Tears (Part 8)

Hohohoo.. aku datang membawa lanjutan ff gaje iniiii

semoga kalian suka yaaa~ cekidot! ;)

Title : Tears

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae, etc

***

“Yeoboseyo hyung…”

“ASTAGA! Donghae! Akhirnyaaa kau menelepon!” Suara Leeteuk terdengar sangat lega. “Kau dimana sekarang, hae? Pakai nomor telepon siapa ini?”

Donghae melirik Yoona yang menonton TV. Donghae memang meminjam ponsel Yoona, karena baterai ponselnya habis.

“Aku ada disuatu tempat,” jawab Donghae asal. “Tenang saja hyung, aku baik-baik saja.”

“Donghae..” Kata Leeteuk. “Kita harus bertemu. Sekarang.” Kata Leeteuk tegas.

Donghae mendecakkan lidah. Jika Leeteuk sudah bilang sekarang, itu berarti ‘sekarang’.

Donghae masuk kedalam kamar dan mengambil jaketnya.

“Lho, oppa.. kau mau kemana?” Tanya Yoona bingung.

“Aku mau bertemu Leeteuk. Oh ya, Yoona, kau ada charger untuk iPhone?” Tanya Donghae. Yoona mematung sesaat, lalu mengangguk kaku.

“Bagus. Bisa kupinjam? Ponselku ada didalam kamar.. Tolong ya..” Donghae berkata dengan singkat dan langsung pergi, bahkan saat Yoona baru saja akan membuka mulutnya.

Dan lagi-lagi Yoona menatap Punggung Donghae. Perasaannya campur aduk sekarang.

Yoona bergegas mengambil charger iPhone seseorang yang ditaruhnya di laci kamarnya. Setelah itu ia pergi ke kamar tamu, dan menemukan ponsel Donghae tergeletak diatas meja.

Yoona memandangi ponsel Donghae yang sedang mengisi baterai (?). Ia langsung menyalakan ponsel Donghae.

Ponsel Donghae menyala, dan Yoona melihat wallpaper yang ada di ponsel Donghae.

Yaitu foto Jessica dan Donghae yang tersenyum bahagia.

Yoona membeku. Ia menatap miris wajah Jessica di foto itu yang penuh kebahagiaan. Yoona tersenyum pahit. “Aku memang jahat, eonni.. maaf..”

***

“Hai Hyung..” sapa Donghae. Mereka janjian bertemu di sungai Chonggye. Leeteuk menoleh cepat, lalu berdecak.

“Ck, Donghae. Cepat katakan dimana semalam kau menginap.” Kata Leeteuk.

Donghae menatapnya datar. “Disuatu tempat,”

Leeteuk menghela napas. “Sebaiknya kau pulang, Hae. Jessica membutuhkanmu. Kau tahu?”

Donghae memejamkan mata. “Aku belum siap, hyung. Aku belum siap..”

“Belum siap bagaimana..?” Tanya Leeteuk tak habis pikir.

Donghae mengangkat tangannya dan meletakkannya didadanya. Ditempat luka besar itu berada. Ditempat dimana ia merasa kesakitan saat melihat keadaan Jessica. “Sakit, hyung.”

“Apa kau tahu hyung? Disini selalu terasa sakit saat melihat keadaan Jessica seperti itu, Hyung..”

“Aku selalu merasa seakan habis dipukuli saat melihat Jessica sedih.. Aku merasa dadaku sangat perih ketika melihat tatapan kosong mata Jessica, hyung.. Aku seakan ingin membunuh diriku saat melihat Jessica histeris seperti itu..” Donghae tak bisa menahan kesedihannya lagi. Air matanya menetes.

“Donghae..”

“Bisakah aku menukar seluruh apa yang kupunya asalkan Jessica bisa kembali seperti dulu, hyung? Bisakan aku menukar nyawaku asalkan Jessica bahagia, hyung..?” Donghae tersenyum miris. “Sesak. Perih. Sakit.. Segalanya terasa menyakitkan, hyung.. Aku benci melihat tatapan dingin Jessica. Aku benci mendengar suara serak Jessica.”

“Semua ini membuatku gila, hyung. Apa yang bisa kulakukan? Aku ingin Jessica kembali seperti dulu. Aku ingin Jessica bahagia, hyung. Bukan seperti ini..”

“Donghae..” Leeteuk menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu. “Kau ingin melihat Jessica bahagia? Bukankah kita semua tahu, kebahagiaan terbesar Jessica adalah kau, Donghae. Kau.”

“Jessica memerlukanmu. Jessica membutuhkanmu. Karena kau adalah kebahagiaannya. Kau adalah kekuatannya. Bagaimana ia bisa bertahan kalau kekuatannya tak ada didekatnya? Yang perlu kau lakukan adalah, berada didekatnya. Menyemangatinya. Menyadarkannya bahwa ia masih mempunyai dirimu, menyadarkannya bahwa kau adalah kekuatannya, menyadarkannya bahwa dia bisa bergantung padamu, ia bisa berbagi segalanya denganmu..?”

Donghae menatap sahabatnya nanar. Leeteuk tersenyum.

“dan menyadarkannya bahwa kau sangat mencintainya. Bukankah begitu?”

Kata-kata Leeteuk menampar kuat Donghae. Donghae langsung tersadar. Ya, Leeteuk benar. Hanya Donghae yang bisa membuat Jessica bahagia. Donghae habis berasa disampingnya, agar Jessica bisa menyadari bahwa mereka bisa menghadapi segala apapun bersama. Donghae adalah kekuatannya.

Donghae bangkit dari bangku tempat ia duduk.

“Kau mau kemana, hae?” Tanya Leeteuk.

“Aku ingin bertemu Jessica, hyung. Terima kasih, hyung. Kau benar.” Kata Donghae cepat. Ia langsung berlari meninggalkan Leeteuk. “Hae!” panggil Leeteuk. Donghae menoleh.

Leeteuk melemparkan sesuatu. Donghae menangkapnya. Sebuah kunci mobil.

“Pakai saja mobilku.” Kata Leeteuk. Donghae mengangguk, lalu berlari cepat.

Leeteuk tersenyum. Berharap semuanya akan berakhir happy ending.

***

Donghae mengemudikan mobilnya dengan cepat. Setelah sampai dirumahnya, ia berlari kelantai dua, untuk bertemu istrinya itu.

“Ah, Donghae..” gumam Taeyeon dan Hyoyeon bersamaan. Seohyun dan Kyuhyun yang berada disitu langsung menatap Donghae.

“Jessica?” Tanya Donghae.

“Di kamar…” jawab Seohyun. Belum seohyun menyelesaikan kalimatnya, Donghae langsung bergegas

Donghae membuka pintu kamar anak mereka, dan melihat Jessica terduduk dilantai, sedang memegang sebuah cutter, dan meletakkan mata pisau cutter itu diatas kulit pergelangan tangannya.

“JESSICA!!!” Teriak Donghae cepat. Jessica yang kaget langsung menjatuhkan cutter itu kelantai. Tangannya gemetaran.

“Apa yang mau kau lakukan, sica?” Tanya Donghae dengan napas yang memburu. Donghae hampir lupa bernafas saat melihat Jessica hampir ingin bunuh diri.

Jessica menatap Donghae dengan mata berkaca-kaca. Bibirnya bergetar saat ia berkata “Semuanya telah berakhir.. harus berakhir..” gumamnya.

“tadi kau mau bunuh diri? Kau mau mati?” Tanya Donghae perih. “kau mau mati, sica?”

Air mata Jessica meleleh. Ia menunduk

“Kalau kau mati, aku bagaimana, sica?” Pertanyaan Donghae membuat Jessica mengangkat wajah menatap Donghae. “Apa aku juga harus mati?”

Jessica menggeleng cepat. “tidak boleh..” gumamnya pelan.

“Kalau begitu kau juga tidak boleh..” kata Donghae. “Sica.. Kau tahu? Aku lebih dulu berpikir untung bunuh diri saat melihat keadaanmu seperti ini..” gumam Donghae. Jessica menatap Donghae kaget.

Donghae tersenyum miris. “Tapi kalau aku mati, nanti kau sendirian. Aku tak mau kau sendirian..” kata Donghae. “Jadi bisakah kau berhenti seperti ini, sica? Bisakah aku melihat Jessica yang dulu?”

Donghae menggenggam tangan Jessica yang masih bergetar hebat. “Aku akan selalu berada disampingmu, sica. Aku adalah kekuatanmu, bukankah kau tahu?”

Jessica menatap Donghae tanpa berkedip. Donghae langsung memeluk istrinya itu.

“Saranghaeyo, sica.. saranghaeyo..” gumam Donghae. Sementara Jessica hanya terus terisak.

***

Donghae menekan bel apartemen Yoona. Beberapa menit kemudian, Yoona membukakan pintu untuknya dan mempersilahkan Donghae masuk.

“Tadi aku kembali kerumah,” kata Donghae, membuat Yoona berbalik. Donghae tersenyum. “Jessica hampir saja bunuh diri.”

“MWO?” Teriak Yoona kaget. “Sekarang sica eonni bagaimana?”

“Untung saja tadi aku cepat. Bagaimana kalau aku terlambat sedetik?” Donghae tertawa hambar. “Sekarang ia sudah tenang. Sudah tertidur..”

“Kau kesini mau mengambil ponsel kan, oppa?” Tanya Yoona. Donghae mengangguk. Yoona mengambil ponsel Donghae, lalu memandang wajah Jessica di wallpaper ponsel Donghae. Yoona mengigit bibir.

Sepertinya ini saatnya..

“Ini, oppa..” Yoona memberikan ponsel itu kepada Donghae. Donghae tersenyum samar dan berbalik.

“Oppa..” Yoona menahan lengan Donghae. Donghae menoleh.

“Aku hamil..” gumam Yoona. Donghae mengerutkan kening. Baru saja Donghae membuka mulut, Yoona sudah berkata lagi.

“Oppa.. kau tahu? Setelah pindah dari Seoul ke New York, aku bertemu dengan pria bernama Kim Kibum.  Setahun lalu aku menikah dengannya,” Yoona menatap Donghae yang sepertinya kaget. “Kami saling mencintai. Maaf oppa waktu itu tak mengundang kalian. Kami melakukan pernikahan di New York. Pestanya juga kecil. Hanya dihadiri keluarga dan beberapa teman..”

“Sekitar satu bulan yang lalu, aku dinyatakan positif hamil. Aku senang sekali, oppa.. Aku baru saja ingin menelepon Kibum oppa, tapi tiba-tiba aku mendapat sms dari seorang rekan kerja Kibum oppa kalau ia meninggal karena kecelakaan lalu lintas.” Yoona tersenyum pahit. Donghae hanya diam, tak berani berkomentar. “Aku bingung. Aku sedih. Aku tak tahu harus bagaimana. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Seoul..”

“Hari itu hari ketiga setelah aku kembali ke Seoul. aku sangat sedih, oppa. Aku merasa tak mungkin jika akan merawat anak ini sendirian. Akhirnya aku mengambil kunci mobil, dan menyetir dengan keadaan yang benar-benar kacau..”

Yoona menunduk. Ia ingat benar hari itu. Saat Ia tak bisa berpikir jernih. Yang ada dalam pikirannya hanya Kibum. Akhirnya Yoona mengambil keputusan, ingin menyusul Kibum, dengan bunuh diri. Ia ngebut, ia menyetir dengan air mata yang mengalir deras. Saat itu jalanan sepi.

Saat ditikungan, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah mobil berwarna putih yang berjalan dengan pelan. Mungkin sang pengemudi mobil itu kaget dengan mobil Yoona yang melaju dengan sangat kencang dan tak beraturan. Mobil mereka semakin dekat, Yoona juga tak bisa mengendalikan laju mobilnya lagi.

Akhirnya sang pengemudi mobil putih itu membelokkan mobilnya, bermaksud menghindari mobil Yoona, dan dengan sukses menabrak pembatas jalan dengan sangat keras.

Yoona mengerem mobilnya, Ia melihat mobil itu yang keadaannya sudah parah, dan melihat pengemudi mobil itu yang tidak bergerak. Karena ketakutan, Yoona langsung pergi secepatnya dari situ.

“Aku benar-benar tidak tahu, oppa.. aku tidak tahu kalau ternyata itu Sica eonni.. aku minta maaf oppa.. aku minta maaf..” Yoona menangis tersedu-sedu. Donghae juga sudah mengeluarkan air mata, walaupun masih mematung. Apakah ia harus menyalahkan Yoona?

“Saat itu aku benar-benar kalut, oppa.. aku minta maaf…” Yoona masih tetap menangis.

“Sudahlah, semuanya telah terjadi.. jangan menangis lagi, Yoona..” Kata Donghae. Membuat Yoona tertegun.

“aku.. aku pulang dulu.. jaga dirimu, Yoona..” Kata Donghae dengan suara seraknya. Yoona kembali mencegat Donghae.

“Kau tahu, oppa? Aku berpikiran ingin merebutmu dari Sica eonni, apalagi disaat keadaan sica eonni yang seperti ini,” kata Yoona sedikit sinis. Mata Donghae melebar. “apa maksudmu?”

“Aku ingin merebutmu..” Kata Yoona. “Karena kupikir anak ini membutuhkan seorang ayah.. tapi ternyata aku salah. Kalau aku berbuat begitu, aku benar-benar sudah berlaku jahat kepada Sica eonni.”

“Dari kami bersahabat saat SMA, Sica eonni selalu mengalah untukku. Bahkan saat itu, ia hampir melepaskanmu hanya karena aku.. Aku benar-benar egois. Dari dulu sampai sekarang..”

“Sica eonni lebih membutuhkanmu. Sica eonni berhak bahagia denganmu.. haha.. sepertinya dulu aku pernah mengatakan hal yang sama..” Yoona tertawa hambar. “Tapi oppa.. aku janji akan menebus semua kesalahanku, oppa.. aku janji..”

Donghae menatap Yoona. “aku pulang dulu..”

Perlahan-lahan Yoona melepaskan cengkraman tangannya dari Lengan Donghae. Donghae langsung pergi.

FLASHBACK

Yoona menggigit bibirnya. Dengan ragu-ragu ia masuk kedalam kamar tempat Jessica berada, bermaksud ingin menjenguk Jessica.

Yoona masuk kedalam kamar, dan melihat Jessica memeluk sebuah boneka, menggendongnya seakan ia sedang menggendong bayi. Air mata Yoona meleleh. “Eonni..” panggilnya.

Jessica menoleh, dan menatap datar Yoona. “Kau Yoona..?” Tanya Jessica.

Yoona membeku melihat tatapan datar Jessica dan suara seraknya. Kenapa ia jadi seperti ini?

“Ah, Yoona..” gumam Jessica. “apa kabar..?”

Yoona menelan ludahnya dengan susah payah. Ia benar-benar sangat jahat. Yoonalah yang telah membuat Jessica, sahabatnya seperti ini. Ia lah yang salah…

“Eonni…” Yoona maju dan memeluk Jessica. Tubuh Jessica sangat kurus.

“Eonni mianhae.. mianhae..” Kata Yoona sambil menangis tersedu-sedu.

“Kenapa kau harus meminta maaf..?” Tanya Jessica.

“Aku yang salah eonni.. aku minta maaf…”

Yoona pun menceritakan segalanya. Tentang apa yang terjadi saat itu, tentang dirinya yang telah membuat Jessica seperti ini. Jessica hanya mendengarkannya tanpa suara, tatapannya kosong.

“Aku benar-benar minta maaf eonni.. aku minta maaf…” Suara Yoona bergetar. Jessica tetap terdiam, tapi air matanya juga ikut menetes.

“Semuanya telah terjadi.. Mungkin ini takdir.. jangan menangis..” Kata Jessica akhirnya, dengan suara datar.

FLASHBACK END

Kata-kata Donghae persis seperti yang dikatakan oleh Jessica saat itu, saat ia menjenguk Jessica, sehari sebelum Jessica histeris. Sehari sebelum Yoona bertemu dengan Donghae dan membawanya ke apartemennya.

Saat bertemu dengan Donghae, Yoona seakan melihat Kibum. Perawakannya, caranya berjalan.. bahkan merk ponsel mereka pun sama. Apalagi saat Yoona melihat Donghae memakai baju Kibum yang dipinjamkannya. Yoona hampir saja berpikir untuk merebut Donghae, agar saat anaknya sudah lahir ia memiliki seorang Ayah.

Yoona menangis. Ia tak menyangka telah berpikiran seburuk itu. Hampir saja ia melakukannya, tapi saat melihat foto Jessica yang tersenyum di wallpaper ponsel Donghae, semua itu langsung menyadarkannya.

Ya, Yoona akan membalas segala kesalahannya. Hanya tinggal menunggu waktu.

“Aku benar-benar berjanji oppa.. aku akan menembus semua kesalahanku..” gumam Yoona.

 

***

Donghae berhenti di sungai cheonggye. Sungai itu benar-benar sangat indah, apalagi saat malam hari. Jessica dan Donghae sering pergi bersama kesini, hanya sekedar untuk duduk-duduk sambil mengobrol.

Donghae bersandar pada tepi jembatan. Ia memejamkan matanya. Apa yang tadi diceritakan Yoona benar-benar membuat Donghae shock. Benarkah kejadiannya seperti itu?

Donghae mendesah. Apa ia harus menyalahkan Yoona? Karena Yoona lah, Donghae dan Jessica harus kehilangan bayi mereka. Karena dia, Jessica menjadi seperti ini. Tapi Yoona saat itu pasti sangat terpukul. Yoona tak bisa berpikiran jernih, Donghae paham itu. Karena Donghae juga pernah merasakannya.

Semuanya telah terjadi.. Yang harus Donghae lakukan sekarang adalah menata kembali kehidupan mereka. Menemani istrinya, Jessica. Semuanya telah terjadi.. Mungkin ini cobaan yang diberikan Tuhan untuknya.

Sudah hampir setengah jam Donghae hanya duduk disana, sampai akhirnya ia bangkit dan masuk kedalam mobilnya.

Dan menuju rumahnya.

***

“Sica..” panggil Donghae kepada Jessica yang duduk ditepi ranjang. Ia masuk kedalam kamar, sambil tersenyum tipis.

“belum tidur?” Tanya Donghae. Jessica menggeleng.

“Sudah makan?” Tanya Donghae lagi. Jessica mengangguk. “Tadi Hyoyeon yang masak untukku…”

“Baguslah..” Donghae duduk disamping Jessica dan mengelus kepala istrinya itu.

Donghae terdiam sebentar, lalu berkata. “Sica.. tentang Yoona…”

“Aku sudah tahu..” Gumam Jessica cepat. Donghae melebarkan matanya. “aku sudah tahu.. Yoona sudah memberitahukannya kepadaku..”

“Sica..”

“Tenang saja.. aku tidak akan marah kepadanya..” Kata Jessica. “Semua ini sudah di atur Tuhan. Tinggal bagaimana kita menjalaninya..”

Donghae mengatupkan mulutnya, tak percaya dengan apa yang didengarnya. Berkali-kali ia menggeleng-gelengkan kepala, seakan tak percaya.

Donghae merasa bahunya terasa ringan mendengar suara Jessica sudah tidak serak. Jessica berbicara dengan suaranya yang dulu.

Donghae menatap mata Jessica yang balas menatapnya. Tatapan Jessica sudah tidak kosong lagi. Seakan-akan Jessica sudah kembali. Seakan-akan Jessica-nya yang dulu telah mengambil alih tubuhnya lagi.

Air mata Donghae langsung menetes karena tak berkedip, dan ia benar-benar menangis saat melihat sudut bibir Jessica terangkat. Jessica tersenyum. Seperti senyumannya yang dulu. Senyuman malaikatnya yang dulu.

“Maaf kalau aku terlalu bodoh, hae.. Terima kasih telah menyadarkanku. Ayo kita ulang semuanya dari awal..” Kata Jessica. “Aku telah sadar, hae. Mungkin kejadian ini hanya sebuah teguran dari Tuhan untukku, agar aku tidak menjadi seorang yang ceroboh lagi. Maaf telah menyusahkanmu, hae..”

Donghae langsung menarik Jessica dalam pelukannya. “Kau kembali, sica.. kau kembali..”

Jessica ikut menangis.

Donghae tak pernah merasa sebahagia ini. Ia merasa sehabis memenangkan hadiah uang bermilyar-milyar. Bebannya seakan telah hilang, telah terangkat dari bahunya. Hatinya terasa sangat lega.

***

Hari-hari menyakitkan itu telah berlalu, dan digantikan oleh hari-hari bahagia. Ibu Jessica sangat bahagia saat mengetahui Jessica telah kembali seperti dulu. Begitu juga dengan TaeTeuk, SeoKyu dan Hyohyuk. Bahkan Ayah Jessica langsung kembali ke Seoul lagi.

“Terima kasih Donghae.. Terima kasih..” Kata Ibu Jessica yang masih menangis. Donghae hanya tersenyum.

“Selamat, hae..” Kata Leeteuk. Eunhyuk tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Donghae. Donghae tersenyum, lalu melempar pandangan kearah Hyoyeon, Seohyun dan Taeyeon yang asik mengobrol dengan Jessica. Seohyun kelihatan habis menangis, Hyoyeon masih saja menangis dan sekarang Taeyeon berusaha membujuknya untuk berhenti menangis.

“Akhirnya, hyung.. semuanya berakhir happy ending..” Kata Kyuhyun. Kata-kata Kyuhyun membuat Donghae menoleh. Ya, seharusnya ini happy ending. Tapi kenapa perasaannya seperti masih ada yang kurang?

Yoona. Ya, wanita itu. Donghae merasa simpatik dengan keadaan Yoona. Apalagi Yoona sedang mengandung sekarang. Perutnya juga pasti sudah mulai buncit.

“Arrrgghhh Yeobo.. yeobo..” Teriakan Seohyun membuat semuanya menoleh. Perut Seohyun sudah sangat buncit, usia kandungannya juga sudah 9 bulan. Apa jangan-jangan…?

“AAAAARRGHHHHHHH YEOBO PERUTKU SAKITTTTTTTTTTT!!!!” Jerit Seohyun lagi. Hyoyeon, Taeyeon dan Jessica langsung membantu Seohyun duduk. Hyoyeon mengipasinya dan Taeyeon berusaha menenangkannya.

“AAAARGGGGGHHHHHHH SAKITTTTTTTTT SEPERTINYA AKU MAU MELAHIRKAANNNNNN” Jerit Seohyun. Donghae menoleh kearah Kyuhyun yang melongo.

“YAH CHO KYUHYUN, APA YANG KAU LAKUKAN? Cepat bawa istrimu ke rumah sakit!” Teriak Leeteuk.

Kepanikan pun terjadi. Kyuhyun dengan agak linglung membantu membawa Seohyun.

“Biar aku yang menyetir, kau sana temani Seohyung dibelakang!” Perintah Eunhyuk. Kyuhyun mengangguk kaku dan ikut masuk dalam mobil, disamping Seohyung.

“PERUTKU SAKITTTTTTTTTTT” Teriak Seohyun. Seohyun menjambak rambut Kyuhyun menahan sakit.

“Aaaaaa sakit seohyun-ah!” Teriak Kyuhyun. Bukannya melepaskan tangannya dari rambut Kyuhyun, jambakan Seohyun malah semakin kuat, membuat rambut Kyuhyun sedikit Rontok.

“ASTAGA CHAGI, Kalau begini terus saat sampai di Rumah sakit kepalaku jadi botak!” Teriak Kyuhyun.

Mereka pun segera membawa Seohyun kerumah sakit.

Beberapa jam kemudian..

Seohyun sukses (?) melahirkan secara normal. Bayinya berjenis kelamin Laki-laki. Sangat imut dan persis Kyuhyun.

Seohyun meneteskan air mata bahagia. Begitu juga dengan semua yang ada disitu.

“Astaga, tampan sekali seohyun-a..” Puji Jessica. Seohyun tersenyum.

“Tentu saja, kan mirip bapaknya..” Kyuhyun menepuk-nepuk dadanya.

“Oh ya, siapa nama anak ini?”

“Hmm… namanya…”

Drrttt.. drttt…

Donghae tak sempat mendengarkan kalimat selanjutnya karena ponselnya yang bergetar. Ia langsung keluar. Yoona menelepon.

“Yoona? Ada apa..?” Sahut Donghae langsung. Ia mendengar suara Yoona yang gemetaran.

“O..oppa…”

Otak Donghae berputar cepat. “Tunggu, aku akan segera kesana..”

TBC

 

Gimana readers?

semoga gak semakin gaje yaa =.=v

dicomment yaa ^^ kritik/saran pasti diterima kok (?)

gomawo ^^

20 pemikiran pada “Tears (Part 8)

  1. ntah kenapa feeling ku berkata yoona bakal melahirkan juga..
    trs dia kasih anaknya ke haesica ??
    ya ga tuh??
    feelingku jg mengatakan dia bakal ‘nyusul’ kibum .

    semoga feelingku benar :)

  2. alhamdulillah akhirnya sica unnie telah kembali ceria
    gini dunk sica unnie, q jadi ikut senang :)
    ky’y yoona 5u nglahirin jga.. trs anaknya dikasihkan ke haesica cz kn yoona blng akan menebus semua kesalahannya
    itu sh menurut q tp gx tau jga
    ok author lanjjuuttt

  3. apa yang terjadi !! huaahh~
    aku penasaran ngakak adegan seo ngejambak rambut kyu :D
    lanjut eon.. tumben eoniie cpet ngepostnya, panjang pula puas aku bacanya #plakkdigamparoeniie

  4. yoona eonnie mau melahirkan juga ya? ya walau pun emang kesalahan yoona eonnie tapi dia juga terpuruk jadi buat apa disalahin
    hae oppa mau nganter yoona eonnie ke rumah sakitkah? senebg sica eonnie balik lagi kaya dulu
    lanjut chingu

  5. Yeeeeeeee
    sica eomma comeback !!!!!!

    astaga ,,,,
    kumohon,, jangan ada masalah lagi
    kok q ngerasa yoona bakal bawa masalah baru yahh

  6. iya onnie yang panjang gini dong walaupun TBC tetep enak bacanya gak nanggung!n jngan lama2 onnie part selanjutnya.n aku juga nunggu i am jeolues cold nya!mian law bawell!n salam kenal!

  7. ehm syukurlah sica eon sdah sembuh.
    ayo haesicanya bkin anak lagi *eh,jangan kalah ma yg lain.
    knpa yoonanya?
    mdah”an yoona dpat kbhagian jga,dan tntunya bkan ma hae-,-

  8. Seomma melahirkan..
    Asikk ada adek baru buat baeksullyeol(?)

    yoong eonni yng nabrak yaa??? Tapi apa mau dikata, uda takdir..

    Yoong eonni knp ya???

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s