Tears Part 7

Title : Tears

Cast : Jessica Jung, Lee Donghae

“Sialan, ponselnya tidak aktif!” umpat Leeteuk. Ia mendang kaleng yang ada tepat dikakinya. Didepannya Eunhyuk dan Kyuhyun menatapnya dengan cemas

“lalu bagaimana, hyung?” tanya Kyuhyun.

“tadi ia meneleponku, mengajakku untuk minum ditempat biasa..” kata Leeteuk. “tapi setelah aku menyusulnya kesana, ia sudah tak ada..”

“kasihan Donghae hyung, dia kelihatan sangat depresi..” Kata Kyuhyun.

“jessica masih histeris..” kata Eunhyuk tiba-tiba. ia memperlihatkan sms dari Hyoyeon. Hyoyeon memang sedang ada di rumah haesica, untuk menenangkan Jessica. “ia tidak berhenti berteriak dan menangis..”

“jadi apa yang kita lakukan skarang?” tanya Kyuhyun lagi. Leeteuk menghela napas berat.

“Aku dan Eunhyuk pergi mencari Donghae, Kyuhyun kau menyusul ke rumah haesica saja, siapa tahu donghae sudah datang…” Kata Leeteuk. “Taeyeon juga sedang dalam perjalanan kerumah Jessica..”

“bagaimana dengan anak-anakmu, hyung?”

“Baekhyun dan Sulli diasuh dengan babysitternya.. tenang saja..” ucap Leeteuk.

“untung saja Chanyeol sedang menginap dirumah kakeknya..” kata Eunhyuk. “baiklah, ayo kita pergi.”

Leeteuk dan Eunhyuk langsung masuk kedalam mobil Leeteuk, sedangkan Kyuhyun masuk kedalam mobilnya. didalamnya, Seohyun menunggu dengan wajah cemas.

“yeobo.. eothokhae?” tanya Seohyun.

“jangan cemas, chagi. kita pergi ke rumah Jessica. Leeteuk dan Eunhyuk hyung yang akan mencari Donghae hyung..”

Seohyun menggigit bibir bawahnya. Ia tak menyangka Jessica dan Donghae akan menjadi seperti ini…

***

Donghae berjalan tanpa arah dengan botol soju ditangannya. cara jalannya sudah oleng, ia benar-benar sudah mabuk..

Donghae kembali meneguk botol sojunya banyak-banyak, dan membiarkan soju masuk kedalam tenggorokannya.

Donghae menyeringai. “kenapa…” gumamnya. tatapannya sudah tak fokus. “kenapa kau seperti ini, sica? kenapa? KENAPA?!?” Donghae berteriak. saat itu jalanan sangat sepi, membuat Donghae bebas berteriak sepuasnya.

ia kembali ingat saat melihat Jessica yang histeris tadi. rasanya ssakit, sakit sekali melihat Jessica seperti itu. melihat wanita yg dicintainya seperti itu…

Donghae langsung menelepon Leeteuk untuk menemaninya minum di bar langganan mereka. Donghae langsung pergi, meninggalkan Jessica yang masih histeris. Pikirannya sudah sangat kalut, ia tak bisa berpikir dengan jernih.

Setelah sampai dibar, ia tak menyangka akan bertemu dengan sekretarisnya, Sunye. gadis itu menatapnya sedikit kaget, lalu senyuman lembutnya menyambut Donghae.

“Donghae-ssi.. kau kenapa? kelihatannya kau depresi sekali…” Kata Sunye lembut. Donghae tersenyum miris. dan ia langsung menceritakan kejadian tentang Jessica tadi.

“Astaga.. aku tak menyangka Jessica bisa berbuat begitu…” kata Sunye. Donghae meminum sojunya sekali teguk. “Astaga, pelan-pelan saja, Hae..”

“aku tak tau harus bagaimana lagi..” gumam Donghae tak jelas. “aku tak tahu..”

“tapi sepertinya aku tahu..” Sunye tersenyum lagi. Donghae mengernyit, tak mengerti.

“sepertinya.. kau harus memasukkannya kesemacam…” Sunye tampak bingung caa menjelaskannya. “Rehabilitasi atau.. rumah sakit jiwa? sepertinya itu yang terbaik, hae..” Sunye menggenggam tangan Donghae.

Donghae menatap Sunye dengan tatapan tajam. sangat tajam sampai membuat Sunye terkejut. “apa maksudmu..” tanya Donghae dengan suara dingin.

“a.. maksudku..”

“Apa maksudmu..? APA MAKSUDMU, HAH?!?” Donghae hampir menonjok Sunye, tapi untung ia sadar sedang berhadapan dengan wanita. Donghae mengepalkan tangannya. “kau kira Jessica gila..? KAU KIRA ISTRIKU GILA??!?”

PRANGGG! Donghae membanting gelas soju yang ada ditangannya. wajahnya memerah, menandakan ia sangat-sangat marah.

“Ha.. Hae..” Panggil Sunye saat Donghae mulai berdiri dari kursinya. ia mencengkram lengan Donghae, tapi Donghae menepisnya kasar. Hal itu membuat Sunye membeku. Tatapan Donghae seakan ingin membunuh.

“SIALAAANNN!!!” Teriak Donghae. ia membanting botol sojunya yang sudah kosong itu. Perasaan Donghae benar-benar sudah sangat kacau.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dibelakangnya. Donghae menoleh, dan menyipit karena terkena sinar lampu mobil bagian depan itu. Seseorang keluar dari dalam mobil.

“Oppa…” panggil orang itu. Donghae samar-samar tak bisa melihat dengan jelas wajah orang itu.

Orang itu mendekat, dan Donghae bisa melihat jelas sosok orang itu.

***

Keesokan harinya..

“Bagaimana hyung? kau sudah menemukan Donghae?” tanya Kyuhyun lewat telepon.

“belum.. kami sudah berkeliling kota seoul ini tapi kami tak menemukannya..” jawab leeteuk. ” lalu Bagaimana dengan keadaan Jessica?”

“Sekarang Taeyeon dan Seohyun sedang membujuknya makan.. tapi Jessica tetap tak mau makan..”

Leeteuk mendesah. “sudah dulu ya,aku mau lanjut mencari Donghae..”

“ne hyung..”

klik. Kyuhyun memutuskan sambungan telepon (?).

“Oh, Krystal!” Panggil Seohyun yang ada disamping Kyuhyun, membuat Kyuhyun menoleh. Krystal, adik Jessica datang dengan wajah cemas.

“Ah, Annyeonghaseyo.. Seohyun eonni.. Kyuhyun oppa” Sapa Krystal.

“Annyeong..” Sapa Seokyu

“Dimana eonniku?” tanya Krystal cepat. Seohyun tersenyum pahit. “ada dikamar. sini aku antarkan..”

***

FLASHBACK

“Aku tidak bisa, sica.. aku mohon.. aku hanya mencintaimu..” Donghae berkata kepada gadis didepannya yang memakai seragam SMA, sama seperti dirinya.

Jessica, gadis itu menggeleng lemah. “Tapi dia mencintaimu, oppa.. aku tidak bisa menghkianatinya.. dia sahabatku..” Air mata Jessica mengalir deras.

“Aku sudah mengatakan padanya kalau kita saling mencintai..” kata Donghae dingin, membuat Jessica langsung menatapnya kaget.

“a..apa..?”

“Jessica..” Donghae menatap Jessica dalam-dalam. “Aku mencintaimu. dan aku tau kau juga begitu. Aku mohon. kali ini saja, jangan hanya memikirkan perasaan orang lain.. jangan mengorbankan perasaanmu lagi.. aku mohon…” Donghae menarik Jessica kedalam pelukannya.

Jessica kembali terisak. “Tapi Yoona sahabatku,oppa…” bisiknya serak. “dia sahabatku.. aku sangat menyayanginya, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri, oppa..”

“Sica eonni..”

Jessica langsung melepaskan diri dari pelukan Donghae ketika mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. Ia menoleh dan mendapati Yoona berdiri tak jauh darinya, sambil menangis.

“Yoona… i.. ini.. ini tidak seperti yang kau pikirkan.. a.. aku..” Jessica ingin menjelaskan semuanya, tapi ia bingung apa yang harus dijelaskannya.

Jessica belum selesai berkata,Yoona sudah maju dan memeluknya. “Mianhae, eonni.. mianhae..” Kata Yoona sambil ttap menangis. “Aku terlalu egois,eonni.. maaf…”

“Aku tahu kau dan Donghae oppa saling mencintai.. tapi aku tetap bersikeras untuk berpacaran dengan Donghae oppa.. aku minta maaf eonni.. aku minta maaf… aku sudah mendengar semuanya dari donghae oppa.  aku minta maaf..” lanjut Yoona.

Air mata Jessica tumpah lagi. “Kau sahabatku, Yoona. Aku menyayangimu. dan aku akan melakukan apapun untuk orang yang kusayangi.. aku akan mengorbankan apapun.. asalkan aku bisa melihatmu bahagia, Yoona…” kata Jessica.

“benarkah?” kata Yoona. ia menatap Jessica.

Jessica menelan ludahnya dengan susah payah. “N..ne…”

“Baiklah..” Yoona menatap Jessica, lalu matanya beralih kepada Donghae yang hanya diam. Yoona menarik tangan Donghae mendekat kepada dirinya. Yoona mengenggam tangan Donghae kuat-kuat lalu menatap sinis Jessica.

“Kau mau kan, melihatku bahagia?”tanya Yoona. Jessica terdiam sesaat, lalu mengagguk walau hatinya perih.

Tiba-tiba Yoona tersenyum. ia meraih tangan Jessica dan menggenggamkannya ketangan Donghae. “kalau begitu, terimalah Donghae oppa..” kata Yoona. Jessica mengerjap.

“Y..yoona..”           

“Aku sadar, aku tidak mencintai Donghae oppa. aku hanya menganggapnya sebagai kakak. dan kaulah, eonni. yang pantas mendapatkan Donghae oppa..”

“Kau juga harus bahagia, eonni. kau pantas bahagia.” kata Yoona. “aku juga berjanji, aku akan bahagia.” Yoona tersenyum. Jessica juga ikut tersenyum. Kedua sahabat itu pun berpelukan

FLASHBACK END

Donghae tidak habis pikir melihat sosok Yoona, mantan pacarnya dulu sekaligus sahabat Jessica, yang semalam tiba-tiba muncul dihadapannya. Semalam kepala Donghae terasa sangat sakit, dan seperti akan pecah. ia hampir saja jatuh karena kakinya tak kuat menopang tubuhnya, tapi untung saja ada Yoona saat itu yang membantunya.

Setelah itu Donghae sudah tak ingat apa-apa lagi, karna saat ia terbangun ia sudah berada dikamar sebuah apartemen, mungkin apartemen Yoona.

Oh astaga, sekarang pasti Leeteuk dan yang lain mencariku.. pikir Donghae dalam hati. Ia merogoh ponsel yang ada di saku jaketnya yang digantung, baterai ponselnya habis. Sial.

Donghae memijit pelipisnya yang masih sedikit sakit. rasa pusing dikepala Donghae masih sedikit terasa.

Tok..tok..

“Oppa? kau sudah bangun?” terdebgar suara yoona sambil mengetuk pintu.

“ne..” Jawab Donghae.

Yoona membuka pintu kamar. tapi ia tak langsung masuk. “boleh aku masuk?” tanya Yoona lagi.

Donghae diam sebentar. “silahkan..”

“bagaimana keadaanmu, oppa?” Yoona masuk sambil membawa segelas air putih. “ini, minum dulu..” Yoona memberikan Donghae gelas itu.

“Entahlah..” jawab Donghae. Yoona mengigit bibir.

“ee.. Oppa.. sebaiknya kau mandi.. aku juga sudah menyiapkan baju untukmu..” Yoona mengambil baju yang dilipat rapi dan sebuah handuk diatas meja dan langsung memberikannya kepada Donghae. “pakai saja..”

Donghae mengernyit. sejak kapan Yoona mempunyai baju laki-laki? Donghae penasaran, tapi tak langsung bertanya. ia hanya mengangguk dan beranjak kekamar mandi.

Yoona hanya mematung, menatap punggung Donghae…

***

“Oh, oppa. Kau sudah selesai mandi?” Tanya Yoona saat Donghae keluar dari dalam kamar dan menuju ruang makan. Yoona dengan memakai celemek berwarna pink baru saja menaruh sepiring roti bakar ke atas meja. “Ayo oppa, aku sudah membuatkanmu sarapan..”

Donghae agak sedikit merasa aneh melihat Yoona. Yoona sekarang telah menjadi seorang wanita dewasa. Padahal dulu ia manja dan berperilaku seperti anak kecil. Sama dengan Jessica, walau Jessica dulu agak dingin kalau berhadapan dengan laki-laki…

Donghae menatap celemek pink yang dipakai Yoona, lalu matanya bergerak ke wajah Yoona yang masih sibuk menyiapkan sarapan. Rambut Yoona diikat keatas, membuat Donghae merasa aneh. Ia dulu melihat Yoona dengan rambut yang selalu diurai. Donghae terus memperhatikan Yoona. Yoona seakan sangat terampil menyiapkan sarapan. Apa jangan-jangan..?

“O..oppa..” Gumaman Yoona membuat Donghae tersadar. Yoona menatapnya dengan aneh. “Kenapa memperhatikanku seperti itu? Apa ada yang aneh?” tanyanya.

Donghae mengerjapkan mata. “Ah? Tidak. Tidak ada…”

Yoona tersenyum. “Duduklah, Oppa..” Donghae langsung menurut.

Mereka pun sarapan bersama, walau dengan suasana yang agak canggung.

Yoona mengigit bibir. “Em.. oppa… aku sudah tahu tentang keadaan Sica eonni… aku.. aku pernah menjenguknya sekali” gumamnya pelan. Ia bisa merasakan Donghae mematung. “Aku turut berduka tentang anak kalian..” Yoona bingung untuk memilih kata dengan baik, takut Donghae akan tersinggung.

“Ya, terima kasih..” Hanya itu balasan dari Donghae. Yoona langsung gelisah. Apa ia harus mengatakannya sekarang? Tapi..

“Eng.. Oppa.. kapan kau mau kembali kerumahmu? Kau harus bertemu sica eonni..” Lagi-lagi Yoona berhati-hati untuk berkata.

“Entahlah…” Donghae mengadahkan kepala, memandang langit-langit apartemen Yoona dengan tatapan kosong. “Yoona..” panggil Donghae kemudian.

“Ya?”

“Boleh aku menginap dulu disini..?” Tanya Donghae. Yoona terkejut, lalu ia mengangguk kaku.

“Ya, silahkan oppa.. di apartemen ini ada 2 kamar kok.. kau bisa tidur dikamar tamu..” kata Yoona.

“Aku belum siap..” kata Donghae tiba-tiba. Yoona menatapnya penuh Tanya. “Aku belum siap bertemu dengannya, Yoona. Aku belum siap..” Donghae  memejamkan mata dan meletakkan satu tangannya ke dada. Perih.

Yoona mengingit bibir lagi. “Ya, aku mengerti perasaanmu, oppa..”

Aku juga belum siap.. mengatakan semuanya..

TBC

Lanjutannya mungkin besok aku post ya ^^

tolong di comment ya~ gomawo ^^

34 pemikiran pada “Tears Part 7

  1. ya walaupun yoona suka sama hae..
    semoga ga gatel kyk sunye deh.
    trus itu mo ngomong apa yoona nya??

    sica sembuh dong !!!!
    nexxxttttttttt ^^

  2. sica sembuh dongg !!! huuaaa..
    jgn ada yoonhae dong eoniie.. hiks hiks..
    jadi penasarann, lanjut, aku gk komen di part 6 ya, lgsg di part 7 aja yah eoniie,,
    hehhe.. :)

  3. ky’y yoona dh nikah #pemikiranku
    hae oppa pulanglah ke rumah temani sica unnie
    sica unnie cepat pulih y miris bgt liat sica unnie ky g7
    lanjjuuutt author

  4. yoona eonnie mau ngomong apa? kok ada baju laki-laki dirumah yoona eonnie jangan-jangan yoona eonnie udah menikah tapi ga ngabarin haesica ya?
    hae oppa balik ke rumah dong temenin sica eonnie kasian sica eonnienya
    lanjut ya chingu aku tunggu besok ^^

  5. cepat pulang haeppa,jngan lma2 di aprtemen yoong nie#nyesek tau(TT.TT).n chingu jangan lupa i am jeolues cold’ nya!!!!

  6. haish spa lg yoona mga2 dy dah nikah….
    haepa cpatlah plang ksihan sica kan
    jngan tnggal lbh lama d apartmen yoona nanti da prasngka buruk lg…
    dtnggu klnjtanna

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s