That’s Left A Piece Of Love

Cast : Jessica Jung and Lee Donghae

Other Cast : park rinra *author numpang narsis, Choi Sooyoung

Author : park rinra a.k.a gabby

Length : Oneshoot

Annyonghaseyo !! saya membawa ff oneshoot buat para readers, mian kalo gk bagus atau gajje, coz saya baru pertama kali bikin ff oneshoot, and judulnya yang buju buset panjangnya, hehe, buat yg nunggu Love Story part 3, sabar yah, belum ada ide, makannya saya bikin ff oneshoot supaya betah nunggu Love Story, saya terinsiparasi dari film romance yang saya tonton tapi kaga inget judulnya dan kata-katanya, pas saya dengerin suara cowonya waktu ngucapin “That’s Left A Piece Of Heart” seperti menusuk kehati *plakk lebay artinya “sekeping hati yang tersisa”. Ini kebanyakan Jessica POV alurnya..

OK deh ! Let’s Go Read !! Don’t Plagiat ! Don’t Bashing! SIDERS OUT YA! kalo ada kesamaan alur cerita atau apapun itu tidak disengaja karena ini murni hasil saya sendiri^^

>

Masih sore di taman dikota Seoul. Embusan angin sepoi mengipas rambutku yang tergerai sedari tadi. Pakaikanku sesekali dikibaskan angin nakal, hingga kadang tak sadar orang-orang disekitar memperhatikan aku sibuk membenahi rambutku yang panjang sebahu dan bajuku. Daun-daun dari pepohonan asam berseliweran (?) jatuh disekitar kursi besi yang kududuki. Mereka seakan-akan turut menemaniku menunggu dalam kesendirian. Awan sedari tadi mendung. Oh, semoga tidak turun hujan.

Aku memperhatikan anak-anak disana yang saling berkejaran. Suara mereka yang sesekali melengking, memecah lamunan orang. Bahkan aku sampai terkekeh sendiri melihat salah satunya terjatuh karena terdorong kawannya saat berkejar-kejaran. Ah, dasar anak-anak. Aku melamun membayangkan, sesuatu.

Kali ini aku tidak bisa menahan tawaku pecah saat menyaksikan anak terakhir tiba-tiba terduduk, dan jatuh seperti pingsan. Ternyata, dia pura-pura. Ketika kawannya mendekati, sontak ia bangun dan berlari menertawai temannya yang berhasil ia kerjai. Tawaku terhenti seketika saat menyadari seseorang telah ada disampingku.

“maaf menganggu”

Aku termangu melihatnya dan bertanya-tanya dalam hati, ‘siapa ya orang ini?’

“boleh aku duduk?” tanyanya setelah melihat aku menguasai keadaan. “maaf kalau tadi mengejutkan, sepertinya Nona begitu menikmati mereka” katanya sambil menunjuk anak-anak yang sudah berhenti bermain.

“begitulah… aku begitu bahagia jika ada disini. Melihat orang-orang menikmati kesendirian, sendiri menunggu.” Tunggu kenapa aku begitu terbuka pada orang ini? Mengenalnya saja tidak?

“sudah berapa lama kau melakukan hal seperti ini?”

“4 tahun belakangan ini” ucapku singkat

“kalau boleh tau, lagi menunggu apa?” tanyanya

Sepertinya, dia mencoba menyelidik. Hmm.. kalau diperhatikan lebih lama, orang ini ada miripnya dengan seorang aktor. Mmm… siapa ya?. Pokoknya manis. Ah bukan-bukan dia lebih mirip…

“menunggu seseorang?” ulangnya

“ah aniyo, aku menunggu senja turun pelan-pelan disana.” Kutunjuk celah tugu yang berdiri di bundaran jalan.

“setipa hari?”

Kenapa orang ini bertanya terus sih, memperkenalkan diri saja tidak. Hisshh.. bagaimana sih dia ini.

“ah, mianhae..” ucapku cuek,supaya dia tau aku tidak suka dia bertanya begitu

Dia diam kurang lebih 10 menit. Lalu ia bersuara lagi,

“tempat ini memberikan aku banyak kenangan, dulu aku bersama teman-temanku sering kesini, sama seperti kau, menikmati keindahan matahari terbenam. Entah kenapa, dua bulan ini aku merindukan tempat ini menantikan senja di ufuk barat. Aku mengetahui Seoul lewat internet, atau dari cerita teman-temanku, karena aku tinggal di Paris selama 4 tahun terakhir, saat aku kembali kesini ternyata teman-temanku sudah banyak yang keluar kota dan berumah tangga”

Dia berhenti menceritakan ceritanya sejenak, dan berbalik menghadapku. Mungkin dia menyadari aku sedari tadi memperhatikannya lekat-lekat, karena menurutku dia mirip seseorang yang dulu pernah mengisi hatiku. Dia pun berbalik lagi menghadap tugu di celah bundaran jalan, dan kembali bersuara

“disini juga pertama kali aku jatuh cinta dengan seorang yeoja, bisa dibilang cinta pada pandangan pertama karena, aku berkenalan dengannya tidak pernah, berbicara padanya tidak pernah, aku hanya sering memperhatikannya diam-diam di tempat ini, sama sepertimu, dia suka sekali menunggu senja disore hari yang tenggelam didekat tugu itu, jika angin bertiup kencang, dia selalu saja membenarkan rambutnya yang kecoklatan sedikit bergelombang yang panjangnya sebahu dan bajunya, dia juga mengambil jurusan IPA waktu SMU dulu.”

Dia kemudian berhenti lagi, bukankah itu aku..? ciri-cirinya seperti aku, apa jangan-jangan dia….? Ahh tidak mungkin, dia tidak mungkin Donghae

“kalau aku boleh tahu, siapa namanya? Dan kenapa kau tidak langsung mendekati atau bertanya pada semua temanmu tentangnya?” tanyaku seperti orang bodoh

Dia tertawa sejenak, sambil melihatku

“bukankah sudah kubilang aku tidak tau, entahlah, kata semua temanku aku harus berusaha sendiri mengenalnya, tapi aku tidak bisa, aku malu jika dia menolakku atau bahkan dia sudah mempunyai namjachingu, karena tidak mungkin yeoja secantik dia tidak memiliki namjachingu” jelasnya

Ahh benar, yakk!! Jessica kau babo sekali, sudah tau dia tadi bilang berkenalan saja tidak pernah! Aiishh, bikin malu saja

“ahh, hihi mianhae.. apa kau masih menyukai yeoja itu?”

“gwenchana.. maybe, aku masih mencintainya” ucapnya sambil tersenyum

“mencintai? Kau mencintai yeoja yang tak kau kenal?”

“hah, begitulah..aku sudah bilang cinta pada pandangan pertama” ucapnya sambil tersenyum sendu

Hening ……..

“kau kan tinggal di Paris, apa tidak tertarik dengan yeoja disana, yeoja di sana itu semuanya yeoppo” ucapku seraya memecahkan keheningan

“ani, mereka bukan tipeku, aku suka gadis Seoul lebih cantik dan anggun” jawabnya

Aku terus memperhatikannya lekat-lekat, mengingat apakah dia ini benar Donghae dulu yang pernah mengisi hatiku sejak SMU sampai sekarang, tapi Donghae dulu berambut pendek dan tidak memakai poni, tapi sekarang ini agak panjang dan berponi kearah kiri, dia juga lebih tampan dari Donghae yang kukenal dulu, tapi dia memiliki kesamaan dengan Donghae melanjutkan study nya keluar negeri, tapi aku tidak tau Donghae dulu pergi kemana, apa mungkin dia mendatangiku karena melihat gelagatku sama persis dengan yeoja yang diceritakannya ,aku terus memperhatikannya, sampai dia mengentakkan kursi yang kami duduki, sehingga membuatku sedikit terkejut.

“Lihatt!! Matahari nya mau tenggelam..” ucapnya

Aku pun ikut melihat matahari yang tenggelam diufuk barat tepatnya dicelah tugu itu, aku melihatnya, dia memperhatikan matahari tenggelam sambil memejamkan mata dan melentangkan kedua tangannya lebar, sehingga angin yang cukup kencang menerbangkan rambutnya kesana kemari, begitu juga rambut dan bajuku, aku pun membetulkan baju dan rambutku seperti kebiasaanku selama ini.

:: Donghae POV ::

Aku memejamkan mataku dan melebarkan tanganku saat melihat matahari tenggelam diufuk barat, sesekali angin menerbangkan poni rambutku, ahh.. betapa tenangnya disini. Saat aku membuka mataku, aku melihat yeoja disampingku ini membenarkan baju dan rambutnya yang sedikit bergelombang kecoklatan dengan panjang lebih sebahunya itu. Tunggu.. apa dia…?? Yeoja yang selama ini mengisi hatiku..? tapi siapa namanyaa?, dan kenapa aku tidak mengenalinya? Sejenak aku memperhatikannya, ah tidak mungkin.. tiba-tiba ponselku berdering, akupun segera mengangkatnya

:: POV END ::

Aku mendengar suara ponsel berdering, tapi itu bukan ponselku, ahh… ternyata ponsel namja yang berada disebelahku

“yeobbeoseyo?” ucapnya

“….”

“ahh, nee.. aku segera kesana..”

“….”

“ahh, mianhae, aku harus segera pergi, semoga kita bisa bertemu lagi, gomawo sudah menemani aku untuk melihat matahari tenggelam di taman ini” pamitnya

“ahh, nde.. cheonma, aku juga.. nde, semoga kita bisa bertemu lagi” ucapku

“ah, aku permisi..”

Dia pun berbalik sebentar lalu membalikkan kembali badannya lagi kearahku

“wae geurae?” tanyaku

“ah, aniyo, ini tolong berikan diary ini pada yeoja yang ciri-cirinya seperti yang aku sebutkan tadi, jika kau bertemu dengannya.. karena mungkin aku akan kembali ke Paris melanjutkan studyku, jika kau bertemu dengannya sampaikan salamku dan.. bilang padanya aku mencintainya dari sejak kami SMU, mian merepotkanmu.. semoga kau bertemu dengannya.. ahh, aku Lee Donghae” jelasnya padaku

Deg !! Dong…Dongh..Donghae…?? benarkah dia Donghae yang selama ini mengisi hatiku?

“ahh, ak..aku Jessica.. Jessica Jung..”

“nde, jessica jung-ssi, semoga kita berjumpa lagi.. annyongg..” pamitnya membungkuk sedikit kearahku, tersenyum dan melambaikan tangannya

“nde.. annyong..” jawabku sambil membungkuk, membalas senyum dan lambaian tangannya

Dia berbalik, dan meninggalkanku sendiri di taman yang kini sudah mulai sunyi karena ini sudah malam, aku tidak bisa menahannya dan tiba-tiba berkata bahwa aku ini adalah yeoja yang dicarinya, tidak mungkin, dia pasti menertawaiku nantinya, aku menatap punggungnya yang semakin lama semakin jauh dan kini telah menghilang dari pandanganku.

~ dirumah Jessica

“annyongg..” sapaku pada orang rumah

“ahh eoniie, kau sudah pulang? Ayo makan, aku sudah menunggumu, tapi kau pulang malam, aku kira kau pulang sore, apa eoniie ke taman lagi untuk melihat matahari terbenam?” tanya dongsaengku yang cerewet ini

“nde, rinra yang cerewett, ayo makan” jawabku singkat

“emm, nde.. eoniie apa yang kau bawa?” tanya rinra sambil menunjuk kearah diary yang sekarang aku bawa

“ini? Ini diary seseorang, sudah jangan banyak tanya darimana eoniie mendapat diary ini” jawabku

“ahh, eoniie baru saja aku ingin bertanya, kau sudah tidak mengijinkanku untuk bertanya” jawabnya sambil memajukan bibirnya

“hehehe, ayo makan eoniie sudah lapar”

Selesai makan, aku bergegas mandi dan mengganti pakaianku dengan piyama tidur, lalu aku membuka laptopku, tetapi sebelum itu aku membuka diary yang diberikan Donghae padaku, aku tersenyum melihat Diary berwarna biru polos itu.

“dia tidak menyadarinya” gumamku. Aku pun langsung membuka halaman terakhir karena disitu ada fotonya dan ternyata di halaman itu ada sebuah puisi singkat yang menurutku cukup menyentuh hati.

Kututup rapat mataku

Yakini untukmu, tercipta aku

Mungkin, pintu hatimu tlah tertutup

karena ada seseorang yang mengisinya

tiap celah ruangnya tlah membeku

dalam getar tanpa gebu dan bisu

tapi aku tak mau tau…

yang aku mau kau tau…

tiap denyutku adalah kamu

yang akan membungkus hatimu

dengan hangat cintaku

saranghaeo.. aku mencintaimu..

Lee Donghae

Aku tersenyum saat membaca puisinya untukku, yah mungkin dia tidak tau kalau yeoja yang ia ceritakan adalah aku, hatiku tersentuh saat membaca puisinya untukku, aku juga mencintaimu Lee Donghae, gumamku sambil tersenyum, dan membaca diarynya dari halaman pertama.

_2 tahun kemudian_

“eoniie, aku berangkat dulu..” pamit adikku yang bernama rinra

“ndee…” jawabku sedikit berteriak karena aku berada dikamar mandi

Yah 2 tahun berlalu, aku kini telah bekerja ditempat perusahaan yang terkenal di Seoul, karena kemampuan bahasa inggrisku yang menurutku bagus aku diterima disitu, tentu tidak itu saja IP ku kuliah juga tinggi jadi wajar saja aku diterima, dongsaeng ku itu sekarang sudah kelas 3 SMA, katanya hari ini ada pegawai baru dari luar negeri yang diterima diperusahaan yang sama denganku, aku jadi penasaran siapa orangnya.

~ di perusahaan

“Jessica-ssi, itu pegawai barunya, dia namja” ucap salah satu temanku diperusahaan yang bernama Sooyoung, Choi Sooyoung.

“jinjja? Eodi (dimana)?” tanyaku

“ituu…” tunjuk Sooyoung kearah kanan yang tepat berada disebelah ruanganku

DEG!! Aku terkejut, sangat terkejutt, melihat orang itu kini berjalan kearah aku dan Sooyoung berdiri.

“annyonghaseyo jessica jung-ssi? Masih ingat denganku?” tanyanya

“aa…a..annyong Lee Donghae-ssi, nde tentu saja” jawabku

“kalian sudah saling mengenal?” bisik Soo pelan

“begitulah” jawabku

“kita berjodoh ya… bertemu lagi, ternyata bekerja ditempat yang sama” ucapnya sambil tersenyum, kurasa aku ingin mencair karena senyumnya yang sangat manis *author udh mencair duluan sica eoniie*

“aa… nde..” jawabku tergagap

Dia pun permisi ingin masuk keruangannya, aku masih terdiam ditempatku berdiri, sampai Sooyoung mendorongku.

“yakk!! Sicaa-ssi! Cepat serahkan filenya, jangan sampai di mangsa Sunbae” gertak Soo yang membuat aku sadar, karena sedari tadi aku melamun

“ah, nde.. kajja” ucapku

Hari sudah mulai malam, jam sudah menunjukkan pukul 07.30 malam, aku pun bergegas membereskan file-fileku yang tersisa dan mematikan komputerku, aku pulang sendiri, karena Sooyoung pulang dijemput namjachingunya Hangeng, aku pun bergegas keluar kantor, agak sedikit berlari karena takut adikku rinra belum makan, jadi aku harus cepat pulang dan memasak, tapi tiba-tiba ada tangan yang menahanku.

“ah, donghae-ssi?” tanyaku

“nde, mau pulang bersama, sepertinya kau buru-buru?” tanyanya balik

“ah, nde, aku ingin cepat sampai kerumah, bisa-bisa nanti adikku tidak makan malam, karena aku belum memasak untuknya”

“aku antar ya?” tawarnya

“baiklah..” jawabku karena aku tidak bisa menolaknya, mumpung lah dapat tumpangan gratis dan mempercepat tujuanku kerumah

~di dalam mobil

Heningg………..

“sica-ssi rumahmu dimana?” tanyanya memecahkan keheningan

“disana, belok kiri, lurus, belok kiri..” jawabku mengarahkan

“ahh, nde..”

Heningg…………

“bagaimana diaryku? Apa sudah bertemu orangnya?” tanyanya

“sudahh…” jawabku

“jinjja?? Bagaimana kau menemukannya?” tanyanya, sepertinya dia masih belum sadar

“mudah saja donghae-ssi” jawabku sambil tersenyum

“mu..mudah?” tanyanya heran

“nde, ah, disini donghae-ssi, gomawo sudah mengantarku” ucapku

Saat aku, ingin keluar mobil, tangan donghae kembali menahanku.

“apa maksudmu dengan mudah?” tanya donghae

“kau, belum menyadarinya?” tanyaku balik

“menyadari apa?”

“akulah orangnya” ucapku

Dia kaget, dan langsung melepas tangannya dari tanganku, akupun bergegas keluar dan membungkuk kecil padanya karena sudah mengantarku, lalu aku bergegas masuk kedalam rumah.

“dia? Benarkah dugaanku?” tanya donghae

“jessica jung.. ckk.. pabbo donghae-ah! Kenapa kau tidak menyadarinyaa dan menyangkalnya..!” gumam donghae tertawa kecil

~keesokan harinya

“wahh, eoniie kenapa kau pagi sekali berangkat?” tanya rinra

“hehehe,memang tidak boleh, kau ini eoniie bangun siang salah, bangun pagi salah juga”

“ah,, ani eoniie, maksudku tumben aja..”

“baiklah berangkat sana..” usirku pada rinra

“ndee.. aku berangkat, annyong..” pamit rinra

Setelah kira-kira 15 menit rinra berangkat, aku keluar dan mengunci pintu rumah lalu meletakkannya dibawah keset supaya rinra bisa masuk rumah karena aku pulang selalu malam, didepan rumahku aku melihat seorang namja duduk didepan mobilnya sambil melirik jam yang berada ditangan kirinya.

“donghae-ssi?” sapaku

“ah, sicaa-ssi, mau berangkat, emm.. bersama?” tanyanya gugup

Aku terkekeh kecil melihat tingkahnya “baiklah, asal aku selamat sampai kantor” candaku yang membuat dia juga tertawa kecil

“pasti, kajja..” dia membukakan pintu mobil supaya aku bisa masuk

~di dalam mobil

Heninggg………….

Donghae membelokkan mobilnya bukan kearah kantor, akupun yang menyadarinya langsung bertanya.

“hae-ssi, mau kemana? Inikan bukan jalan ingin kekantor?” tanyaku

“nde, nanti kau tau sendiri” jawabnya, aku pun hanya bisa diam

~di taman

“aah, kau membawaku kesini donghae-ssi?” tanyaku

“tidak usah menggunakan embel-embel ssi, panggil donghae saja, dan aku akan memanggilmu sica” jawabnya

“haha, baiklah..” kami pun keluar dari mobil dan berjalan menuju bangku besi yang sering aku duduki dulu, sekarang sudah tidak lagi, bisa dibilang jarang karena pekerjaanku menyita semua waktuku untuk bersantai di taman ini, terakhir kali kesini,waktu donghae pergi 2 hari setelah kami bertemu.

“masih sama, sejak 6 tahun terakhir aku kesini” ucap donghae memecah keheningan

“nde, kau benar.. aku merindukan tempat ini, belakangan ini, tidak ada waktu untuk datang kesini, karena pekerjaan menyita waktuku” jawabku

Setelah lama kami duduk di bangku sambil melihat tugu dibundaran jalan, karena masih sepi donghae berdiri dan mengajakku berjalan, aku pun ikut berjalan disebelahnya mengelilingi taman ini, sampai-sampai tidak ingat berangkat kekantor.

“donghae-ssi ah maksud ku donghae, ini sudah hampir jam 8, tidak sebaiknya kita kekantor sekarang?” tanyaku

“sebentar lagi, jarak taman ini kekantor tidak begitu jauh” jawabnya dengan tatapan lurus kedepan tanpa menatapku.

“huft.. baiklah” jawab sica

Sekitar 15 menit kami berjalan, aku dan donghae memutuskan pergi kekantor sekarang, karena 20 menit lagi sudah jam 8, saat ingin menuju mobil, donghae memelukku dengan erat, dan tentu itu membuatku terkejut sangat terkejut.

“ah, donghae-ah? Apa yang kau lakukan?” tanyaku panik

“biarkan seperti sica-ah, dulu waktu SMU aku tidak berani mendekatimu, menyapamu, menanyakan namamu, sampai aku dan kau terpisah dalam jangka waktu yang lama, mianhae, aku juga tidak menyadari dan berusaha menyangkalnya 6 tahun lalu bahwa yeoja yang kuceritakan adalah kau, ck, aku babo sekali” ucapnya lirih

“…..” aku diam mendengarkannya berbicara, jujur walaupun aku juga tidak mengenalnya, aku juga sering memperhatikannya diam-diam dan mencari tau namanya lewat temanku, sampai 6 tahun yang lalu aku bertemu dengannya ditaman ini, aku mencintainya, mencintai namja yang kini telah memelukku.

“lalu kenapa kau mendatangi aku waktu itu?” tanyaku kemudian

“karena, ingin mengenang yeoja itu, dan aku melihatmu juga sedang duduk disitu, aku pikir ada teman untuk menunggu matahari terbenam, dan entah kenapa hatiku merasa aneh saat aku mendatangimu, tetapi aku berusaha menyangkal hatiku” jawab donghae

“………..”

“saranghae sica-ah..” ucapnya

“nado..” ucapku yang membuatnya melonggarkan pelukannya dan kini menatapku

“wae?” tanyaku

“kau..? mencintaiku? Mana mungkin?” tanyanya konyol

“aku? Haha, cari tau jawabannya sendiri, kenapa aku bisa mencintaimu”candaku

“baiklah, rumit jika mencari taunya, gomawo.. saranghae, jeongmal saranghae” ucapnya

“nadoo saranghaee…” jawabku

Dia pun mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan jarak kami tinggal 5cm lagi, dekat semakin dekat sampai akhirnya aku memejamkan mataku begitupun dengan donghae, sesuatu yang lembab dan basah kini menyentuh bibirku, dia menciumku aku pun membalasnya, ciuman ini menggambarkan seberapa rindunya aku dengan donghae begitu juga dengan donghae(?). Kami pun menyudahi ciuman kami, dan saling tertawa kecil.

“aku tidak menyangka ini semua terjadi” ucapku

“aku biasa saja, karena ini sudah diatur, dan kita ditakdirkan berjodoh” ucapnya kini memelukku lagi aku membalasnya

“kajja kekantor, kau mau dimangsa bos?” ucapku menyadarkannya

“oiya, baiklah, kajja berangkat..” ajak donghae sambil mengenggam tanganku

_1 tahun kemudian_

Aku dan donghae kini sudah berumah tangga semenjak kejadian 1 tahun lalu, aku dan donghae memutuskan untuk menjalani hubungan serius, sampai akhirnya donghae melamarku, dan akhirnya aku menikah dengan Donghae, Sooyoung temanku itu juga kini sudah menikah dengan Hangeng, sedangkan dongsaengku rinra dia menjalani study ke Singapura, jadi dia tinggal bersama appa dan ammaku yang berada di Singapura, kapan-kapan aku dan Donghae pasti akan ke Singapura menjenguk appa, amma dan rinra. Kami pun hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak yeoja yang diberi nama Lee Sooyeon (?).

_END_

Hahahaa saya ketawa loh readers ngeberi nama anak nya Haesica Lee Sooyeon, bagus gak namanya? Mikir nama anaknya 2 jam, sambil makan..Ckck, ff ini juga 2 hari loh menciptakan kata-kata, puisi, dan alur ceritanya *plakk author lebay, tapi emang bener, oiya tinggalkan jejak kalian yah… gomawo #bow.

43 pemikiran pada “That’s Left A Piece Of Love

  1. chingu jjang !!
    aku gk tau nih hrus blg ap lg, keren so sweet bgt !!
    aaaaa… jdi malu bcanya, bkin 1st lgi ya chingu

  2. huuuaaa, so sweeettt
    puisi ny keren thor, bner cpet bgt haesicanya puny anak
    wkwk, bkin yg so sweet lg ya thor
    biar aku ktwa plus senyum” sndri dirumh #plak gila dunk

  3. huaahh gabby sayannnggg….
    #peluk gabby
    ini kkeerreeennn bgd…nan joha…neomu joahae….
    Waahhh ini bner2 bgus saeng, pertahankan yahh,, kata2’a juga sdah rapi semua kok…
    Och iya cma pas punya anknya agak kceptn…tapi untk semuanya udah bgus bgd saeng…harus dipertahankan ok ok….
    Mianhae eonni cerwet, truz postny lama bgd…
    *deep bow

      • ok ok saeng…sdang dlm proses, tp kynya onnie postnya agak telat, coz berjuang buat UKK dulu, doain eonni yah saeng biar naik kelas..hehe oh iya eonni jga mau minta maaf kalau pernah bkn saeng gax senang/kecewa…
        #deep bow

        • eoniie gk prnh bkin aku gk senang kok eon, mlah eoniie bkin aku sneng
          coz bsa post ff disini ^^ coba gk ad eoniie, bsa aj aku gk bsa post ff ku..
          hehe, sipp eon, aku doa’in .. amminn mdhn naik klas, eoniie fighting !!!

  4. huuwaahh, so sweeett amaatt eoniie..
    bsa juga trnyata dirimu bkin epep se so sweet inong
    wkwkwk kereen, daebakk

  5. wah, daebakk chingu….
    bru nemu blog ini, pas bgt bca ff so sweet bgt..
    kekeke.. readers baru nih sya

    • hehehe, itu cuma kebetulan eon, waktu lgi kepikiran romance sma waktu mkirin haeppa (?)
      keke, gomawo eon sdh bca n komen :)

  6. So sweet, .tpi coba deh ini kisah x lbh diperdalam pasti lbih bgus, .tpi ini jga sngat bgus og, .lanjut trus ya min FF HAESICA x, .

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s