehan Haeyeon didepan makam Yoona.

“Yacudah, Yoona eomma, aku pulang dulu ya! Eomma saranghaeyo!” kata Haeyeon.

Donghae dan Jessica tersenyum. Mereka kemudian berbalik dan pulang ke rumah sambil berpegangan tangan.

Saat mereka masuk kedalam mobil…

Jessica menggigit bibir. Rasanya perutnya sakit sekali. Sepertinya ia mau..

“Hoeeekkkkk,” Jessica hampir muntah, Donghae menatapnya kaget. “Ya, chagi, gwaenchana?”

Jessica mengelus perutnya. “perutku… mual.. hoeeekkk..” Jessica hampir muntah lagi.

“Sica.. jangan-jangan.. kau… hamil..?” Donghae dan Jessica langsung saling berpandangan. Haeyeon memiringkan kepala, bingung.

“Hamil itu apa?” Tanya Haeyeon dengan polos.

“Itu berarti.. kau akan memiliki adik!” kata Donghae semangat. Jessica melotot. “belum tentu benar, yeobo!” katanya.

“Mwo?? YEEEEE!!” Teriak Haeyeon senang. “Aku mau punya adik pelempuan!” kata Haeyeon.

“Mwo? Perempuan? Andwae! Appa maunya laki-laki!”

“yeoja!”

“namja!”

“yeoja yeoja yeoja! Pokoknya haeyeon mau punya adik yeoja!” kata Haeyeon sambil melipat tangannya ke dada.

“Appa maunya namja! Biar adil dong, masa nanti appa sendirian yang namja!” Kata Donghae tak mau kalah.

“Heii sudah sudah! Hae! Kau kayak anak kecil saja!” Lerai Jessica.

“Ah, aku juga mau punya banyak adik! 9 ADIK!” Teriak Haeyeon lagi. Donghae menatap Haeyeon dengan wajah berseri-seri, “nah, kalau yang itu, appa SETUJU!”

Jessica melotot lagi.

Haeyeon dan Donghae pun tertawa. Jessica tersenyum, lalu ikut tertawa.

Tangisan telah menjadi tawa. Kesedihan menjadi kebahagiaan. Segalanya berubah saat Haeyeon datang kekehidupan Donghae dan Jessica. Jessica yakin, Yoona juga disana pasti akan bahagia.

“Yoona.. terima kasih..” gumam Jessica dalam hati.

THE END.

Akhirnyaaaaaaaaaaaa FF chapter pertamaku yg gaje+aneh ini selesai \^__^/ *potong tumpeng*

Maaf yaa kalau ff ini banyak typo atau kata2 aneh (?) lainnya *apasih* keke~terus juga aku kalau ngepost lama+pendek2 T^T *maklum author amatiran* hehe.. aku gak kepikiran loh sebenernya buat nambahin tokoh Yoona dan endingnya bakal kayak gini, ahaha.. soalnya aku sempat gak ada ide buat bikin endingnya ini kayak gimana ._.v *tapi pas aku baca komentar di part 8 ternyata banyak yg udah bisa nebak endingnya huhu

semoga kalian suka dengan ff ini ^^ dicomment ya~ kritik dan saran diterima kok ^^

Gamsahamnidaa~ *lambai-lambai tangan bareng jinki*

btw… nama pasangan wgm kyu itu Li Yi Xiao kan ya? <- numpang nanya, lupa soalnya keke

72 pemikiran pada “Tears (Part 9 END)

  1. yeah akhirnya haesicanya happy ending juga:D
    wah mudah”an haesica beneran hamil yah,jadi kebahagiannya haesica tambah komplit deh.
    wah apa nih haepa mau anak 9?
    oh my god ><

  2. wah akhirna happy end….
    q smpet deg deg’an saat haepa mau nikahin yoona..
    tp untung hnya brcanda…
    Dtnggu FF slanjtna yang pasti hruz HAESICA ya hehehehe
    gumawo

  3. iya chingu namanya li yi xiao, emang buat apa chingu?
    yeye seneng banget akhirnya haesica udah jadi keluarga yg kaya dulu lagi wuah itu haeyeon udah mau punya ade lagi hehe, ffnya bagus chingi daebakk ^^

  4. horeeeeeeeeeee happy ending
    wah tebakan q benar klu anaknya yoona akn diserahin ke haesica
    tp kasian jga yoonanya meninggal
    hihihi lucunya donghae oppa n haeyeon betengkar
    daebakkk author ceritanya keren bgt

  5. Asyik cerita haesica happy ending (∩_∩) ,walaupun akhir ceritanya agak sedih (˘̩̩̩.˘̩ƪ) ,yoona slalu merasa bersalah atas kematian bayi nya haesica (˘̩̩̩.˘̩ƪ) ,akhirnya yoona bisa menebus kesalahan nya sebelum meninggal,dgn memberikan seorang anak kpd haesica (˘̩̩̩.˘̩ƪ) ,setidak nya pengorbanan yoona gak sia2 (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

    Sip…cerita nya bagus skali (ง’̀⌣’́)ง ,hwaiting trus (งˆ▽ˆ)ง

  6. bagus bagus ^^
    tp 1 pikiran yang ganjel banget dipiranku..
    yaitu :
    kenapa Jessica bisa ampe depresi gitu ya?
    padahal kan bisa bikin lagi [?] *plaakkkk
    maap pikiran aneh ^^v

    • hehehe sorry late reply *halaahh
      yah karena itu kehamilan pertama sica setelah 5thn *maap kalo gaje* dan dia ngerasa bersalah banget karna gak bisa menjaga anak itu dengan baik -……-v
      mian kalo gaje .__.v *maklum author amatiran* soalnya aku mendadak bgt dapat ide buat ff ini -_-v kekekek

  7. waaah ff nya keren banget, bisa bikin kita sedih, mewek, sampe ketawa guling guling hahaha. bagus author!! terus bikin yang kayak haesica ff gini ya. FIGHTING!

  8. FFnya bagus banget author
    10 jempol dah buat FF ini
    maaf baru komen di chapter ini soalnya dikejar deadline heheheheh

    overall jjang dah FF ini
    ada sequel nggak si haeyeon punya adek :)))

  9. ENTAH SUDAH BERAPA KALI AKU BACA FF, Tapi yang satu in i bikin aku NANGIS GAK BERHENTI HENTI DAPI PART 1-END

    CAPSLOCK KE INJEK, SAKING BAHAGIANY

  10. mian thor, aku terbiasa jd silent reader, tp aku jnji klo kesini lg, aku bkaln, sering komen, aku hampir baca semua ff author yg cast-y HAESICA, Tpi mian klo aku dlu gk pernh komen. lnjutin yg hee’s your soon y thor….. FF AUTHOR DAEBBAK DDAH

  11. Waaaa.. Ceritanya Daebak thorrr..
    Di beberapa part sempet nangis..
    Perasaan campur aduk banget lahhhh..
    Pokonya Daebak lahhh

    maaf ya thor baru comment sekarang, soalnya emang dibuat gitu biar bacanya lebih enak nggak putus2 :)

  12. waduuuhhh author pinter bnget bkin fanfiction nyesek kayak gini…. mana keren lagii…feelnya dapettt bnget …yeay yeay happy ending…tpi kedikitan moment haesica thor…hehe lain kli bnyakin haesica moment ne!!#readersbawel….
    waduhh haeyeon pasti cantik…

  13. waktu eonni sica nya depressi itu buat aku jadi ingin nagis,, tapi kalau haeyeon punya adik 9 gak sekalian bikin SNSD aja? XD

  14. kerennnnn^^ gak nyangka endingnya bakal kaya giniii :’) daebakk eonn❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ keep writing ya

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s