I’m Jealous Cold’ 2

MC : Donghae, Jessica, Jonghyun.

OC : Semua hanya d.ff ini |plakk…apasich

*~*~*

“…j…jjong..ie…”
Jessica mengerjap-ngerjapkan matanya pelan saat disadari wajah Jonghyun sudah semakin dekat kearahnya. Reflek Sica menutup matanya rapat-rapat.

1detik..2detik..3detik..

Tidak ada sesuatu yang terasa aneh, jessica merasa janggal. Jessica menyipitkan sebelah matanya. Sampai sebuah suara lembut menerpa telinganya.

“kau lihat,, Donghae hyung, sepertinya dia sangat cemburu padaku…” Bisik Jonghyun ditelinga Jessica.

“MWO?”
mata Jessica membulat mendengar perkataan Jonghyun. Sementara itu semua member yang
melihat kejadian diatas panggung itu hanya tersenyum berbeda dengan Donghae tangan kananya sudah mengepal, menandakan ia sangat marah sekarang.

“wah berani sekali ya Jonghyun hyung, ini romantis?” celetuk Taemin cukup keras. Minho yang ada disebelahnya pun menggetok kepalanya pelan.

“appo hyung!” hardik taemin.

“rasakan! Kau tidak lihat muka hae hyung, sudah seperti macan tutul(?)” minho menyenggol lengan Taemin pelan & menunjuk Donghae dengan dagunya.

“ah ne hyung arra”

Jonghyun tersenyum kecil melihat muka jessica yang melotot.

“dia tidak cemburu, lihat ada wanita idamanya disana!” ketus Sica pelan. Dan menarik diri dari Jonghyun. Tapi sayang terlambat, tangan Jonghyun menariknya lagi kepelukanya.

“j..jjong..ie, w..wae?”
Bibir Jessica terlihat bergetar. Wajah Jonghyun benar2 berbeda saat ini. Ada sesuatu yang tidak bisa Jessica jelaskan dari tatapan mata Jonghyun.

Jonghyun menempelkan bibirnya tepat dikening Jessica. Ciuman dikening tadi menjadi penutup lagu yang mereka bawakan. Semua member kembali asyik bergosip ria melihat tindakan Jonghyun.
Donghae yang merasa kesal memutuskan berjalan ke back stage untuk mengambil, beberapa barang bawaanya dan kembali kepenginapan.

Langkahnya terhenti ketika kedua bola matanya menatap seorang gadis yang sangat ia cintai tengah merapikan barang bawaanya.

“Sica…”
panggil Donghae pelan tapi cukup terdengar oleh Sica.

“nde….” Jessica menolehkan kepalanya.

“mau makan bersama”

“anni oppa, aku rasa aku tidak bisa…Mianhae”
Donghae tercekat mendengar jawaban Jessica yang cukup sakartis.

“ah nde gwaenchana, mungkin lain kali saja”
ucap Donghae pelan. Terdengar nada kekecewaan disana.

“baiklah, aku kembali dulu Oppa” Jessica menarik tasnya pelan. Langkah kakinya terlihat tergesa-gesa, jessica berjalan menunduk, tidak melihat seseorang didepanya.

BRUGHH…Pranggg!!!
Tubuh Jessica terjatuh, tanganya terkena pecahan beling.

“awwhhh” Ringis Jessica pelan, saat ia sadari tanganya mengeluarkan darah.

“ahh eonni mianhae, gwaenchana” gadis itu terlihat khawati melihat Jessica yang masih tertuduk.

“Yoona-ah gwaenchana?” Donghae berlari kearah Yoona. Gadis yang menabrak Jessica. Yoona membawa secangkir kopi. Ia berniat memberikanya untuk Donghae, tapi karena kurang hati-hati, cangkir itu jatuh ketika mereka bertabrakan.

“ne, aku tidak apa-apa Oppa” jawab Yoona pelan. Donghae tidak menyadari keadaan Jessica sekarang.

“Sica-ah, lain kali berhati-hatilah” Perkataan Donghae sungguh membuat hati jessica semakin sakit. Sebegitu perhatianyakah ia pada Yoona tanpa melihat keadaanya sekarang.

“tidak ada yang terluka kan Yong?”
Yoona hanya menggelengkan kepalanya.

Jessica hanya menunduk menyembunyikan air matanya, tangan kananya menggenggam erat tangan kirinya yang mengeluarkan darah. Sakit hatinya mengalihkan rasa sakit yang menyerang tanganya.

Jonghyun yang sempat melihat tabrakan Jessica sengaja menyembunyikan dirinya dibalik tirai yang ada disana. Jonghyun sudah mengira kalau Donghae pasti menolong Jessica. Tapi ternyata dugaanya salah.

Jessica sekuat tenaga menahan rasa sakit ditanganya. Beranjak dari posisinya yang masih terduduk dibawah.

“Nde Oppa, aku akan lebih berhati-hati” jawab Jessica penuh penekanan. Wajahnya menatap sinis kearah Donghae dan gadis itu.

*> SICA POV <*

Sekuat tenaga kutahan rasa sakit ditanganku. Aku bodoh, aku sangat bodoh, mengharapkan dia akan menolongku, harusnya aku sudah sadar ia tak mungkin menolongku.

Perih ditanganku ini. Tak seperih perasaanku sekarang. Oppa kau tahu aku memang orang yang ceroboh dan tak bisa berhati-hati, maafkan aku melukai wanitamu. Terimakasih Oppa berkat perkataanmu aku tahu perasaanmu sekarang jadi aku tidak perlu berharap banyak padamu.

“awhhh…” Ini sakit sekali. Kududukan tubuhku dikursi taman kuambil air mineral ditasku. Baru saja ingin kuambil, sepasang tangan mengulurkan sapu tangan & air mineral, tak lupa sekotak obat merah.

“gwaenchanayo, mianhae?”
Namja ini berlutut dihadapanku. Kenapa ia harus minta maaf, ini bukan salahnya, mengapa namja ini terlalu baik. Seandainya hae oppa bisa seperti dia.

“Jjongie, aku tidak apa-apa,,,wae? Kenapa minta maaf, kau tidak salah jjong-ah”

“aku salah” aku sungguh tidak mengerti, mengapa ia seperti ini.

“aku yang salah, karena aku tak menolongmu?”
Aku semakin bingung mendengar jawabanya.

“aku tidak mengerti”

“aku tahu apa yang terjadi padamu,,”
ah rupanya kejadian tadi. Tapi kenapa ia harus meminta maaf.

“ini akan agak sakit, tahan yah” Ucap Jonghyun ketika ia akan mengoleskan obat merah ditanganku.

“AWWWHH APPO”
Teriaku kencang, aku tidak menyangka akan sesakit ini. Tidak terasa air mataku mengalir lagi. Lagi-lagi Jonghyun membuatku merasa lebih baik, disekanya air mataku yang keluar dengan ibu jarinya.

“menangislah….Kau boleh meminjam pundaku untuk sandaranmu, kapanpun kau mau” Astaga kenapa namja ini terlalu baik, memperlakukanku.

Kuanggukan kepalaku pelan, Jonghyun menarik kepalaku pelan tepat dipundaknya. Kurasakan Jonghyun mengelus puncak kepalaku, nyaman. Yah akau merasa nyaman sekarang.

*> SICA END *>

Donghae berjalan pelan menuju kamarnya. Disana teman sekamarnya Eunhyuk sudah berdandan untuk persiapan konser mereka.

“kau tak mandi?”
tanya Eunhyuk, dengan tangan yang sibuk mengoles gel dirambutnya.

“nde…”
Donghae berjalan mengambil handuk, dan menghilang dibalik pintu kamar mandi.

07:00 malam waktu LA

30 menit sebelum konser berlangsung, seperti biasa semua mengadakan konferensi pers. Tak terkecuali SUJU dan SNSD.
Jessica tampak anggun mengenakan kostumnya. Donghae tak henti-hentinya menatap wajah gadis itu. Mata Donghae terhenti ketika melihat tangan kiri Jessica yang dibalut perban.
Donghae tersadar saat ingatanya membawanya pada kejadian Yoona & Sica bertabrakan ia benar-benar tak menyadari kalau tangan Jessica terluka.

Donghae terus menatap tangan gadisnya itu. Ia merasa sangat bersalah tidak memperhatikanya, bahkan terkesan mengabaikanya.

“tak perlu melihatnya seperti itu hyung”
Suara Jonghyun mengagetkan Donghae yang masih menatap Jessica.

“ahh ne”

“bagaimana?”
Donghae terlihat bingung dengan pertanyaan Jonghyun.

“mwo?”

“Bagaimana keadaan Yong-mu itu hyung? Apa ia terluka parah? Aku lihat ia begitu sehat, kau lihat?” Tunjuk Jonghyun pada gadis yang sedang bercanda dengan rekanya.

“apa maksudmu jjong-ah” Nada bicara Donghae terlihat meninggi.

“bukankah, kau begitu khawatir hyung saat Yoong-mu itu jatuh” ucap jonghyun penuh penekanan.

“tap…”

“sudahlah hyung, tak perlu heran, aku sudah tahu semua, sica juga sudah menceritakan semua padaku, kau tahu hyung, ia sama sekali tak peduli jika harus kehilangan banyak darah, rasa sakit yang hyung torehkan sudah mengalihkan semuanya, ia terlalu menghargai perasaanmu hyung, ia tak pernah ingin melihatmu merasa tersakiti, ia lebih memilh memendam kesedihanya dari pada harus melihatmu terluka hyung, harusnya kau menyadari itu hyung, bukankah harusnya kau tahu banyak tentangnya, harusnya kau lebih mengerti ia, bukan gadis itu” ucap Jonghyun panjang lebar. Donghae hanya menundukan kepalanya. Semua yang dikatakan Jonghyun memang benar.

@ Back Stage

“Sica-ah kenapa dengan tanganmu?” Manager Snsd yang melihat perban ditangan Sica terlihat khawatir dan panik.

“gwaenchana Oppa, hanya luka kecil” Ucap Jessica lemah.

“apa Eonni, tidak sebaiknya istirahat saja?” Seohyun menggenggam tangan Jessica erat.

“anni…aku tidak ingin Gorjess Spazer kecewa”

“tapi Sica, setelah ini kau harus berobat arra” hardik sang manager.

“nde, aku ketoilet dulu Oppa, seo?”

“mau ku temani Eonn?”

“anni, eonni sendiri saja seo-ah”

* HAE POV *

Kulihat Jessica berjalan sendirian. Aku harus minta maaf padanya. Kupersempit jarak yang ada dengan menyamakan langkahku denganya.

“Pretty Sica”
sapaku pelan, aku tahu pasti ia marah padaku.

“mianhae oppa, jangan panggil aku seperti itu”

“wae?”

“tidak ada waktu, untuk menjelaskan, aku duluan”

* HAE END *

Jessica sudah mengambil ancang-ancang untuk mempercepat langkahnya dan menjauh dari namja ini. Tapi terlambat, tangan kekar Donghae merengkuh lenganya.

“lepaskan aku”
berontak Jessica.

“tidak, sebelum kau mendengar penjelasanku”

“tidak ada yang perlu dijelaskan donghae-shi”
Jessica berusaha keras melepas tanganya.

Donghae kewalahan menghadapi berontakan dari gadis dihadapanya itu. Dengan sekuat tenaga Donghae mendorong tubuh gadis itu ditembok, mengunci kedua bahu gadis itu dengan lenganya.
Jessica menahan pertahananya dihadapan Donghae. Tidak ingin air mata kembali keluar. Itu berarti semua pertahananya akan runtuh.

“mianhae, harusnya aku menolongmu bukan Yoona”

“Peduli apa Oppa padaku,,, aku sangat bodoh karena aku selalu berharap kau bisa memperhatikanku juga, tapi ternyata tidak. Kau tidak pernah salah oppa, menolong gadis pujaan hatinya itu tidak salah, aku mengerti itu,,,seandainya tangan patah pun kau tidak akan pernah peduli, tidak akan Oppa”

“kau ini bicara apa hah”

“aku bicara perasaanmu Oppa” Ucap Jessica menunjuk dada Donghae.

“sudah puas! Lepaskan aku” Jessica mendorong tubuh Donghae. Berhasil. Jessica terlepas dari jeratan Donghae.
Baru 2 langkah menjauh Donghae kembali menariknya. Mendorongnya ketembok dan mencium bibir Jessica dengan paksa. Bagi Jessica ciuman itu seperti pelecehan. Donghae memaksa menggigit bibir bawah Jessica. Tetapi Jessica tetap menutup bibirnya rapat.

PLAAKK..

~ TBC ~

25 pemikiran pada “I’m Jealous Cold’ 2

  1. wah lagi seru”nya baca TBC
    hae oppa lebih perhatikan sica unnie dunk!!
    jangan buat sica unnie sakit..
    aku dongkol pas hae oppa nolongin yoona bkn’y sica unnie #huh
    ok lanjuutt author
    up date soon y

  2. haeppa jahat banget si jadi kesel, sica eonnie jangan salah paham gitu dong
    lanjut chingu *kehabisankata-katabuatcoment

We really appreciate your comment ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s